#1....Trouble Maker

36 6 1
                                        

HappyRead♡

~~~~~~~~~~

"Ya, aku baik-baik saja"

    Hanya itu yang dapat kamu ucapkan, disaat aku berusaha ingin mengerti dengan keadaanmu dan ingin membantuMu. Aku tahu apa yang sedang kamu rasakan. Berada di tengah-tengah para pembuli di sekolah, tentunya sangat menyiksa.
   
     Aku melihatmu, tersandar di dinding belakang sekolah. Aku tau, kau baru saja mendapatkan  perlakuan tidak adil dari 'mereka'. Nampak pada pakaianmu yang kotor, terdapat beberapa sobekkan dan beberapa luka goresan kuku di tanganmu.

'Mereka' menyakitimu!!
   
     Aku berniat untuk membantuMu. Tapi, aku terlalu takut kalau nasib ku nantinya juga bisa sama denganMu. Apalah dayaku, aku hanyalah seorang pria kutu buku yang pada perempuan pun tak berani. Ku lihat kau berusaha bangkit, tak jarang kau mengerang kesakitan karena beberapa luka yang kau dapatkan.

"Ohh .. Ayolahh.. aku harus membantunya!" Batinku.

Tunggu dulu, ia berusaha bangkit lagi. Itu membuatku sangat menyukainya!! Karena tak sedikit pun ia menyerah
  
     Dia perlahan melangkahkan kakinya dan berjalan masuk ke Toilet sekolah. Tak sedikit pun ia merasa risih dengan tatapan murid lain padanya, yang mungkin mengangapnya wanita lemah. Tapi, ia tidak peduli sama sekali, yang ada pada pikirannya saat ini adalah "ingin membersihkan pakaiannya". Tentunya aku tidak bisa ikut masuk membantu membersihkan bajunya, mengingat itu adalah Toilet khusus Wanita dan hal itu juga mustahil untuk dilakukan.

 "Apa yang sebenarnya yang sedang ia lakukan. Kok lama banget ?" Kataku dalam hati.

    Beberapa murid yang lewat, bahkan menatapku penuh curiga. Bagaimana tidak. Untuk apa coba, seorang Pria berdiri di depan Toilet Wanita dan sambil bercerita sendiri seperti orang yang kurang waras. Mungkin karena sibuk dengan tujuanku sendiri, sehingga tatapan mereka sama sekali tidak menggangguku
   
    Tak berselang lama setelah murid yang lain lewat, ia keluar. Tapi tunggu. Tatapan itu, raut wajahnya.

"Ada yang Aneh!" Batinku.
 
       Ia terus berjalan sambil melangkahkan kakinya dengan pasti, apa yang terjadi dengan langkah kakinya. Terlihat seperti ada yang ingin dia lakukan. Dia terus bejalan dan aku pun terus mengikutinya dan tanpa sedikit pun memalingkan pandanganku darinya.

   "Aku mengenal arah jalan ini. Bukannya ini jalan menuju atap sekolah ?. Ohh tidak!!. Aku harus mencegahnya. Jangan sampai hal itu terulang lagi di sekolah ini"

      Aku terus mengejarnya, berusaha untuk mengimbangi langkah kaki ku dengannya dan membuat jarak agar dia tidak menyadari kalau aku sedang mengikutinya.

     Benar dugaan ku, dia ingin melakukannya. Dia menaiki pagar pembatas dengan menggunakan kursi yang entah dia dapatkan dari mana.

"Ohh Ayolahh... ini adalah saatnya" Batinku

     Dengan cepat, aku berlari dan berusaha menariknya agar ia tidak melompat dari gedung sekolah. Dapat!!. Aku menarik tanganNya kemudian ia terjatuh dan dengan cepat aku menangkapnya sehingga ia jatuh dalam pelukanku.

    Ia terlihat sangat frustasi dan sangat bingung. Apa yang harus ia lakukan saat ini. Tak ada jalan lain baginya sehingga ia pun memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

    Ia memandangiku dengan tatapan yang begitu sendu. Aku tahu dia takut dan sangat kesepian.

"Tenang saja, ada aku. Aku akan selalu menjadi temanmu dan akan berusaha melindungimu" kataku sambil memeluknya. Mencoba memberikan kenyaman padanya.

    Ku lihat air matanya terjatuh. Itu cukup membuatku kaget. Karena, baru sekarang aku melihat ia menagis. Selama ini, aku melihat seorang wanita tangguh tapi, apa yang saat ini aku saksikan adalah wanita yang sangat lemah dan tak berdaya.

    Dan sejak kejadian itu, aku berniat untuk terus melindunginya.

    Begitu lama ia terus menangis dan lebih membenamkan kepalanya di pelukanku. Setelah ia merasa cukup tenang, ia pun melepaskan tangannya dan menghapus air matanya. Kemudian menatapku.

"Maafkan aku, karena aku menangis terlalu lama. Sehingga membuat pakaianmu basah dengan airmata ku."

"Tidak apa-apa. Setidaknya aku berhasil mencegahmu untuk menjadi hantu di sekolah ini." Kata ku sambil mengacak rambutnya.

   Tersirat sebuah senyuman diwajahnya karena kalakuanku.Aku pun menarik tangan ku kembali dan menatapnya. Entah kenapa senyumnya membuatku sangat bahagia.

    Semenjak kejadian diAtap sekolah, Aku dan Dia lebih sering bersama. Oh ia. Kenalin gue Christian panggil aja Chris, anak kutu buku tapi cukup Populer di sekolah dan 'Dia' yang sedang ku ceritakan, namanya adalah Clarisa panggil aja Risa, anak yang lumayan Cuek, Pinter, Cantik dan selalu menjadi Korban Bullying di sekolah oleh sekelompok Cewek nakal yang sangat di takuti di sekolah. Mereka adalah Putri(si Tomby), Vany(si pembuat onar) dan ketuanya Saras(Perempuan cantik yang hobinya bertengkar sama anak Cowo)

     Gue juga bingung kenapa peristiwa ini tidak pernah ketahuan. Mengapa tidak, setiawp Korban dan Siswa yang memergoki mereka sedang menyiksa 'Korbannya', Siswa tersebut akan diAncam bahkan sampai di ancam untuk di bunuh.

☆☆☆☆☆

Voment please...🙏
Thank you...🙌

The MAGIC INKHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora