"Nona Wei, nyonya berkata anda harus istirahat sekarang." seorang wanita paruh baya menyampaikan pengingat
"Tunggulah sebentar lagi, saya sibuk." Balas seorang gadis di seberang meja
"Baiklah." Wanita paruh baya tersebut patuh, tidak mengganggu aktivitasnya bosnya.
Tumpukan map ada di mana-mana membuatnya ingin cepat menyelesaikan semua, tetapi waktu seperti tidak peduli! Secepat apapun dia melakukannya, tetapi seperti tak ada perubahan dari banyaknya pekerjaan yang harus ia kerjakan sendiri.
Ayahnya telah sakit selama ini, dia, sebagai anak tunggal harus menggantikan agar tetap stabil dan berjalan dengan baik.
Sehingga mau tak mau, dia yang mengambil alih perusahaan. Walau banyak menentang, siapa berani menolak? Dia adalah anak sah dari orang tuanya, lagipula dia anak tunggal.
Orang tua Wei Luo An sangat memanjakan dirinya, semua yang diinginkan selalu dituruti.
Wei Luo An akan menginjak umur ke dua puluh, bulan Desember nanti. Ia sekarang adalah pemilik dan CEO perusahaan Wei Corporation!
Dia juga tidak pernah tampil di media, banyak yang mengincarnya untuk dibunuh, tapi semuanya gagal total karena, "Maaf saja aku bukan wanita lemah yang cuma tahu cara menangis jika sedang dalam bahaya!" Begitulah kira-kira yang ia katakan.
Cih! Wanita seperti itu, adalah hal yang paling menjijikan. Sebagai seorang anak tunggal, dia selalu jadi incaran para orang-orang yang menjadi pesaing perusahaan sang Ayah! Terlalu banyak pengalaman mematikan, mengharuskannya belajar beladiri sejak kecil hingga saatnya untuk mengambil alih perusahaan.
Sayangnya, takdir berkata lain, ayah, yang ia banggakan telah jatuh sakit, saat bepergian ke Amerika untuk melihat bisnis disana. Dia diracuni oleh sekretaris terpercayanya dan hampir merenggut nyawa sang ayah! Untung dokter bertindak cepat sehingga nyawanya terselamatkan! Walaupun gagal untuk membunuh Wei San Lang, sekarang dia mengalami sakit keras.
Sungguh miris!
Knock... Knock... Knock...
Lamunannya buyar akibat ketukan pintu dari luar, Wei Luo An sangat kesal dengan wanita ini! Dia sangat cerewet dengan segala pengingat tak penting wanita busuk tersebut!
"Masuk!" Kata Wei Luo An galak, merasa terganggu dengannya.
Wanita paruh baya itu datang kembali dan terus mengatakan pulang, pulang, dan pulang!
"Nona muda, baiklah kita pulang sekarang. Nyonya mengatakan anda bisa melanjutkan pekerjaan besok. Lagipula sekarang jam 10:30 malam, tidak baik untuk kesehatan tubuhmu yang berharga-," Belum selesai kalimat yang akan diucapkan, Wei Luo An segera menginterupsi perkataan wanita suruhan ibunya tersebut. "Kita pulang sekarang!"
Membereskan seluruh map dan beberapa hal di mejanya. Ia mengambil tas jinjing hitam, kemudian berlalu pergi dengan wajah penuh kejijikan mendengar segala pengingat dari wanita itu!
Dalam perjalanan pulang hening, tak ada yang berbicara, semua diam fokus pada pikiran masing-masing.
'Apakah tidak apa-apa, jika saya ikut talk show itu? Paling tidak, saya sedikit senang-senang dan merilekskan pikiranku yang kacau.' pikir Wei Luo An
"Nona Wei, Nona Wei! Kita sudah sampai dirumah, ok." panggil Xia Mama,
"Ok." balasnya singkat, turun dari mobil ia berjalan cepat-cepat ke pintu utama, sepatunya yang tinggi, membuat suara yang memecah keheningan di rumah megah tersebut.
Pintu di depannya sangat tinggi, berwarna coklat, dan terbuat dari kayu jati, ukiran sederhana tapi halus, dipahat dengan hati-hati, penuh ketelitian.
Wei Luo An mendorong pintu, masuk di sampingnya ada seorang pelayan yang telah menunggu dan mengambil tasnya.
Dia berjalan ke dapur dan menyadari bahwa ibunya masih terjaga di kamar, ada sedikit celah di pintu, Wei Luo An bisa mengintip sedikit.
'Apalagi yang dipikirkan wanita tua satu ini?' Pikirnya kesal, dia membenci orang yang telah melahirkan dirinya ini.
