Chanwoo menatapku tajam dan dingin. Sebenarnya aku takut tapi aku mencoba tidak takut dihadapannya.
"Kau bilang akan membeli buku, kan? Bukan pergi ke cafe dengan Hanbin hyung yang statusnya sebagai mantan kekasihmu." Ucap Chanwoo dingin masih dengan tatapan tajam nya.
Sungguh aku takut melihatnya. Kuarahkan pandanganku ke arah lain.
"Kan, sudah aku bilang itu tidak kesengajaan." Ucapku tetap membantah.
"Tatap aku Kim Y/N."
Aku tidak menggubrisnya.
"Kim Y/N." Ucapnya tegas.
Suasana di kamar Chanwoo semakin panas saja.
Aku melihat kearah nya tapi tidak tepat di mata nya.
"Apa?" Jawabku tak kalah datar.
"Kau pergi berkencan dengan Hanbin, huh?!" Chanwoo mulai meninggikan suaranya.
"Aku sudah bilang itu ketidak sengajaan. Saat aku hendak pulang dari toko buku, Hanbin melihatku. Dia mengajakku berbicara sebentar di kafe. Dan dia~" Aku hampir tidak sengaja mengatakan suatu rahasia.
Hanbin memang tidak macam macam padaku. Tapi dia memintaku kembali padanya.
Dia meninggalkan ku secara sepihak karena dia menemukan wanita lain. Saat itu statusnya masih menjadi kekasihku.
Hatiku benar benar hancur saat itu. Setelah itu datang Chanwoo yang statusnya adalah teman satu grup Hanbin bernama iKON.
Chanwoo yang membuatku kembali merasakan cinta lagi. Chanwoo yang membuatku merasakan kasih sayang lagi.
Dia menyatakan cinta padaku sejak sebulan setelah aku putus dengan Hanbin. Dan hubungan kami sudah berjalan dua tahun.
"Dia apa, huh?" Tanya Chanwoo datar.
Chanwoo itu possesiv, pencemburu, tegas, tidak mau dibantah, peduli, dia akan melakukan apapun untukku, dia penyayang dan dia tidak pernah bermain tangan denganku saat dia marah, tidak ada yang bisa berbohong dengannya, dia juga bisa membaca pikiran orang jika dia sedang menatap orang itu dengan intens.
Paling dia hanya meninggikan suara dan suaranya menjadi dingin disertai tatapan tajamnya.
Aku hanya diam.
"Kim Y/N tolong jawab pertanyaan ku."
"D...dia mengajakku kembali padanya." Ucapku pelan.
Chanwoo diam dan menghela nafas.
"M...Maaf."
"Apakah kau menerimanya?"
"Tentu tidak." Jawabku spontan.
"Kau yakin tidak ada yang lain?"
Sudah kubilang dia tidak bisa dibohongi.
"D...Dia akan berusaha merebutku darimu." Ucapku hati hati.
Tepat saat itu ponselku berbunyi, dan tertera nama Hanbin disana.
Saat aku ingin mengangkat nya. Chanwoo dengan sigap mengambil ponselku dan melemparnya asal. Tenang aku tidak masalah jika ponselku rusak.
Aku sedikit terkejut melihat kelakuannya.
"Apa yang kau lakukan?"
"Aku tidak suka kau berhubungan dengan pria lain selain diriku. Entah itu telepon atau secara langsung."
Chanwoo diam sebentar.
"Setelah ini ganti semua nomermu dan jika kau ingin pergi keluar, kau harus pergi bersamaku." Lanjut Chanwoo tegas.
Aku hanya mengangguk pasrah. Percuma saja kan aku membantah.
Dia melembutkan tatapannya dan menarikku dalam pelukannya.
Aku terkejut tapi setelah itu aku langsung membalas pelukannya.
"Tidak ada yang boleh merebut milikku. Jika dia berhasil merebutnya aku tidak segan segan membunuhnya. Mau Hanbin atau siapapun." Ucap Chanwoo yang membikin aku merinding.
"Jauhi mereka yang menyukai dirimu dalam artian cinta." Lanjutnya.
"Kau mengerti, hmm?"
Aku hanya mengangguk.
"Good girl. I love you my sweet rabbit."
Aku semakin mengeratkan pelukanku sebagai jawaban.
Bagaimana pun aku akan tetap mencintaimu Jung Chanwoo.
______________________________________
Sorry, if it's too short and not connected:)
Please voment:)
~Author Lin.
😘😎
YOU ARE READING
IMAGINE WITH K-POP IDOL❣❣
FanfictionStory of imagination with idol K-pop. If readable read please open and read do not forget voment. Sorry if it does not match your expectations❣❣❣???????????? ~Sesuai keinginan author:v
