0°| Kesan Pertama

87 8 9
                                        

"We fall in love with the most unexpected person with the most unexpected time."

••••





Hari itu hujan.

Tetes-tetes air berjatuhan deras dari atap sekolah menuju tanah yang membuat aroma petrichor tercium.

Andira suka hujan, tapi dia bukan Raina. Dia juga enggak suka dipanggil Rain.


Disinilah dia, di depan balkon kelasnya. Jam telah menunjukan pukul empat sore, tetapi hujan menghambat jalan pulangnya.

Seharusnya dia menyalahkan hujan karena telah menghambat perjalanan pulangnya, tetapi entah kenapa dia hanya berdiri dengan mata terus menatap tetesan air tersebut.

Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari hujan, karena itu adalah fenomena alam yang bagi sebagian orang merepotkan. Dan terkadang, Andira pun berpikir demikian.

Namun, bagi Andira, disaat hujanlah waktu yang tepat untuk berpikir. Karena ketenangan yang ia dapatkan saat hujan dan aroma petrichor yang menusuk hidungnya membuat pikirannya terbuka.

Ia berbalik badan, hendak menyenderkan tubuhnya pada pembatas balkon, namun fokusnya terganti dengan seseorang yang sedang jalan hendak melewatinya.


Awalnya ia biasa saja. Tapi, saat laki-laki itu mendekat, seperti ada gemuruh di dadanya.

Laki-laki itu bahkan tidak meliriknya, tapi entah kenapa seperti ada sesuatu yang berbeda dalam dirinya.

Dia manis.

Ia tak tahu apa yang dipikirkannya, namun ia merasa laki-laki itu berbeda.



Baiklah, mulai sekarang ia mendeklarasikan bahwa ia menyukai laki-laki yang sedang membawa proyektor tadi.

•••

gimana gimana gimana
karna ini baru awal, hanya beberapa kata aja. seterusnya mungkin akan lebih banyak lagi

stay sama mereka ya :)

Querenciaحيث تعيش القصص. اكتشف الآن