CHAPTER - 00

486 20 4
                                        

Bagaimana bisa orang berpacaran sampai memutuskan untuk menikah?

Pertanyaan itu adalah pertanyaan yang sering muncul di kepala Alena Bramajaya, gadis 27 tahun yang bekerja di sebuah perusahaan swasta dan menjabat sebagai wakil direktur bagian perencanaan. Kegiatan yang rutin di lakukannya saat makan siang adalah memperhatikan orang-orang yang berpasangan dan mencoba menerka apa yang membuat mereka bisa bersama.

"Hmm, masalah hati siapa yang tahu..." Gumam Alena "Tapi aku masih tidak paham konsepnya seperti apa," imbuhnya.

"Kalau begitu kenapa tidak kamu coba berpacaran dengan seseorang?" Saran pria tampan yang sudah terbiasa dengan tingkah Alena satu ini.

Alena mendengkus "Kalau kamu mencoba mencalonkan dirimu sebagai pacarku, maaf aku tidak berminat!" Sahut Alena sembari menatap sinis Lee Hwa Shin, pria 37 tahun asal Korea, Direktur Keuangan yang masih melajang.

"Kenapa? Apa karena usiaku?" Tanya Hwa Shin "Bukankah pria berumur itu terlihat semakin hot?" Imbuhnya sembari mengerling pada Alena.

Teriakan histeris perlahan terdengar di sekitar mereka. Hwa Shin masuk kategori om-om tampan yang berduit, banyak wanita yang mau bersama dengannya sebenarnya tapi entah apa yang menyebabkan pria itu masih melajang. Alena bukannya tidak tertarik pada Hwa Shin yang bisa di bilang memang sangat-sangat tampan dan belum lagi masih terlihat gagah di usia 37 tahun. Hanya saja Alena yang sudah mengetahui bagaimana Hwa Shin sebenarnya membuat gadis itu ragu.

"Apa kamu pernah trauma atau apa sebenarnya?" Tanya Hwa Shin.

"Entahlah," Alena mengedikkan bahu "Kamu sendiri? Kenapa sibuk menawarkan dirimu padaku saat di kantor kita ini ada begitu banyak gadis yang lebih mau bersamamu?" Tanya Alena.

Hwa Shin tergelak "Alena, apa yang membuatmu tidak tertarik padaku?" Hwa Shin tidak menjawab tapi justru membalikkan pertanyaan Alena.

"Ah sudahlah, ini tidak akan berakhir." Alena menyerah menunggu jawaban Hwa Shin karena pria itu tidak akan pernah mau menjawab jika Alena juga tidak menjawab pertanyaan pria itu.

Alena dan Hwa Shin sudah saling kenal sejak Alena masuk ke perusahaan sebagai staff magang. Saat itu Hwa Shin masih menjabat sebagai manajer belum menjadi direktur. Tentu saja mereka tidak langsung akrab tanpa adanya sebuah alasan bukan. Alasan mereka bisa dekat adalah karena Alena mengetahui rahasia seorang Lee Hwa Shin. Rahasia yang sekarang membuat Alena tidak habis pikir sampai akhirnya Lee Hwa Shin seperti saat ini yang terus berada di sekitar dirinya.

Semua bermula dari perjodohan sepupu Alena bernama Kumari Halwatuzahra Bramajaya, anak dari adik ayah Alena karena itu mereka memiliki nama keluarga sama. Perbedaannya Kumari Halwatuzahra yang biasa dipanggil Kuma ini 5 tahun lebih muda dari Alena. Perjodohan itu pun terjadi 4 tahun yang lalu disaat Alena berusia 23 tahun dan Kumari berusia 18 tahun. Entah apa yang di pikirkan ayah Kumari saat itu hingga menjodohkan anaknya yang masih duduk di bangku kelas XII SMA.

Kisah itu pun dimulai.

~o~

4 Tahun yang lalu

Alena baru tiba di rumah sekitar pukul 10 malam karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan dengan segera untuk rapat besok pagi. Alena baru saja turun dari Gocar saat tiba-tiba seseorang memeluknya sambil menangis sesenggukkan. Ia terkejut tapi saat menyadari yang memeluknya mengenakan seragam sekolah yang sangat familiar untuknya Alena tahu bahwa itu adalah Kumari. Tetapi apa yang dilakukan gadis itu malam-malam seperti ini di depan rumah Alena?

"Kuma, ada apa?" Tanya Alena lembut.

"Kuma benci ayah...hiks hiks...Kuma nggak mau pulang!" Sahut Kumari disela tangisnya.

Like A DramaWhere stories live. Discover now