Tapi, dia hanya membuka kulkas mengambil botol air minum dingin dan meneguknya dari botol secara langsung, tanpa setetes pun tersisa.
Dia mengambil handphonenya di tas kecilnya, lalu mengetik sesuatu, dan bergegas mengirim ke seseorang.
Wei Luo An masih menatap benda hitam pipih tersebut, selang beberapa detik, handphone berbunyi menampilkan nomor tidak kenal.
Ia langsung menerima panggilan tersebut, suara riang seorang pria dengan antusias tinggi.
"Halo, nona Wei? Apa benar itu anda, CEO Wei!" tanya seorang pria di seberang sana, suaranya melengking membuat sakit telinga!
"Oh. Maaf! Maaf! Perkenalkan nama saya Chen Jie, saya yang akan mengatur segala kepentingan di talk show nanti! Jika anda membutuhkan sesuatu, tolong katakan tak perlu sungkan, hahaha." Chen Jie, sangat bersemangat sekarang, awan hitam yang telah melayang sejak dua hari ini telah hilang seketika saat Wei Luo An menerima tawarannya.
"Mm." balasnya singkat.
"Ok! Anda bisa datang ke acara "Running away from kidnappers", kami akan menunggu di Z city, hanya tiga hari dua malam. Dan bila, anda tidak nyaman di manapun silahkan katakan saja tidak perlu sungkan CEO Wei, tenang saja identitas anda akan tetap aman dengan kami!" jelasnya lagi
"Apa? Bukankah kau bilang hanya dua hari saja?" Balas Wei Luo An bingung dengan perubahan jadwalnya.
"Maafkan, maafkan saya Nona! Saya salah memberikan informasi padamu! Tolong sekali ini saja, maafkan kelalaianku." Ucap Chen Jie sedih, dia takut kalau-kalau dia akan membatalkan rencananya untuk bergabung dengan acara TV tersebut, maka Chen Jie akan dimarahi habis-habisan oleh direktur.
Hembusan nafas panjang terdengar dari seberang telepon, Wei Luo An sedang berpikir apakah dia bisa bersantai sepanjang waktu itu?
Akhirnya dia hanya bisa mengalah, sambil mengerutkan dahinya, ia membalas perkataan Chen Jie. "Baiklah, tidak apa-apa! Silahkan tutup teleponnya jika tidak ada hal yang perlu dibicarakan lagi!".
"Selamat malam CEO Wei, maaf mengganggu waktumu. Sampai bertemu di acara kami di hari Senin yang akan datang"
"Ya." jawabannya sangat singkat dan padat. Dia kemudian berbalik untuk naik ke lantai dua untuk tidur,
Wei Luo An memperhatikan kamar ibunya, pintu bercat putih tersebut masih terbuka sedikit.
Wanita itu sedang memeluk sebuah foto, sesekali sesenggukan.
Dia hanya memperhatikan wanita yang umurnya telah memasuki lima puluh tahunan, memegang foto dirinya bersama sang suami di belakangnya ada sebuah danau biru jernih ditambah pemandangan dua perahu angsa membentuk cinta disana.
Sungguh pemandangan yang indah untuk dilihat juga dikenang, namun entah mengapa Wei Luo An sama sekali tidak merasakan hal seperti itu.
Tak ada niatan untuk menyapanya sama sekali, mengingat kejadian lampau ada hubungannya ibu ini! Ibu yang pernah sangat dikagumi dan juga menjadi panutan istri saat menikah di masa depan. Nyatanya sangat sangat rusak dan mengerikan.
Sungguh malang ayahnya, Wei San Lang bertemu wanita seperti dia! Cintanya begitu besar pada sang istri, hanya dijadikan senjata oleh "mereka" untuk menghancurkan keluarga yang susah payah ayahnya perjuangkan.
Meringkukan bibirnya jijik, dia tak mau melihat lagi. Berlalu dengan cepat keatas untuk beristirahat. Rumahnya memang cukup besar dan ada tiga lantai.
Kamar Wei Luo An berada di lantai dua, bersebelahan dengan kamar kerja Wei San Lang. Terlalu banyak kenangan bersama sang ayah, membuatnya selalu sedih setiap kali melewati ruangan tersebut.
•••
7-Januari-2020
KAMU SEDANG MEMBACA
He Loves Me Not... He Loves Me
RomansaSegalanya berubah saat tiba-tiba suaminya hilang dua hari. Dua hari setelahnya, dia kembali bersama seorang wanita! Dan mengatakan "Ini adalah wanita saya!" Kemarahan yang dia pendam membuatnya hampir gila, dia ingin mencincang mereka hidup-hidup! ...
