(Slow Update)
Tuhan itu tidak pernah salah dalam memberikan rasa. Tuhan juga tidak pernah salah kirim. Karena Tuhan sang maha tau atas segala apa yang kita inginkan dan apa yang kita harapkan. Sampai dengan cinta yang kamu nanti, dan rasa yang telah...
Panggil seorang guru yang sedang mengabsen. Hening sesaat, setelahnya pandangan mereka teralih ke arah pintu ketika melihat pintu itu terbuka.
"Hadir pak". Ucap Arsen baru saja datang, dengan nafas yang tidak teratur. Dia segera menyalami gurunya, setelah itu berjalan ke arah tempat duduknya dengan santai.
"Arsen, siapa yang nyuruh kamu duduk?".
"Hehehe. Tapi kan baru telat 5 menit pak. Tadi dijalanan macet".
"Saya tidak menerima alasan apa pun dari kamu. Silahkan lakukan keliling lapangan 5 puteran".
Cowo itu menuruti apa yang diperintahkannya tadi. Percuma saja membantah, ini sudah peraturan sekolah. yang telat akan menerima hukuman keliling lapangan. Dihitung dari menit keberapa mereka terlambat setelah pelajaran dimulai.
Arsen langsung bersiap untuk mengelilingi lapangan. Anak-anak yang sedang mengikuti pelajaran olahraga itu melihatnya dengan tatapan yang tidak asing lagi.
"Arsen makin hari kegantengannya makin bertambah ya".
"Ganteng parahh".
"Babang arsen"
"Sayang banget kalo harus dilewatkan"
"Gue heran sama dia. Ngga pernah jera oleh hukuman apa pun."
Kalimat itu dilontarkan oleh beberapa orang. Pujian maupun cacian, Arsen tidak akan pernah meresponnya. Sebab itu akan membuang-buang waktu.
Setelah selesai mengelilingi lapangan Arsen tidak langsung ke kelas. Dia pergi keruangan UKSuntuk istirahat terlebih dahulu.
Percuma dia masuk kelas. Jika pelajaran yang disampaikan oleh guru saja tidak akan menempel satu pun di otaknya, sebab pikiran dan hatinya sedang tidak membaik sekarang.
Dia segera membaringkan tubuhnya di atas branker dan setelah itu memejamkan matanya.
"Aku gapapa bun, jadi engga usah khawatir".
"..."
"Iya bun. Jangan suruh kaka jemput ya, aku gamau. Biarin nanti Hellena aja yang anterin aku pulang".
"..."
"Siap bos cantik".
Arsen pun membuka tirai di sebelahnya. Dia melihat seorang gadis yang sedang memainkan handphonenya. Gadis itu pun menatap Arsen dengan perasaan tak enak.
"Maaf.. kalo aku ganggu kak".
Arsen hanya melihat gadis itu sebentar setelah itu kembali menutup tirainya. Dan kembali memejamkan matanya lagi. Tetapi pikirannya melayang, menimbulkan banyak pertanyaan. Dia siapa yah perasaan gue baru liat? Batin Arsen
Keyra mengerutkan dahinya melihat tingkah Arsen yang tadi. Pintu ruangan UKS terbuka. Memperlihatkan seseorang gadis membawa kresek berwarna hitam.
"Key ada yang sakit engga?".
"Gapapa kok na udah mendingan".
"Yakin key, muka lu pucat banget. Makan dulu nih."
Keyra hanya menggangguk. "Makasih ya na, sorry kalo gue terus-terusan ngerepotin lu".
"Lu ngomong apa sih. Gue sama sekali engga pernah ngerasa direpotin. Lu juga bakalan ngelakuin hal yang sama kalo gue sakit. Yaudah abisin makannya, biar cepet sembuh, gue engga suka liat lu sakit".
"Ahhh Hellena thanks you so much".
Ucapnya sambil merentangkan tangannya, dan hellena langsung saja memeluk sahabatnya itu.
Tak lama Hellena pun keluar, dia harus meminta izin terlebih dahulu untuk membawa Keyra pulang.
Arsen membuka tirai penghalang, dia melihat cewe itu yang sedang memakan makanannya tadi.
"Temennya Hellena?
Ucapnya dengan wajah datarnya. Keyra hanya mengangguk mengiyahkan. Tetapi setelah itu Arsen pergi menuju pintu keluar. Keyra hanya melihat kepergian cowo itu yang semakin menjauh darinya.
Setelah sejak lama keyra hanya melihatnya dari kejauhan. Dan kini dia tidak menyangka bakalan bertemu, bertatap muka secara langsung dengan cowo yang dikaguminya. Bibir Keyra pun membentuk lekung senyuman.
-ARSEYRA-
-ARSENIO ADHIRAJA
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
-KEYRA
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.