Sia keluar dari kamarnya yang semua dindingnya seperti kaca akan tetapi tidak bisa dilihat isinya dari luar. Semua dinding rumahnya bahkan semua rumah di 'dunia' nya terlihat hampir sama
Gadis berambut pirang dengan tinggi 174 cm tersebut celingak celinguk untuk mencari 'orang lain' selain dirinya
"Myria, apakah Ralis belum bangun?"
Tanya Sia kepada Myria, ibunnya. Di dunia Sia tidak ada sebutan atau panggilan ibu, ayah, tante, kakak dan semacamnya, jadi hanya menanggil nama merupakan hal yang sangat wajar disana
"Itu Ralis baru saja masuk" tunjuk Myria ke arah samping dan terlihat Ralis baru saja memasuki rumah mereka dengan santainya menembus dinding tanpa melalui pintu karena disana memang tidak ada pintu
"Dari mana saja kamu Ralis?" Tanya Sia
"Luar" jawab Ralis tanpa melihat wajah kakaknya itu
Sia yang memang sudah sangat hafal sifat adiknya tersebut tidak marah ataupun kesal sama sekali
"Ayo kita makan bersama, Gwen sedang ada urusan di luar" ucap Myria
"Baiklah" jawab Sia dan segara masuk ke dalam ruangan yang terlihat sama saja karena semuanya terbuat dari kaca
Lalu sia duduk bersila di lantai karena disana tidak ada kursi yang biasa kita pakai untuk duduk, Ralis pun hanya mengikuti di belakang Sia
Myria datang ke tempat mereka makan sambil membawa nampan bulat yang berisi makanan seperti bubur namun warnanya hijau lalu menaruhnya di meja yang terbuat dari bahan seperti kaca berbentuk bulat juga
"Oya tadi Gwen bertanya, apa yang kalian inginkan di usia 17 tahun kalian nanti?" Tanya Myria
"Aku menginginkan sesuatu yang menakjubkan, aku bosan dengan teknologi monoton" jawab Sia bersemangat
"Ya, sesuatu yang tidak membosankan" sambung Ralis
Setelahnya, terjadi percakapan percakapan ringan sambil menikmati makan pagi mereka
***
Ralis duduk di lantai kamarnya sambil memencet dinding kamarnya yang di rancang seperti tablet tetapi jauh lebih canggih daripada teknologi manusia. Yang dia lakukan tidak jauh dari game, membuat aplikasi, melacak sesuatu dan sebagainya. Ya, Ralis sangat menyukai hal tersebut, namun akhir akhir ini Ralis merasa bosan karena teknologi baru yang dia ciptakan sudah sangat banyak, dan dia bosan dengan hal itu
Sementara Sia tiduran telentang di depan rumahnya yang bawahnya dilapisi sejenis rumput taman yang terasa empuk. Sia memandang langit yang berwarna biru cerah serta awan yang tertiup angin dan bergerak sangat cepat. Sia juga akhir akhir ini merasa bosan karena hanya meneliti tumbuhan tumbuhan yang ada di sana dan tidak ada teman curhat lain selain ibunya
Dengan malas Sia bangkit dan menggunakan kendaraan seperti sketboard namun bisa digunakan dengan kecepatan tinggi itu untuk memutari rumahnya dan masuk kerumah menembus dinding. Perlahan Sia memasuki kamarnya lalu dengan cepat menembus dinding dan memasuki ruangan kerja Gwen, ayah kandungnya
Di dalam ruang kerja Gwen terdapat banyak benda seperti tablet yang super tipis dan lebih kecil, serta komputer komputer canggih berwarna putih. Disana juga ada sebuah ruangan yang tidak bisa Sia ataupun Ralis masuki. Setiap mendekati dinding ruangan itu Sia seprti terdorong menjauh, selalu begitu. Yang bisa menembus ruangan tersebut hanyalah Gwen dan Myria
Sia jadi semakin penasaran apa sebenarnya isi ruangan tersebut, jika Sia bertanya kepada Gwen maupun Myria, mereka selalu mengatakan 'belum saatnya kalian tahu' lama lama itu membuatnya sedikit kesal. Karena Sia selalu merasa penasaran dengan apapun
Sia melihat kotak hitam di meja ruang kerja Gwen tersebut, dengan asal Sia mengambilnya dan mencoba membukanya, akan tetapi ternyata untuk membukanya harus mengetahui password nya, dengan sedikit kesal Sia keluar dari ruangan itu dan menembus masuk ke kamar adiknya, Ralis
"Ralis, apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Sia sambil merebahkan tubuhnya kasar ke kasur. Kasur disana terbuat dari bahan putih seperti dakron, dan dilapisi plastik lentur transparan sehingga dapat terlihat dalamnya, kasur tersebut bisa dinaik turunkan sesuka hati dan terasa sangat empuk
"Apakah harus aku jawab? Bukanya kau sudah tau?" Jawab Ralis dengan nada menyindir
"Sebenarnya aku hanya basa basi saja karena aku merasa bosan. Apakah kau tidak bosan?"
"Aku juga sangat bosan Sia. Seandainya ada dunia atau tekhnologi lain yang bisa aku buat" ucap Ralis
"Ah Ralis jika memang benar dunia lain itu ada. Bagaimana menurutmu?"
"Entahlah aku tidak terlalu tertarik, aku suka tempat kita, sepi dan damai, aku hanya ingin tahu tekhnogi lain saja"
"Yasudah kalau begitu kita minta sesuatu alat canggih yang membuat kita tidak bosan saja kepada Gwen, sesuatu yang bisa melakukan apapun yang kita inginkan, yang selalu...
"Sia lihatlah" potong Ralis cepat sambil memperlihatkan sesuatu yang habis dia lacak
Sia pun segera memperhatikan dinding di kamar Ralis dengan seksama
"Bukankah itu tempat ayah biasa melakukan penelitian Ralis? Apa yang kau lakukan?"
"Aku baru saja melacak dan membuka paksa program program di tempat tersebut dan aku menemukan sebuah teori tentang Time Traveller"
"Apa itu Time Traveller Ralis? Tanya sia penasaran sambil mendekat ke arah dinding
"Secara singkat bisa dibilang seseorang yang melakukan perjalan waktu ke dunia lain"
"Apa? Dunia lain?! Jadi dunia lain itu ada?"
"Aku pikir itu ada Sia, dan kemungkinan Gwen mengetahui hal itu"
"Kita harus pergi ke dunia itu Ralis, HARUS!" ucap Sia
"Kenapa kau begitu semangat Sia?"
"Ayolah Ralis, jika kita bisa menjadi seorang time traveller, itu menjadi petualangan menakjubkan kita, dan kau bisa menemukan teknologi teknologi baru yang kau inginkan Ralis" jawab Sia sambil berjalan mondar mandir sangat tertarik
"Kalau begitu, kenapa kita tidak cari tahu di ruangan Gwen saja?" Ucap Ralis sambil berlalu pergi ke ruangan Gwen
"Gausah ninggalin juga kali" ucap Sia pelan sambil mengikuti Ralis
Thanks for reading ❤
Aku minta vote, kritik dan sarannya ya
ESTÁS LEYENDO
Time Traveller
Novela JuvenilRank: #112 in scienefiction 25.10.18 #130 in scienefiction 01.11.18 #247 in scienefiction 31.10.18 apa yang kamu pikirkan tentang dunia paralel dan penjelajah waktu? Dunia ini sangatlah membosankan, namun tidak setelah dia menemukan 'bumi' dan berte...
