Pinky Promise 1

179 10 10
                                        

Hai!

Omong-omong, ini oneshoot pertama yang saya publish di Wattpad. Awalnya emang nggak mau di publish, pengin saya simpan sendiri aja di note. Tapi suatu hari teman saya ada liat-liat note terus nemu cerita ini.

Katanya dia suka, minta saya buat publish di Wattpad :).

Sebelum kalian baca cerita ini, kalian harus tahu bahwa ide cerita ini sebenarnya dari teman saya—Adinda Kurniati—yang luar biasa keren. Lalu saya kembangkan menjadi cerita dan akhirnya terciptalah Pinky Promise.

Saya bagi cerita ini ke dalam beberapa bab supaya nggak terlalu panjang. Soalnya pusing aja kalau kepanjangan tulisannya, ya, kan :( Gak usah banyak cing-cong, deh, ya.

So, this is Pinky Promise.

Semoga kalian suka, ya!

Happy Reading

"Kenapa bawa aku kesini, Ta?"

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Kenapa bawa aku kesini, Ta?"

Tanya Kiano, atau kau bisa memanggilnya dengan sebutan Kia. Nama singkat yang Atha berikan pada Kiano, sahabatnya. Iya, Athaya dan Kiano sudah bersahabat sejak kecil. Alasannya karena kedua orang tua mereka bersahabat, dan lucunya mereka menempuh jalan yang sama. 

"Karena Atha gak suka kalo ada cewek yang deket-deket sama Kia. Kalo Kia tanya kenapa, Atha juga gak ngerti. Atha selalu kesel kalo ada yang deket-deket sama Atha." Atha berkata jujur dengan apa yang ia rasa. Memang begini adanya, walaupun Atha dan Kia hanya bersahabat, tetap saja Atha tidak suka.

"Terus?" Kia menaikan satu alisnya menatap Atha. Gadis itu merogoh saku rok merahnya, mengeluarkan dua buah benda berbentuk bundar berwarna perak dari dalam sana.

"Tangan Kia mana?" Kia langsung memperlihatkan tangannya di hadapan Atha. Yang tanpa diduga-duga ia menyematkan sebuah cincin di jari manis Kia.

"Kia mau, kan janji sama Atha?"

"Janji apa?"

"Kia harus janji sampe kapan pun gak akan ninggalin Atha. Atha juga gak akan ninggalin Kia. Kita harus janji akan terus sama-sama sampe tua." keinginan terbesar Athaya selain selalu dekat dengan Kia, Atha juga ingin selalu bersama dengan laki-laki itu. Tidak peduli apapun.

Athaya hanya ingin Kiano.

"Kia gak akan ninggalin Atha. Tenang aja." kata Kia, dia tersenyum ke arah Atha yang diam-diam hatinya menghangat.

"Atha mau, kok nikah sama Kia." Atha berkata lugas, jelas, dan bersemangat. Atha tahu, ini terdengar aneh bahkan untuk Kia sekali pun. Namun keinginan Atha untuk memiliki Kia sangatlah besar.

Saat ini Kia tertawa. Dia tidak mengerti dengan apa yang Atha pikirkan. Sahabatnya itu tidak terduga, terkadang membuat Kia bingung, terkadang juga membuat Kia bahagia.

"Kenapa mau nikah sama Kia?" tanya Kia, tangannya bergerak menjumput rambut Atha dan menyematkannya di belakang telinga gadis itu.

"Atha mau sama Kia terus. Kia mau, kan?"

"Iya, Kia mau." mendengar jawaban Kia, Atha sangat bahagia. Dan berharap bahwa akan tercapai di masa depan.

"Promise?"

Kia tersenyum, dia mengambil cincin satu lagi yang Atha pegang. seraya memakaikan Atha cincin yang sama dengan yang Atha pakaikan padanya, Kia menjawab,

"Pinky promise."

PINKY PROMISEStories to obsess over. Discover now