Bab 1

125 5 0
                                        

Trey menghempaskan tubuhnya di kursi kekuasaannya.

Tok..tok..tok..

"Masuk."

"Maaf Mr wreathall ini beberapa dokumen yang harus anda tanda tangani." Emma sekretaris Trey terlihat menyerahkan setumpuk map penting di meja Trey.

"Jika Daniel sudah datang langsung kau suruh ke ruanganku."

"Baik Mr wreathall" jawab Emma sambil menganggukan kepala.

Pintu di ruangan Trey seketika terbuka, tampak pria tampan masuk dengan santai. "Brengsek Daniel.. Jika kau masih menginginkan tanganmu utuh sebaiknya kau mulai belajar mengetuk pintu."

"Trey mengapa mulut mu tidak bisa mengucapkan sesuatu yang manis.. sebaiknya kau harus belajar untuk berkata-kata yang manis mulai dari sekarang."

"Aku harap ini berita penting Daniel .. Jika tidak aku akan melubangi kepalamu."

Daniel adalah sahabat Trey.. Mereka bersahabat sejak kecil. Daniel tidak mempunyai saudara kandung, jadi dia Sudah menganggap Trey seperti saudaranya sendiri.

"Woah.. Woah.. Woah.. Santai Trey karena ini berita yang pasti bisa mengejutkan mu."

"Cepat katakan."

"Berlian ada di London."

Seketika jantung Trey seakan berhenti mendengar nama itu. Tapi Trey tetap berusaha untuk tenang dan tidak bergeming sedikit pun.

"Apakah aku mengenal nya?"

"Oh ayolah Trey... Jangan berpura-pura bodoh. Kau jelas mengetahui siapa yang aku maksud. Lagipula tidak ada manusia di negara ini atau di negara eropa lain nya, amerika, maupun di kutub utara yang bernama Berlian. Itu nama orang Asia, tidak maksud Ku nama orang Indonesia, walaupun aku yakin hanya ada beberapa orang yang bernama Berlian disana."

Ya, nama yang indah.. Nama yang selalu menggangu pikiranku nama yang aku sukai tapi juga yang aku benci, pikir Trey.

"Jangan menyebut nama itu lagi karena itu membuat ku muak."

"Well aku sudah menduganya wanita itu masih menghantui hidupmu." Jawab Daniel tersenyum penuh kemenangan.

Trey bertanya dalam hati apa yang membuat iblis kecil itu kembali ke London?

One Night with The EnemyWhere stories live. Discover now