Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy Lenght : Oneshoot * di sebuah perpustakaan sekolah terbesar di Seoul, ada seorang namja yang bisa dikatakan culun dan berkacamata tengah memilih-milih buku di rak. Dia tipe orang yang tidak percaya diri, kutu buku mungkin, pendiam, terkesan dingin dan cuek. Begitulah kata yang pantas untuk mendiskripsikan Seorang Kim Myungsoo. Dia sih anak yang cerdas dan kreatif tapi penampilannya itu yang membuatnya tak mempunyai teman. Ya walau memang sebenarnya Myungsoo tak mempermasalahkan soal teman. Ia lebih suka menyendiri. Dulu sih keadaannya tak seperti sekarang, namun karena dipindah paksa keluarganya ke seoul 5 bulan yang lalu ia jadi berubah 180 derajat. Kita lihat Yeoja di seberang. Ia tengah tertidur diatas buku yang ada dimeja berwarna biru cerah itu dengan rambut yang diikat 2 disisi kanan dan kiri. Bisa dikatakan ia sama seperti Kim myungsoo. Bedanya ia tak memakai kacamata, tak pintar atau kreatif, tak sedingin Myungsoo dan ia sama sekali bukan kutu buku. Membaca buku saja malas. Ia hanya menumpang tidur di perpustakaan. Ia baru kesini 2 bulan yang lalu. Sama seperti myungsoo, ia masih belum mendapatkan teman. Ia punya teman sekelas tapi sih sekedar teman biasa. Pindah sekolah itu juga karna tak rela. Setiap hari saat istirahat pertama ia akan keperpus untuk tidur, istirahat ke 2 untuk makan itupun membawa bekal. Ia masih belum bisa membuka hati untuk sekolah barunya. Hari ini adalah freeday. jadi siswa lain lebih memilih dikelas ataupun dikantin ketimbang keperpus. hanya dua orang tadi yang berada disana. Setelah selesai memilih buku yang diinginkan namja Bermarga Kim pun duduk didepan yeoja yang sedang terlelap. Ia mulai membuka lembaran buku yang berada dikedua tangannya matanya menangkap sebuah nametag yang tergeletak sembarang dimeja depannya. pasti milik yeoja tidur ini. “Bae Suzy” ucapnya lirih lalu beralih menatap buku besar yang menjadi alas yeoja ini tidur. Ia tersenyum. sedetik kemudian tangan nya bergerak tukk~ “auwww” ucap yeoja bernama lengkap Bae suzy sembari mengelus pipi kanannya yang berbenturan dengan meja. “NEO!” tunjuk suzy pada namja didepannya. Yang dipandang malah bersikap biasa seolah-olah tak ada yang terjadi. Suzy memandang buku yang tadi dijadikan alas tidurnya sudah berada disamping namja didepannya. Suzy mulai sebal. Suzy membaca nametag namja didepannya “KIM MYUNGSOO.. NAPPEUN NAMJA” teriak suzy myungsoo hanya melirik sebentar dan melanjutkan aktivitas membacanya. Suzy segera merebut buku dari tangan myungsoo “yak.. kembalikan” suzy memeletkan lidahnya. Myungsoo berdecak kesal. “kau yang memulai. wekk.. dasar kutu buku” “kutu buku? lalu kau?” “tentu saja bukan, itu bukan hobiku” derap kaki seseorang terdengar “suzy, ternyata kau disini, oh ada myungsoo juga. kalian sedang belajar bersama rupanya” myungsoo dan suzy saling berpandangan. “suzy. hasil ulangan kemarin kau yang mendapat nilai terburuk. untuk itu kau harus memperbaikinya dengan mengerjakan soal-soal ini” min songsenim mengambil kertas soal fisika yang diselipkan dibuku besar miliknya dan memberikannya kesuzy. “besok harus dikumpulkan, kau bisa bertanya pada myungsoo jika kau butuh bantuan. Ia pandai dalam segala hal mengenai pelajaran. aku sedang terburu-buru. jadi aku harus pergi” minsongsenim sudah melangkahkan kakinya menjauh. Belum aja membaca, suzy sudah tak bersemangat “myungsoo ajarkan aku ne?” mohon suzy “no” suzy terus saja membujuk myungsoo. tapi jawbannya tetap sama. myungsoo bangkit dari duduknya meletakkan buku dirak semula dan pergi keluar perpus. Suzy segera memasang nametagnya dan segera keluar mengikuti myungsoo. suzy tetap saja memohon-mohon. Banyak siswa-siswi yang berlalu lalang. Mereka memandangi suzy yang tengah menarik narik tangan myungsoo. Ada beberapa siswa yang memandang datar,aneh ataupun tak suka. Gerombolan 3 Yeoja dan 3 namja yang terkenal sangat sok dan songong memandang sinis. “pasangan yang sangat pas. bae suzy dan kim myungsoo siburuk rupa” ucap salah satu yeoja berbadan tinggi. Myungsoo terdiam menunduk suzypun sama. Bisa-bisanya mereka menyebutnya buruk rupa. “aku dengar myungsoo siswa terpandai. dan suzy siswa terbodoh. benar-benar sempurna.” ucap namja disampingnya “kalian berdua tak pantas sekolah disini.” timpal yeoja berambut pendek. Mereka mulai mencemooh suzy dan myungsoo sehingga kini banyak pasang mata tertuju pada mereka. Myungsoo yang sudah tak tahan dengan omongan panas itupun segera menarik tangan suzy pergi berbalik. Sampailah mereka ditempat semula yaitu perpustakaan. Mereka berdua terdiam. “kau tak perlu mendengarkan ucapan mereka” suzy masih menunduk “tapi semua yang mereka katakan mengenai aku itu benar” “tidak mereka salah. kita lebih baik dari mereka” ucap myungsoo tegas. Suzy menidurkan kepalanya dimeja. “aku rindu sekolahku dulu” “aku juga. kau tau aku paling tak suka ada yang mengataiku apalagi menghinaku.” “kim myungsoo pelit” ucap suzy lantang. myungsoo menatap suzy tajam. suzy menegakkan badannya menghadap myungsoo “maka dari itu bantu aku menyelesaikan tugas ini” senyum suzy. Myungsoo memandang malas. “myungsoo, please” rayu suzy. Myungsoo merebut kertas yg tengah dipegang suzy dan membacanya. ia langsung memberitahukan rumus untuk soal no.1 yang harus suzy kerjakan. Suzy tersenyum sumringah “aku lemah dalam rumus” “aku akan menjelaskannya kembali” myungsoo mulai menjelaskan rumusnya step by step. “………” “paham?” tanya myungsoo. suzy menggeleng. myungsoo menepuk keningnya agak kesal. “jadi kau sama sekali tak tau semua jenis rumus fisika?” “hanya sedikit lupa hehe” “ini lupa diri namanya. kalau kau seperti ini terus, mereka akan terus mengejekmu. kau mau?” suzy menggeleng cepat. “kalau begitu kau harus belajar keras bae suzy” “kau juga harus membantuku” “aku? kau kan bisa belajar sendiri. fokus suzy. fokus” ucap myungsoo mengingatkan. “aku tak bisa myung. kau ajari aku ne? aku juga ingin pandai sepertimu. aku akan membuktikan pada mereka bahwa aku bukan anak bodoh.” ucap suzy penuh keyakinan. Myungsoo memandang suzy kasihan myungsoo pun akhirnya bersedia jadi guru dadakan untuk suzy. Myungsoo harus ekstra sabar mengajari suzy. suzy memang lemah masalah rumus. baik itu fisika ataupun matematika. Hari demi hari berlalu. setiap pulang sekolah ada jam tambahan untuk suzy diperpustakaan. Dari belajar rumus fisika, myungsoo menambahkan pelajaran matematika dan yang lainnya. Ia ingin mengajari suzy dengan total. maka dari itu ia mengajarkan semua mata pelajaran pada suzy. Terkadang suzy stress memikirkan tapi berkat myungsoo yang pandai merubah keadaan membuat suzy senang. lelucon myungsoopun lumayan bisa membuat suzy tertawa terpingkal-pingkal. Entah kenapa myungsoo merasa sesuatu hal pada diri suzy. Baik suzy maupun myungsoo sangat menikmati kebersamaan mereka. Sepulang sekolah seperti biasa. myungsoo sudah standby diperpus. ia tengah melihat buku-buku dirak “myungsoo.. aku mendapat nilai 85” suzy berteriak kencang dan reflek memeluk myungsoo senang. Tersadar suzy langsung melepasnya. lihatlah mereka berdua jadi salah tingkah. “ehmm.. ddapat ni.lai bbe..rapa?” “ah ya..ehmm aaku.. d.dappat 85” beberapa detik kemudian suasana mulai mencair. “baru 85 saja bangga. kalau dapat 1OO kau boleh bangga” “85 itu juga sangat bagus aku baru pertama kali dapat nilai 85 untuk pelajaran fisika” “bagaimana dengan matematika?” “mulai ada peningkatan. 75 lumayanlah hehe” “o.k sekarang kita belajar matematika dan sejarah” wajah suzy berubah jadi cemberut “kau mau jadi pandai kan. Keep fighting” ucap myungsoo menyemangati. hari demi hari dilalui. kedekatan mereka berdua semakin erat. nilai suzypun semakin membaik dan membaik. Kemampuan mata pelajaran suzy semakin tinggi. Hingga diakhir semester suzy mendapat ranking pertama dikelasnya. itu semua karna kegigihan suzy dalam belajar dan berkat myungsoo juga tentunya. Dan lihatlah gerombolan namja dan yeoja songong iri melihat suzy. Jam Istirahat berbunyi seperti biasa Suzy berjalan menuju perpustakaan. ia berpapasan lagi dengan orang yang membuat suzy kesal “walau nilaimu baik, tetapi tetap saja wajahmu tetap buruk. kau jangan terlalu bangga hahaa” tawa sinis mereka membuat suzy tertunduk lesu. Sampai diperpustakaan, suzy duduk dan menidurkan kepalanya menghadap kekanan tepat didepan myungsoo duduk. “waeyo?” tanya myungsoo. “walau aku pandai toh tetap saja aku siburuk rupa” ucap suzy malas. Myungsoo menaikkan sebelah alisnya. Myungsoo mengangkat kepala suzy dan menangkup wajah suzy dengan kedua tangannya. “siapa bilang kamu buruk rupa. wajah itu sangat-sangat cantik. mata mereka saja yang katarak” ucap myungsoo sambil menggerakkan wajah suzy kekanan dan kekiri. Suzy hanya memandang myungsoo datar. Mata mereka bertemu dan saling berpandangan. seperti ada magnet mereka berdua saling bertatapan. jantung keduanya berpacu. Tatapan mereka semakin dalam seperti sebuah tatapan terpesona, sayang, ataupun cinta. entahlah. Sampai akhirnya mereka menyadari dan seperti biasa setelah salah tingkah keduanya tergagap saat berbicara. untung saja bel masuk berbunyi. Pulang sekolah suzy berjalan hendak menuju keperpus. myungsoo sudah berada disamping suzy. Ada gerombolan anak sok dan songong lagi-lagi memandang sinis. tapi myungsoo tak mengubrisnya. “tak usah dipikirkan” bisik myungsoo pada suzy. Myungsoo mengajak suzy keluar sekolah bukan keperpus lagi. “loh, harusnya kan kita ke perpustakaan kan?” “tak perlu, kau sudah mahir semua mata pelajaran. kau hanya perlu berlatih mengerjakan banyak soal. saatnya kita tunjukkan sesuatu kepada mereka ” suzy memandang myungsoo tak mengerti. suzy hanya bisa patuh sampailah mereka berdua disebuah resto sekedar untuk mengisi perut mereka. Selanjutnya myungsoo membawa suzy kepusat perbelanjaan. Myungsoo mulai memilih baju yang menurutnya pas untuk suzy. Sudah banyak pakaian yang myungsoo belikan. “Kau itu, buat apa semua ini” “hadiah untuk kamu. Dan setelah ini kau harus selalu tampil cantik. kau akan menjadi seorang putri mulai hari ini” “tapi bagaimana kalau baju yang kau pilihkan tak cocok di aku?” “tenang saja. pasti cocok kalau dipakai kamu. sekarang kita kesalon” “kenapa kau melakukan semua ini?” myungsoo tak bisa menjawabnya ia juga bingung kenapa. “ehmm.. kau ingin aku menjadi seorang putri. kalau begitu, aku ingin kau menjadi seorang pangeran.” Suzy mulai memilih-milih pakaian untuk myungsoo. Setelah itu keduanya menuju salon. Sialnya ditengah jalan mobil myungsoo bocor. merekapun turun. “gagal. kita memang siburuk rupa” ucap suzy menyender pada sisi mobil. myungsoo mengamati wajah suzy. “Kau itu sebenarnya cantik suzy-ah” myungsoo mulai mendekat. suzy terlihat gelisah. “hanya saja, ini” myungsoo memegang rambut disamping kanan leher suzy dan menarik ikatan rambutnya. Dan ikatan rambut satunya lagi berhasil dilepas myungso. Myungsoo mulai menata rapi rambut suzy. Angin berhembus agak kencang membuat rambut suzy yang tergerai sedikit terangkat sesuai arah angin yang menerpa. Itu membuat suzy semakin cantik. Suzy berjalan mendekati myungsoo. tangan suzy terangkat mengambil kacamata myungsoo dan memberantaki poni rambut myungsoo dan setelah itu menata poni myungsoo agar terlihat keren. “coba kau lepas kancing kerahmu yang paling atas, aku melihatnya seperti orang yang tercekik tau. Dan letak dasinya loh, longgarkan sedikit” myungsoopun patuh “tuh kan ini baru keren” ucap suzy sambil merapikan kerah dan dasi myungsoo. Mereka saling berpandangan. “begitu lebih baik” ucap keduanya secara bersamaan dan kemudian tertawa. “Besok acara festival sekolah, kau harus tampil menjadi yang yeoja cantik” “siap. kau juga harus tampil sebagai namja tampan” myungsoo mengangguk. “lalu sekarang bagaimana?” tanya suzy mereka terjebak dijalanan yang sepi. Jarang ada taksi yang lewat. mereka harus sabar menunggu lama. * Keesokan harinya. Myungsoopun menjemput suzy dirumah. Myungsoo tengah duduk diruang tengah. Tn. Dan ny.bae juga sudah pergi bekerja. Agak lama suzy turun dari kamarnya. Sampai akhirnya suzy turun kebawah dan menuju ruang tengah. mereka saling bertatapan. myungsoo terpesona akan kecantikan suzy. begitupun suzy yang terpesona akan ketampanan myungsoo
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“ekhemm. kkita.. berangkkat..sekarang” myungsoo pun berdiri “it’s show time” lanjut myungsoo tersenyum. suzy mengangguk dantersenyum malu. merekapun berangkat “Kim Myungsoo & Bae Suzy” benar saja sampai disekolahan myungsoo dan suzy menjadi trend center. Siswa-siswi saling berbisik dan terpesona. Ada juga dari mereka yang tak mengenali. Keduanya menuju lurus kearah gerombolan anak songong. myungsoo menggenggam erat tangan suzy. suzy memandang tangannya dan tersenyum. Sampai didepan anak-anak tersebut myungsoo dan suzy mengucapkan kata “hello” pada mereka. Dan lihatlah mereka terbengong-bengong tak percaya. Myungsoo dan suzy melanjutkan langkahnya. Mereka berdua menuju tempat duduk ditepi taman sekolah. “kau lihat wajah mereka. sangat lucu” ucap myungsoo tertawa. suzy juga tertawa kecil. Pandangan mereka bertemu lagi. “Kau cantik suzy-ah” suzy senyum tersipu. “betapa beruntungnya aku jika kau milikku” suzy menatap myungsoo bingung. “aku mencintaimu. Aku ingin kau menjadi yeojaku yang sesungguhnya. Dan sekarang kita resmia menjadi sepasang kekasih” “hah.. apa-apaan kau ini. sepasang kekasih?” “ehmm. kau juga pasti mencintaiku. maka dari itu kita resmi menjadi sepasang kekasih” myungsoo tertawa malu “kau terlalu PD tn.myungsoo” senyum suzy “biarin weekk. SARANGHAE..” tawa myungsoo dan berlari. “KIM MYUNGSOO” Teriak suzy menyusul myungsoo ia tersenyum senang. jujur suzy juga mencintai myungsoo. Memang benar inilah kisah cinta mereka yang sedikit konyol.