"Hari ini kau membuatku bahagia bagaimana dengan esok? apakah akan terus berlanjut seperti ini atau malah sebaliknya? yang jelas kuharapkan darimu kau tidak mengecewakan kepercayaanku” -Agesha
Hari senin, hari yang paling ditakuti oleh seluruh siswa senusantara..
-gausa takut ga akan gigit
Pagi pagi sekali Agesha bangun dari tidurnya menghilangkan gaya magnet yang amat kuat dari kasur kesayangan nya
"baru juga minggu udah senin lagi" celoteh gesha sembari menguap tidak lupa ditutup dengan tangannya, Agesha melihat jam alarm miliknya dan..
"ASTAGAAA!!" jam menunjukan pukul 06.45
bagaimana ia bisa terlambat bangun padahal ia telah menyetel alarm nya ya keajaiban dunia
Agesha mengambil sebuah roti yang berada diatas meja makan dan meminum satu teguk susu karena ia sudah terlambat pergi ke sekolah bunda Agesha sudah memperingatkan Agesha untuk sarapan terlebih dahulu namun Agesha tidak mempedulikannya karena ia sudah terlambat pergi ke sekolah
"Pa ayo jalan pa kalau bisa ngebut aja sekalian pa gesha udah telat nih" Ucap gesha terburu buru menyuruh Pak Sarip yang tak lain adalah supir pribadinya untuk segera memajukan Mobilnya dengan kecepatan tinggi
15menit kemudian..
"Tumben tumbenan lo telat gesh biasanya lo kan yang paling rajin datang ke kelas lah hari ini lo yang telat" Ucap Zahra sahabat karib nya yang kebetulan sekelas lagi dengan Gesha
"Gatau godaan kasur kuat banget sampe sampe gue gabisa lepas dari tuh kasur" ucap Gesha yang masih ngos ngosan karena ia berlari ke kelasnya lalu menuju lapangan untuk mengikuti upacara bendera.
pandangan Agesha seketika terfokus pada satu orang yang sedang menjadi petugas upacara pada senin ini, seketika hatinya sakit Melihatnya sekaligus benci mengingat masa lalu yang begitu indah - diawal saja.
flashback on :
"Heh lo yang ga diiket rambutnya sini lo" suara itu terdengar oleh telinganya yang membuat dia harus membalikan kepalanya mengarah ke sumber suara yang Memanggilnya tadi..
"Ya saya?" ucap gesha menghampiri seorang cowo yang memanggilnya tadi dan rupanya ia adalah kaka kelasnya.
"ya lo, mana papan nama lo?" ucap cowo itu dengan nada sinis nya
"maaf ka aku lupa bawa" ucap gesha dengan penuh hati hati karena takut salah bicara bisa bisa nanti ia dihukum
"Kenapa ga bawa?" suara itu semakin tajam membuat hati Gesha terasa dagdigdug
bagaimana ia harus menjawab lidahnya terasa kilu dihadapkan dengan seorang cowo yang berpostur lebih tinggi Darinya bermuka garang tapi tetap saja tampan
"lu lu lupa ka saya buru buru saya takut terlambat" jawab Gesha gugup karena takut dengan kaka kelas nya itu
"Lo harus dihukum tauga karena lo udah ngelanggar salah satu perintah MOS di SMA ini" ucap kakel tersebut "Oh ya sekarang jam 07.01 , lo terlambat satu menit dan artinya ada hukuman tambahan buat lo sekarang lo ikutin gue" lanjutnya
'ya allah mimpi apa gue semalam' - batin Gesha
Gesha dengan langkah malasnya ia berjalan menyusuri koridor sekolah mengikuti kaka kelas nya yang akan bersiap - siap menghukumnya. Jantungnya sudah berdetak tak karuan saat dihadapkan ke satu ruangan bertuliskan "RUANG HUKUMAN" hari ini terasa sangat siall baginya
"Ngapain kesini ka?" dengan polosnya Gesha bertanya seperti itu, tanpa orang bertanya pun setelah membaca tulisan itu pasti tau ia akan diapakan.
"Masih aja lo nanya, ya lo bakal dihukum lah udah gapake papan nama telat satu menit pula" ucap kakel itu dengan nada cueknya.
Gesha menundukan kepalanya ketika pintu itu dibuka nampak beberapa kaka kelas sedang berada didalam nya dan 6 orang, cowo dan salah satu dari mereka cewe nampak sedang dihukum
'Ya allah berikanlah hamba kemudahan dalam menjalankan hukuman ini' - batin Gesha
Salah satu kakel cewe menatap ke arah Gesha dengan sinisnya lalu ia menghampiri Gesha ia merasa tersaingi karena Gesha lebih cantik darinya ia ingin menghukum Gesha namun hukumannya beda dari yang lain yang lebih berat pastinya
"Eh lo yang dikuncir sini lo" suruh kakel cewe tadi kepada Gesha yang saat itu sedang memainkan jarinya..
"Iya kenapa ka?" tanya gesha
"Lo lari keliling lapangan 10 putaran, habis itu lo cariin gue makanan ringan yang bisa terbang, bisa ga bisa lo harus bisa karena ini hukuman buat lo!" ucapnya.
sungguh tiada hati yang paling kejam dari senior yang menghukum adik kelas barunya :V
Dari belakang seorang cowo dengan postur tubuh tinggi dan tak kalah tampan dengan yang tadi datang ikut bergabung dengan teman temannya, ia menanyakan apa yang sedang terjadi ia menatap sekejap Agesha lalu kembali melanjutkan mengobrol dengan teman temannya
"Yang berEnam kalian suruh apaan?" tanya kakel yang baru datang tadi "dan yang sendiri ini kalian suruh apa?" lanjutnya.
"Gini Gyan yang berEnam kita suruh buat push up 50 kali tapi yang cewe kita suruh cuman 25 kali, nah yang itu tadi gue nyuruh dia buat keliling lapangan 10 putaran habis itu cariin gue makanan yang bisa terbang" ucap kakel cewe tadi
"Ko yang satu ini lo bedain nes? lo ga adil namanya berat banget hukuman yang lo kasih ke dia" Ucap Gyan pada Vanesa cewe yang tadi memberi hukuman pada Agesha
Agesha hanya manatap mereka yang sedang mengobrol karena ia tidak paham apa yang mereka obrolkan (yaiyalah orang jarak nya jauh) dan tiba tiba Gyan menghampiri Agesha dengan senyuman nya
'ya allah nikmat mana lagi yang engkau dustakan'-batin Gesha
"Hukuman yang tadi ga jadi karena terlalu berat buat lo, sekarang gue minta bikinin gue mie ayam tapi lo yang buat terserah kemana ke lo buatin gue mie ayam yang terpenting jam 08.30 mie ayam itu harus udah ada di sini" ucap Gyan
"Ok siap ka" lega terasa saat hukumannya diringankan ia hanya perlu membuat mie ayam untuk Gyan kakel tadi yang berhasil meringankan hukumannya, hatinya terasa senang ia merasa sangat terbantu dengan adanya Gyan
flashback off
"Geshaa!!" teriakan itu menyadarkan gesha dari lamunan masa lalunya saat ia pertama kali betemu dengan Gyan, cowo yang menjadi pertugas upacara senin ini
"Apa?" ucap Gesha pada Zahra
"Daritadi lo ngelamun aja, lo ngelamunin ka Gyan ya?" sebuah tebakan yang sangat tepat untuk menebak apa yang sedang Gesha lamunkan
"Aku lamunin Gyan? hahaha dulu si pernah tapi sekarang iew" Gesha menjawab tebakan Zahra dengan menirukan nada sebuah iklan produk
"Apaan si lo udah kaya iklan di tv tv" kesal Zahra karena tebakannya tidak dijawab apakah itu benar atau salah
Percakapan mereka terhenti saat upacara bendera dimulai, semua yang berada dilapangan terdiam saat pemimpin upacara memberi aba aba untuk siap.
TBC.
jangan lupa vomment:p
terimakasii♡
YOU ARE READING
Gesha
Teen Fiction"Hatiku patah karenanya, dan sekarang ku bekukan hatiku agar tidak ada yang bisa mematahkannya lagi"
