Senin, 13 Agustus 2018
[12.00 WIB]
Ku langkahkan kakiku ke mushola As syifa. Waktunya makan siang. Jadi mampir dulu ke kantin. Makan somay gak pake bakso.
Tatapanku tertuju pada sosok misterius itu. Yang di ujung sana. Yang lagi makan mie ayam itu. Ah, tamvan sekali. Hmm. Bukan, bukan tampan. Tapi seksi. Uwh, syalalala~
[12.45 WIB]
Adzan zuhur berkumandang ,tapi somaynya belum habis. Habisin dulu nanti nasi nya nangis.
[12.44 WIB]
Antrian wudhu sudah biasa terlihat. Apalagi saat saat seperti ini. Mereka teman temanku harus masuk lab jadi harus on time dan tak boleh telat. Jika telat? U know lah. Skor pretest dikurangi atau tak boleh praktikum.
"woy. Uda siap? Cepat nanti telat" teriak teman ku.
"aku ga ada jadwal praktikum hari ini."
"aelah :v ... Luan lah ya"
Air wudhu memang menenangkan. Dibuatnya wajah kita berseri-seri. Indah. Tak repot- repot pakai bedak ini itu, cukup niat berwudhu dan air suci menyucikan.
Setelah menunaikan shalat zuhur, aku duduk di teras mushola. Kamus saku dorland yang sebenarnya tidak muat di saku menjadi teman setiaku. Banyak istilah yang harus kupahami sebelum semuanya terlambat.
Menjadi tenaga medis tidaklah gampang, memahami ilmu yang kompleks dan belajar sepanjang hayat adalah resiko yang berat. Terlihat sangat susah, tapi aku percaya semua terbayarkan dengan seseorang berkata " makasih banyak, dok". Ya, suatu saat nanti. :')
[13.45 WIB]
" Aishaaa... "
Sontak ku terkejut, seseorang memanggil namaku. Ku berbalik arah ke sudut pintu mushola. Seseorang berwajah tamvan itu dengan jas lab tertulis nama " FAHRI" .
Bagaimana dia tahu namaku. Kenalan saja tidak pernah.
" Dipanggil komting ke PBL, ada urusan penting"
Aelah. Kirai mau ngajak dinner ke Keude Kupi.
" woy, ngelamun aja" dia tersenyum.
Aaaaa jangan senyum dong. Aku ga kuat.
" eh iya iya. Makasih ya. "
Selasa, 14 Agustus 2018
[08.05 WIB]
" Eh . Tau ga si Fahri? " Titi si cantik jelita nan rupawan bertanya. Ya, dia wanita tercantik 17 kali cantik sekampusku.
" kenapa emang?"
" kemarin dia perhatian banget ke gua. iiiiih gemesh. "
"Lu suka sama dia? "
" hmm.. Haha... Kepooo ih"
" yaudah gausah jawab -_- "
"iya iya. Menurut lo, gua cocok ga sama Fahri? "
Seketika petir menyambar, angin berhembus kencang, dedaunan beterbangan, awan bergemuruh, tanah bergetar, dan jangkrik terdiam.
</3
Itu simbol yang pas.
Semenjak itu , aku berhenti menyukainya. yaiyalah. Dia lebih cantik dari aku.
Kalo kamu nyari yang cantik, aku mundur. Tapi kalo kamu nyari yang setia, aku paling depan.
Eaaaak...
TAMAT. YEAY!
ŞİMDİ OKUDUĞUN
KENTUT
Korku[Aisha, gadis berusia 17 tahun mengalami hal yang tak terduga. Untuk pertama kalinya dia jatuh cinta. Malu untuk diungkapkan namun susah untuk ditahan. Kayak kentut.]
