1

21 2 0
                                        

" Anjir besok pelajaran bu menor lagi! Malah dasi gue ilang, sialan! "

   Namanya novelo grey, laki-laki dengan wajah lumayan, yang sedang sibuk memaki-maki

" Lagian kenapa guru bk harus bu menor!? Kenapa ga bu kenice aja!? " Dumel novel

   Laki-laki ini sibuk mengobrak-abrik kamarnya demi mencari barang bernama dasi, sebenarnya besok bukan hari senin yang mengharuskan muridnya menggunakan dasi

   besok adalah hari Jum'at dimana itu adalah hari yang paling tenang dari hari yang lain, namun tidak untuk anak kelas novel, jum'at adalah hari yang paling sial bagi mereka, salahkan pelajaran bk yang di ajar oleh ibu hana

   Bu hana selalu mengharuskan ketika pelajarannya berlangsung, anak-anak wajib menggunakan dasi dengan baju rapi tentu saja, dan itu menjadi musuh bagi novel ditambah lagi bu hana yang tidak punya hati dalam menghukum semakin menambah rasa kesal novel

" Ya udahlah, pasrah aja gue mau diapain ama bu menor, selama gue ga di pedoin mah gapapa " Ucap novel pasrah sambil membaringkan tubuhnya dikasur kingsize berdominan hitam itu

   Novelo itu laki-laki yang memang cepat pasrah, apalagi kalau sudah bersangkutan dengan guru kesayangannya bu menor, tidak bu menor itu bukan nama asli sang guru itu panggilan kesayangan dari novel untuk sang guru tercinta.

   Beberapa saat terdiam akhirnya novel bergerak menuju meja belajarnya dan membuka buku diary yang terlihat sudah lama

" Gua bingung vel, kenapa disaat gua berusaha menjadi ganti lo, hati gua terus memerintah gua buat berhenti "

   Novelo memandang diary itu dengan pandangan yang sulit untuk ditebak

" Asli, gua capek terus jadi lo depan mamah dan papah vel, boleh ga gua ingkar janji gua ke lo? "

    Novelo menutup diary yang berisi foto dua bocah laki-laki itu kemudian meletakkannya dirak buku yang mungkin memang khusus untuk buku itu, karena ya hanya buku itu yang terdapat dalam bagian rak itu

   Novel kembali menuju kasurnya dan merebahkan asal tubuhnya disana

" Izinin gua istirahat vel " Lirihan itu menjadi ucapan terakhir novel dimalam itu sebelum ia tenggelam dalam dunia mimpinya

                              nG

" untuk anak yang tidak mengenakan dasi dipersilahkan maju kedepan " ujar suara tegas mengisi kesunyian kelas itu

" novel maju novel~ " ujar seorang laki-laki putih meledek

" anjir lu ah! " tanpa menunggu godaan teman untuk kedua kalinya, novel langsung saja maju ke depan di mana guru kesayangannya berdiri indah bak model

   novel jalan ke depan dengan lunglai, dia sungguh malas dengan acara
' mari mendengar pencerahan bu menor tercinta ' yang akan dia dapatkan setelah ini, sungguh dia melihat wajah bu menor saat ini ingin sekali ia menjadi kepala sekolah satu hari lalu memecat guru ini, wajahnya menyebalkan.

" baiklah, diantara 32 murid yang berada disini kamu satu-satunya murid pelanggar aturan yang telah saya buat novelo grey? " suara itu, benar-benar mengundang novel untuk membeli lakban sekarang

" oh ayolah bu, sekarang hari jum'at seharusnya ibu memerintah kami menggunakan kerudung dan kopiah bagi muslim bukannya malah dasi " jawab novel sangat tidak sopan

" kamu melawan saya!? " ucap bu menor emosi

" saya bukan ngelawan ibu, saya hanya memberi tau kebaikan kepada ibu, baikkan saya? " jawab novel santai

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 18, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Novelo GreyWhere stories live. Discover now