Senin yang cerah rupanya, tapi lain halnya dengan para pelajar seperti Alsa. Alsa Miranda Felicia, ya itulah nama lengkapnya. Gadis remaja itu masih setia dengan kasur medium size nya dan boneka panda di pelukannya. Jam telah menunjukkan pukul 06.15, sementara Alsa masih menutup matanya rapat-rapat.
"Alsaaa.... Alsaaa.. ini udah jam 6 nak, kamu nanti telatt.. udahh cepet bangunn," teriak Ira, mama Alsa sambil menyibakkan selimut putrinya.
"Hoaaa... Iya ma, bentar lagi Alsa bangun, lagian ini masih hari Minggu," jawab Alsa setengah sadar.
"Terserah kamu, kalo nanti kamu telat, Mama akan sita mobil kamu sama hp kamu!!" ancam Ira.
Mendengar ancaman itu, Alsa langsung meloncat dari selimutnya dan berlari menuju kamar mandi. Alsa sangat sensitif jika menyinggung hp nya, baginya itu sudah seperti sahabat sekaligus teman yang selalu ada saat ia butuh. Mama Alsa juga sangat tidak suka jika Alsa telat, karena sudah cukup baginya hanya Andra yang sering telat. Ya, Andra adalah kakak laki-laki Alsa.
Jam 06.30, Alsa sudah berangkat menuju sekolahnya. Hari ini, ia berangkat bersama Andra, kata Mama nya sebagai hukuman nya karena udah bangun kesiangan, ia tidak boleh bawa mobil sendiri. Menyebalkan sekali bagi Alsa jika semobil dengan kakaknya. Andro selalu menjahili Alsa, menyanyi nyanyi tidak jelas, menjadikan Alsa sebagai bahan percobaan gombalannya nanti kepada teman cewek kuliahnya. Menurut Alsa itu sangat menyebalkan dan membosankan. Alsa mungkin hanya diam dan sesekali menggerutu sekaligus memberi balasan singkat. Alsa selalu memasang headset nya sambil membaca novel nya di sepanjang perjalanan.
YOU ARE READING
-Promise-
Teen FictionAlsa, seorang cool girl yang berhati keras dan dingin harus berurusan dengan Alka, bad boy sekaligus most wanted nya sekolah ini. Sifat mereka yang sangat bertolak belakang memunculkan banyak kejadian yang tak terduga. Hingga sebuah janji yang sanga...
