Nira

93 3 1
                                        

Senin | jam 10 pagi

Sebuah sekolah SMA, Di koridornya guru dengan siswi berjalan bersama kearah kawasan kelas , kemudian di kelas 11 IPA 2 mereka masuk. Di dalamnya para murid diam dan tenang, menunggu guru mereka bicara.

"anak-anak hari ini kita kedatangan murid pindahan," kata guru, memperkenalkan siswi tersebut " dia jauh-jauh dari luar kota, mungkin kamu bisa langsung memperkenalkan diri"

Si murid baru, dengan tubuh cukup mungil, wajah manisnya dibingkai indah dengan jilbab lebar yang menutupi sampai seluruh dadanya, lalu menatap teman sekelasnya, lalu berkata.

"perkenalkan semua, namaku aunira risya, panggil saja aku nira. Aku pindahan dari kota bandung, mohon kerja sama nya teman-teman"

Nira menutup perkenalan nya dengan senyuman, yang membuat para cowok berdegap canggung melihat kemanisannya sedangkan para cewek hanya berharap dapat segera mengobrol dengannya.

"nah Nira, maaf ya kamu harus duduk di bangku paling belakang" kata guru, "kamu tidak punya masalah dengan mata 'kan?"

"tidak ada ko bu," jawab nira. "mata saya masih normal ko"

"baiklah Nira, silahkan duduk"

"terimakasih bu"

Nira pergi dari depan kelas dan duduk di baris paling belakang, sementara guru sudah memulai pelajarannya.

aku harap hari ini akan menyenangkan

Nira melihat kesamping kirinya. Seorang anak laki-laki dengan rambut putih keabuan, bermata sipit tajam terlihat sangat tidak tertarik dengan pelajaran yang dibawa guru.

 Seorang anak laki-laki dengan rambut putih keabuan, bermata sipit tajam terlihat sangat tidak tertarik dengan pelajaran yang dibawa guru

Oops! Această imagine nu respectă Ghidul de Conținut. Pentru a continua publicarea, te rugăm să înlături imaginea sau să încarci o altă imagine.

"manusia ini, pantes duduk dipojokan," pikir Nira. "engga, aku harus tetap fokus"

Waktu istirahat tiba, nira segera dikerumuni teman-teman baru, kebanyakan cewek, semuanya menawarkan pergi ke kantin bersama-sama dan menceritakan beberapa hal mengenai sekolah ini.

"kok kamu pindah ke arga surya sih?" Tanya cewe berambut panjang. "jaksahan kan lebih bagus"

"rumah ku lebih deket kesini, kalo kesana kejauhan" jawab nira santai. "bukannya sekolah sama aja ya"

"mungkin di daerah lain begitu nira, tapi disini enggak"

"loh kenapa gitu?"

"kepla sekolah disini korup," kata cewek berponi. "dia udah kelamaan menjabat dan banyak minta uang ke murid disini. Alasannya buat sarana dan fasilitas sekolah tapi hasilnya gak sebanding dengan apa yang dikasih ke sekolah. Gak cuma itu aja, banyak isu kalo dia mau bangun sekolah sendiri pake uang dari sekolah ini, supaya pas dia pensiun masih tetep punya kekuasaan"

"hush jangan keras-keras," kata cewe bergelombang. "nanti diciduk kamu!"

"ini 'kan kantin, wilayah netral"

"tapi, masih ada yang daftar kesini?" Tanya nira.

"karena zonasi, secara ga langsung kita kepaksa masuk sini, bahkan banyak yang pindah pas kelas 11 atau semester 2"

"udah ah, mending ngomongin si rudi anak IPS" kata cewek rambut panjang kegirangan.

"katanya dia jadian tauu"

"ma-sa-siiih"

Nira hanya diam, tampak menyerah dengan kelakuan teman-teman barunya. "Aku harus cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah ini" batin nira. "dan tetap kritis dengan semua yang terjadi" lalu dia memakan bakso miliknya.

