I'm fine...
But
Save me.
I'm fine
.
.
.
.
Hosh...
Hosh...
"Sunbi-ah! Ayo pergi ke kantin bersamaku!" seruku sambil berlari lalu merangkulnya.
Bruk!
Ia melepas rangkulanku lalu mendorongku hingga terjatuh kelantai.
"aku bilang kepadamu...... Jangan pernah bersikap akrab denganku lagi! Kau hanyalah gadis miskin tak berguna! "
Aku tak bisa berkata apa-apa lagi.
Bahkan orang yang selama ini ku anggap sebagai sahabat dan orang terbaik di kehidupanku bersikap seperti ini.
Walau sebenarnya ia tak pernah tahu apa latar belakang keluargaku.
Walau sebenarnya kedua orangtuaku adalah pengusaha terkenal.
Namun, ku akui bahwa keluargaku sangatlah hancur.
"Lebih baik kau jangan pernah berbicara kepadaku lagi... Atau jangan pernah anggap diriku pernah mengenalmu." ucap sunbi lalu pergi meninggalkanku.
•°•°•°•°•°•
Hiks...
Hiks...
Sudah hampir satu jam aku berada di toilet sambil menangis.
Byur
Seember air tumpah membasahi seluruh tubuhku.
"Hahahaha" suara tertawa beberapa gadis terdengar dari balik pintu.
"Bagaimana rasa air pel itu bodoh? Hahaha" terdengar juga suara tepuk tangan dari mereka karena bahagia membullyku?
Dan aku tahu persis suara siapa itu. Sunbi.
Aku menarik gagang pintu, berusaha membuka pintu itu. Tapi tak bisa.
"Coba saja buka pintu itu... Aku rasa mau bagaimanapun kau tak bisa membukanya!"
"Hahaha, lebih baik kita pergi daripada menemaninya di sini." ucap seorang temannya.
"geurae! Bagaimana kalau kita pergi ke toko kosmetik? Hari ini mereka meluncurkan kosmetik terbaru!!" seru yang lainnya lagi.
"setuju! Ayo kita bersenang-senang! "
Lalu tak ada lagi suara mereka, aku rasa mereka sudah pergi.
Aku terus berusaha membuka pintu itu dan mendorongnya berkali-kali.
Akhirnya aku menyerah, lalu menekuk kedua lututku dan memeluknya.
Dan kembali menangis kembali.
"dowajuseyo!" teriakku.
"dowajuseyo! Jebal..."
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm Fine.
FanfictionDiriku baik-baik saja. Namun tidak dengan hati dan hidupku yang menyedihkan ini. I'm fine but save me. •aacf97 •겨울 밤 • @phoenixcyxx 🎬 October 8 ,2018.
