SMA Negeri Produce One atau yang lebih dikenal dengan SMANPD-One adalah sebuah sekolah elit nan bersih.
SMA ini merupakan sekolah kebanggaan dan menjadi terfavorit dikalangan Masyarakat Indonesia.
Berkat kejeniusan dan kepintaran yang dimiliki murid-muridnya, SMANPD-One bisa mewakili Indonesia dalam “Kompetisi Sains Matematika” yang diikuti oleh seluruh dunia dan berhasil meraih juara ke-2 pada tahun 2017 silam.
Tahun ini, SMANPD-One membuka pendaftaran baru dalam situs online mereka.
Untuk bisa masuk ke sekolah tersebut harus memiliki skill khusus yang bisa dijadikan prestasi nantinya termasuk dalam bidang seni dan olahraga.
“Pokoknya gue harus jadi murid sekolah ini” Ucap seorang pria yang berada di kafe.
Ia menatap dengan intens layar laptopnya.
Yup, pria itu sedang membuka situs pendaftaran murid baru SMANPD-One.
“Haish~ gue lupa, kan, gue gak punya bakat...” Sambung pria itu dengan menepuk pantatnya.
Eee gadeng.
Jidad maksudnya.
Tak jauh dari pria itu, ada tiga orang gadis yang sepertinya sedang makan siang bersama.
Dilihat dari penampilannya, mereka berkelas.
“Huh~ bokap nyuruh gue buat sekolah di luar negeri” Ucap gadis yang memakai dress biru.
Kedua temannya menanggapi ucapannya barusan dengan cepat.
“Terus, lo terima?”
Gadis itu menggeleng.
“Yaiyalah gak, gue pikir belum saatnya buat sekolah di luar...dan... gue juga masih belum terbiasa pisah ama bokap nyokap” Jawabnya.
Jawaban gadis itu langsung mendapat empat jempol dari dua gadis di hadapannya.
“Gue setuju ama pemikiran lo, Vy,... gue pikir juga sekolah yang ada di Indo gak kalah hebat ama sekolah luar”
Gadis dengan rambut kucir kuda mulai bercerita dengan semangat.
“Asal lo tau, SMA Negeri Produce One tahun lalu memenangkan KSM tingkat internasional”
“HA? Beneran?” Ucap Ivy ternganga.
“YA! (HEI!), tutup mulut lo sebelum dimasukin gajah” Celetuk Jihyun asal.
“Lalat, ogeb!” Sahut Seulya nge-gas tapi Jihyun tak menghiraukannya.
“Lo mau gak sekolah di sana ama kita kita?”
Jihyun bertanya sambil mengangkat-angkat keningnya yang kemudian diikuti oleh Seulya.
“Hem... Terserah deh" Jawab Ivy kurang berminat menjawab pertanyaan temannya itu.
Tak lama setelah perbincangan ketiga sahabat itu, listrik diseluruh kota tiba-tiba saja padam.
Pria yang sedang menggunakan Wi-Fi yang ada di cafe tersebut terpaksa harus mengakhiri kegiatan streaming-nya di Youtube.
“Bangsul! pake mati segala!”
Guanlin, pria itu mengumpat.
Ia lalu menutup laptopnya dengan agak keras, memasukkannya ke dalam tas, kemudian beranjak pergi dari situ.
YOU ARE READING
MATA + Lai Guan Lin✔
Fanfiction"Bodo amat, intinya jalan itu pake kaki bukan pake mata.titik" - Guanlin ✏[230918]