"oh iya nira," ressa, cewek berkerudung menghampiri nira seusai dari kantin. "kamu mau masuk eskul apa?"

"wajib, ya?" nira bertanya balik, dibalas dengan anggukan ressa. "Rohis, Aku mau ikut Rohis" nira tersenyum bangga.

"Rohis kita emang bagus ko, nanti aku kenalin ya sama ketuanya biar kamu bisa daftar" Ressa tampak bahagia dengan keputusan Nira.

"waaa seneng.. makasih banyak ya ressa" Nira kegirangan dan menjabat tangan ressa.

Nira berdiri di pintu kelas, melihat ke pojok kelas, anak itu masih duduk disana, sedang membaca buku dengan headphone tertancap di telinganya, tampak tenggelam dengan dunianya sendiri. Tapi tiba-tiba melihat kearah nira yang sedang melihatnya. Nira kaget, dan langsung memalingkan pandangannya dan pergi membaur.

***

Jam 2 siang

"nira, aku udah bilang sama nissa," kata ressa menghampiri nira. "katanya kamu ke mushola aja pulang sekolah, nanti kamu ngurus daftar disana"

"makasih banyak lagi ressa.. kamu bantu banget hari ini" nira tersenyum lebar.

Senang hari pertamanya disekolah baru setidaknya berjalan lancar, yah langkah aman menghindari hal semacam petinggi sekolah yang buruk ya dengan sibuk di pelajaran atu kegiatan ekstrakulikuler. Begitu pikir nira saat itu.

Nira segera keluar dari kelas, berjalan menelusur lorong sekolah melewati anak-anak voli yang sedang berlatih. Akhirnya nira tiba di mushola, tapi setelah menunggu selama 10 menit tidak terjadi apapun.

"ko ga ada yang kumpul ya?" Tanya nira pada dirinya sendiri. "apa ga jadi kumpulan ya?? Ah salah sendiri juga sih ga minta nomer si Nissa sabrang itu~~"

Ah udah jam segini, pulang aja deh.

Dari jauh saat keluar mushola, nira melihat wiwin, teman sekelasnya tampak kebingungan. Segera nira menghampirinya

"ku naon win? Meuni ngahuleng kitu?"

"eh nira, ini tas aku hilang cobaa" jawab wiwin dengan nada sendu.

"ya ampun, yang bener win?"

"iyaa tadi aku taro disini, sekarang udah ga ada"

"yaudah kita kekelas aja yuk," nira mulai berjalan kearah kelas.

"ga mungkin nira, aku kan dari tadi disini"

"sapa tau ada temen kamu yang ngamanin ke kelas, atau sapa tau kamu lupa"

" ko malah bercanda sih nira"

Tanpa sadar, aku menarik wiwin ke arah kelas.

Nira dan wiwin tiba dikelas, suasananya sepi, kosong dan hanya ada cowok rambut putih keabuan itu, terlihat sedang menulis diatas kertas.

"ayo cari win" ujar nira mulai bergerak didalam kelas

Nira dan wiwin mulai mencari, tiap kursi dan kolong meja di periksa oleh mereka, cowok itu merapihkan peralatan nya dan memasukan nya kedalam tas, lalu berjalan keluar kelas.

"tuh kan ra, ga ada kata aku juga apa" rangek wiwin, namun nira melihat kearah pintu.

Lagi, tanpa sadar aku berjalan, kini kearah cowok itu.

Aku tidak tau mana yang benar. Apakah meminta bantuan darinya atau malah mengabaikannya. Tapi aku yakin, keputusan ku saat itu, merubah total kehidupan SMA ku, karena...

"eh kamu, siapa namanya? Bisa bantu kita engga?"

***

Nira,End

Forbidden Note (Nota Terlarang)Povești de care să fii obsedat. Descoperă acum