Jenny baru saja menyelesaikan aktivitas baking hasilnya enam buah muffin coklat yang dia simpan di tupperware. Dia menuju kamarnya untuk beristirahat karena kantuk yang menyerang.
Jam menunjukkan pukul dua siang. Lisa -adik Jenny- masuk dengan wajah sumringah. Dia baru saja mendapat kejutan besar yaitu video dance covernya mencapai target viewers dengan waktu kurang dari dua jam.
Berbeda dengan Jenny yang seorang penulis dan ilustrator yang selalu dikejar deadline. Lisa seorang YouTuber dance cover. Jika Lisa penuh dengan kebahagiaan dan sangat berisik maka Jenny sebaliknya, dia pendiam dan memiliki aura suram.
"Kak Jejen masak apa ya?" Lisa menuju dapur dan memeriksa seluruh isi dapur.
"Kak Jejen gak masak?" Lisa cemberut.
"Ya udah gua masak sendiri" lanjut Lisa sambil membuka pintu kulkas.
"Anjir, percuma gua buka kulkas lah gua kan gak bisa masak?" Lisa menutup kasar dan melihat tumpukan tupperware dihadapannya. Pandangannya jatuh ke tupperware ungu yang tersembunyi.
"Wih enak nih, manis-manis kayak gua" Lisa langsung melahap muffin coklat tanpa menyisakan sedikitpun.
"Alhamdulillah, emang yang namanya rezeki gak bakal kemana"
#
Lisa asyik membaca webtoon kesukaannya setelah makan malam yang hening bak kuburan tua. Tiba-tiba Lisa merasakan aura menakutkan dari belakangnya.
"Ya allah ampunilah dosa-dosa hamba. Ya allah jauhkan hantu yang dibelakang.Gu- Aku janji gak bakalan bikin ribut lagi" Lisa terus berkomat-kamit sambil perlahan memutar badannya.
"Bazeeeengg!!!"
.
.
.
.
Lisa menatap Jenny kesal. Ternyata yang memiliki aura menakutkan adalah kakanya yang tertutup.
"Seneng banget lu nakutin adek sendiri. Hampir aja jantung gua copot njir" cerocos Lisa kesal
Jenny tetap berdiri di ambang pintu dan menyingkirkan anak rambutnya.
"Kamu makan muffin kakak?"
Lisa berpikir sejenak dan menjentikkan jarinya.
"Iya, Loh itu punya Kak Jejen?"
"Kamu belum bilang kakak"
Lisa cengengesan sambil menggaruk lengannya.
"Hehehe sorry, habis gua lapar"
Jenny menunduk dan meremas ujung jaketnya.
"Anu- apa enak?"
Lisa kembali terdiam dan menatap sosok didepannya yang menunduk sambil membenarkan letak kacamata bulatnya. Sepintas ide jahil muncul di benaknya.
"Menurut gua muffin nya gak enak, ada yang sedikit gosong, ada yang pahit, eh. . .ada juga yang keras kayak batu. Masak iya gua makan batu?" Lisa memasang wajah polosnya.
Jenny terdiam, pandangannya kosong. Sambil tersenyum lebar Jenny mengesampingkan anak rambutnya, tawanya terdengar datar dan menakutkan. Fakta satu Jenny tak pernah tertawa kecuali tertekan dan merasa rendah.
"Hahaha muffinku tidak enak'
Lisa yang belum membaca situasi menambahkan "kakak gak cocok jadi chef"
"Oh begitu? Aku gak cocok jadi chef. . . aku gak cocok" Jenny menuju kamarnya sambil tertawa hambar terkadang bergumam "aku gak cocok jadi chef"
Lisa mengejar Jenny, dia merasa takut dan pastinya merasa bersalah.
"Eh, K-kak Jejen cocok kok jadi chef" Lisa panik saat raut Jenny 'madesu'
"Masakanku gak enak" gumam Jenny.
"Enak kok kak enak. Buktinya aku habisin" Lisa menahan Jenny yang mau membuka pintu kamar.
"Kak, gua bercanda udah gak usah dimasukin hati" ucap Lisa pelan.
"Kakak gak cocok jadi chef, masakan kakak gak enak. Besok kamu masak sendiri kakak merasa tak pantas untuk menyentuh alat dapur" Jenny memutar kenop pintu sebelum menutup Jenny menatap Lisa.
"Terimakasih atas pujiannya lain kali kakak akan menjadi kakak yang baik" lanjut Jenny.
Klap
Lisa mematung, pikirannya melayang.
"Kakak gak masak? Terus siapa yang masak?"
"Mama, salah gua apa sih kok jadi gini?!!!!"
YOU ARE READING
Kakak Adek [Jenny&Lisa Daily Life]
FanfictionKehidupan sehari-hari Jenny dan Lisa yang absurd. ➡ Terselip kata-kata kasar 🔞 ➡ Alur acak ➡ Tokoh dapat bertambah seiring jalan cerita ➡ Update acak
![Kakak Adek [Jenny&Lisa Daily Life]](https://img.wattpad.com/cover/158635531-64-k235080.jpg)