Aku tengah berada di padang tandus.
Bersama angin yang berputar mengelilingiku.Membawa semua sisa-sisa kehidupanku yang ada.
Sedangkan nun jauh disana ada air yang bisa menolong hidupku.
Apakah aku sanggup menarik akarku keluar dan mengejar air di sana.?
Pilihan mana yang harus kupilih.
Pasrah kepada angin yang membawa benih benih diriku, dan berharap agar ia menjatuhkannya di dekat air dan hidup kembali di sana.
Atau mengabaikan angin, melanjutkan keinginan ku mengejar air dengan harapan masih hidup ketika sampai di sana.
Karena nyatanya jika aku tidak berhasil mencapai air dalam keadaan hidup,
bisa saja aku tidak akan hidup kembali.
YOU ARE READING
Antara Angin, Bunga, dan Air
Teen FictionAku bunga, makhluk paling indah di Bumi. Aku sangat tidak bisa dipisahkan dengan air. Namun, ternyata tanpa kusadari Anginlah yang membantuku bangkit selama ini.
