Tak Harus Sama

4 1 0
                                        

         Awal crita berawal pertemuan yang sudah lama tidak dipertemukan.. Kita bertemu disebuah Shelter, awalnya kita hanya menyapa itupun dengan senyuman. Dihari berikutnya kita bertemu kembali aku pun mencoba untuk lebih dekat dengan dia "hey...Sekarang udah SMA yha." sapa ku kepadanya dengan senyum. "iyalah mas akukan adek kelasmu..hehehehehe..." jawabnya dengan senyum manisnya. Setelah kita ngobrol dan mengobrol tentang dia saat ini, dia pun langsung pulang naik bus jurusan arah rumahnya.
      Jujur saja dulu waktu pertama kali duduk disebelahnya aku menaruh perasaanku padanya. Aku tidak tahu kenapa disaat bertemu dia kembali rasa itu tumbuh kembali padahal aku dengan dia sudah hampir 2 tahun lamanya tidak bertemu. Tapi aku tidak tahu pasti kenapa perasaan ini tumbuh "apa mungkin aku terlalu percaya dengan kata-kata cinta itu dari mata jatuh kehati terus tumbuh menjadi rasa sayang" pikirku dalam hati.
       Disaat sudah lama kenal denganya aku pun sudah lebih tahu bagaimana dia sebenarnya dan dia pernah bilang. "mas kamu udah tahu aku, aku dan kamu itu berbeda walau kita memiliki persamaan yang banyak" kata dia yang selalu aku ingat. "iya aku tahu jika kita berbeda keyakinan tapi ku mohon aku ingin berjuang, aku ingin berusaha, aku ingin menunjukan bahwa kita berbeda keyakinan aku tetep sayang dan aku ingin bertahan" jawabku dengan tatapan serius. Saat dia berkata itu rasanya inginku putus asa. Tapi didalam hati berkata lain "ini adalah ujian, ini adalah rintangan, tuhan sedang mengujiku, aku tahu tuhan punya rencana aku hanya ingin menunjukan perbedaan, kelemahan, kekurangan bukan alasanku untuk berhenti" kata hatiku yang paling dalam.
    Diesokan harinya dia sempet tidak ada kabar dan aku mulai cemas aku terus mencari dan mencari kabarnya hingga akhirnya dia ngasih kabar duluan ternyata dia masih sibuk sibuk dengan urusanya, dan disore hari aku bertemu dia dihalte aku pun mengantar dia pulang tapi dia hanya cuma diam tanpa tujuan entah apa yang dia maksud. "hey.. Kamu kenapa kok dari tadi diam?" tanyaku dengan rasa canggung. "aku nggak kenapa kenapa kok" jawabnya dengan ekspresi beda. Diperjalan pulang menuju rumahnya kita diam terus hanya senyumku yang mewarnai perjalanan.
      Keesokan harinya aku bertemu dengan dia "kamu kenapa si? Apa gara - gara perbedaan kita, kamu jadi gini. Udah lah jangan berfikir berbedaan dapat menjauhkan kita, aku sedang berusaha" ujarku padanya. Dan dia pun mendengarkan apa kata tadi dan dia mengerti apa yang aku maksud. Dan hingga kini kita saling mengerti atas perbedaan kita, kita pun juga saling mengahargai dengan perbedaan kita dan kita udah saling percaya, kita punya satu tujuan yaitu ingin hidup bersama.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 13, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Tak Harus SamaWhere stories live. Discover now