Malam hari seperti biasa. begitu tenang mengiringi rumah dimalam hari. Sayup-sayup terdengar suara jangkrik memecah keheningan malam, sesekali burung malam melintas dilangit menari-nari diangkasa. Udara terasa dingin menyegarkan. Langit cerah dihiasi bintang-bintang bertebaran menemani raja malam yang tengah menyinari dunia dengan cahayanya.
Seekor rubah tengah berjalan melintasi lingkungan kota tokyo sekedar mencari angin malam dengan santainya tak menanggapi tatapan orang-orang yang menatapnya takut dan benci. 'Memang benar di jepang terdapat mitos kitsune rubah pembunuh yang sangat dijauhi tak ada yang berani mendekat tapi..... Bukan berarti semua kitsune sama hanya mereka kaum yako yang melakukan hal sekeji itu tapi kami kaum inari tak akan melakukan itu' batin miya yang sekarang berada pada wujud rubahnya.
Setelah merasa lelah Miya yang merupakkan rubah yang sedang melintasi kota tadi berjalan kearah rumahnya yang ada didalam lebatnya hutan.
Terus berjalan.... Terus berjalan.... Terus berjalan.... Terus berjalan....
Itulah yang dilakukan miya mengabaikkan firasat anehnya. Miya menghentikkan langkah mungil dari wujud nya yang sekarang saat kaki-kaki besar itu menghadangnya.
Tiga orang dewasa dengan senjata berbeda itu memandang sinis rubah dihadapanya "hey lihatlah kitsune yang sedang menyamar " ucap seorang lelaki tua yang memegang sebuah pistol dengan gaya angkuhnya "hm.. Hm.. Kamu benar Roger aku harap dia belum membunuh banyak manusia" tanggap pria disebelahnya "kalian banyak bacot! Sekarang kita cepat habisi dia sebelum dia yang membunuh kita "ucap pemuda yang sedari tadi membersihkan tombak saktinya dengan sapu tangan "iya... Iya Moskov sabar dikit kek"ucap Yi shun shin malas sedikit mengeluh
Setelah berbincang bincang akhirnya mereka berhenti dan kembali fokus pada sosok yang mereka dapatkan.
Roger mulai memasukkan peluru kedalam senapanya dan mulai menembak tapi dengan mulusnya dihindari oleh Miya 'dari pada meladenin mereka sebaiknya aku pulang saja ' batin Miya berfikir ia berlari menghindar dan melompat kedahan pohon untuk bersembunyi "heh... Pengecut cepat turun makhluk sialan" ucap Moskov sembari melempar asal tombaknya "tenanglah Moskov tombakmu itu gak berguna disini " ucap Roger dan menembak ke arah dahan satu persatu dahan pohon itu jatuh menyisakan dahan pohon yang terakhir seringai tipis terukir di bibir roger dia lanjutkan aksi menembaknya dan...
Door..
Suara tembakan terakhir Roger membuat Miya hampir menyentuh tanah jika tidak segera ditangkap seorang anak kecil "heh.. Bocah cepat berikan rubah itu " suruh Yi shun shin dengan angkuh dan memaksa "nggak akan!"ucap anak tadi sedikit berteriak sebelum akhirnya pergi menghilang dari pandangan "akh... Gagal mana tuh bocah hilangnya cepat sekali "keluh Moskov sedikit frustasi
.......
Seorang anak kecil tengah berlari sembari memeluk erat rubah yang ada digendonganya berlari secepat dan sekuat tenaga masuk kedalam hutan setelah dirasa cukup aman anak itupun berhenti dan beralih ke makhluk dipelukanya diletakkanya rubah itu di tanah anak itupun duduk bersila sembari mengelus elus bulu lebat rubah itu.
Miya perlahan membuka matanya lenganya terasa sakit mungkin akibat peluru tadi ia mendapati sosok yang sebaya denganya tengah menatapnya khawatir.
Poof...
Miya berada di wujud manusianya sementara anak tadi terlonjak kaget "kamu gak papa?" ucap anak itu masih dengan wajah terkejut sedangkan miya hanya mengangguk dan menundukkan kepalanya "namamu siapa? Aku Alucard kamu bisa memanggilku alu saja" ucap anak tadi yang bernama alAlucard "shuzuhime " ucap miya yang hanya memberi nama Julukanya. "apa kamu beneran kitsune?" tanya Alu lagi "ya" ucap Miya singkat ia berdiri dan berjalan menjauh "senang bertemu denganmu alu aku akan mengingatmu " ucap Miya lalu beranjak pergi Alucard hanya menatap kepergian miya dan pergi kearah rumahnya"kuharap kita bisa bertemu lagi hime" gumam alu sebelum akhirnya benar benar menghilang dibalik pohon.
......
'..... Apa mungkin aku yang dimaksud dalam ramalan kuno itu ' batin miya mengingat ingat ucapan kakaknya
Flasback on
Miya tengah membaca buku dikamar hingga suara ketukan pintu terdengar
Tok... Tok..
"masuk" ucap Miya kemudian meletakkan buku yang ia baca diatas kasur dan mengubah posisinya menjadi duduk "kakak? Ada apa?" tanya miya melihat kakaknya yang kini berada diambang pintu "kakak cuman ingin memastikkan apakah adik kesayangan kakak sudah tidur atau belum " ucap kakak miya, Estes sambil tersenyum. Miya memutar bola matanya bosan "tidak bisa tidur?" lanjut Estes kembali menyunggikan senyuman sedangkan miya hanya mengangguk pasrah "bagaimana jika kakak ceritakan sebuah ramalan kuno"tawar Estes "boleh"jawab miya langsung mengubah posisi menjadi berbaring diatas ranjang king sizenya "hm.... Jadi apa ceritanya" tanya miya pasalnya miya tidak pernah bosan mendengar cerita kakaknya.
"hm.. Jadi zaman dahulu kala ada sepasang kakek dan nenek kitsune yang sudah sangat tua mereka sering melakukan pertapaan hingga suatu hari mereka mendapat ramalan bahwa keturunan mereka akan mengubah dunia-"ucapan Estes terpotong oleh Miya "mengubah dunia?emangnya bisa" tanya miya sambil menggembungkan pipinya, sedangkan Estes terkekeh pelan dan melanjutkan ceritanya "ya menurut ramalan keturunan mereka akan jatuh cinta pada manusia yang menolongnya cinta itu penuh perjuangan dan berakhir bahagia.... Pada akhirnya manusia secara perlahan akan menerima kehadiran kitsune, setelah mendapat ramalan itu mereka berdua pun menulisnya agar kelak anak cucunya mengetahui rahasia takdir tamat " cerita Estes panjang lebar kemudian tersenyum melihat adiknya sudah tertidur.
Flasback off
Miya kemudian tersenyum kecut 'apa mungkin aku adalah orang dalam ramalan itu? mencintai Alu? Mungkin bisa tapi mengubah takdir?' batin miya penuh tanya
'jadi pertemuanku denganya adalah sebuah takdir yang mengikat kami sejak lahir hm... Bertemu karena takdir boleh juga ' kini miya tersenyum mungkin hidupnya akan sedikit berat setelah ini itulah yang ada dipikiran miya saat ini.
YOU ARE READING
I LOVE YOU { FOX } -Hiatus
RandomMiya seorang keturunan inari ~kitsune berhati mulia mulai merasakan cinta pada seorang manusia baik hati yang menolongnya saat ia masih kecil. " aku cinta kamu alu tapi.......Aku gak mungkin hidup bersama mu yang hanya seorang manusia biasa " ~ ~m...
