Aku sedang duduk manis di halte bus, menunggu Abi tercinta yang sedang menuju kesini untuk menjemputku, 4 menit yang lalu dia mengirim pesan bahwa dia akan segera tiba, tapi ini sudah lewat dari 2 menit, tidak apa, manusia tidak pernah luput dari kesalahan, bukan?
Tinnn!....Tinnn!
Kuedarkan pandanganku saat mendengar suara klakson motor yang sudah kuhafal diluar kepala dan benar itu Abi, dia berada diseberang jalan, Akupun menyebrangi jalan dengan hati-hati.
"Assalamu'alaikum abi," ucapku kepada Abi sambil mencium punggung tangannya,
"Wa'alaikumussalam, bagaimana sekolah sumayyah hari ini?" tanya Abi sambil menyalakan kembali motor maticnya
Aku tersenyum, " Alhamdulillah baik abi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan."
aku segera naik keatas motor matic yang dibawa oleh abi dan kembali ke rumah.
---
"Assalamu'alaikum ummi, uwaiss!!!!" teriakku ketika sudah tiba didalam rumah
"Wa'alaikumussalam syg, hustt jangan ribut, adikmu sedang tidur" cegah Ummi
"Hehe, 'afwan(maaf) ya ummi," ummi hanya geleng-geleng melihat tingkahku yang kenakan-kanakan, meski begitu ummi tetap sayang denganku, ah makin sayang sama ummi.
" udah sana kamu ganti baju dulu terus makan siang sama Abi dan Ummi"
"Oke Ummiku sayang" jawabku sambil mengerlingkan mata ke Ummi, Ummi yang melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepala dan kembali melanjutkan kegiatan memasaknya.
Oh iya, sedari tadi aku belum memperkenalkan diri, kenalkan aku Dean Andriani, kalian bisa panggil aku dea, kalian pasti bingungkan kenapa abi panggil aku dengan nama Sumayyah, itu karena nama Sumayyah panggilan sayang Abi ke Dea, kembali ke topik gaess, status aku jomblo hihi, jomblolillah, umur 16 tahun dan sebentar lagi akan duduk dibangku kelas 11 SMA.
---
Setelah mengganti pakaianku dengan gamis polos berwarna biru dengan hijab yang senada, aku pergi ke dapur untuk membantu-bantu Ummi. Begitu sampai didapur, hidungku yang pesek ini mencium bau-bau makanan yang yang membuat perutku memberontak meminta jatah makan. bagaimana tidak, disekolah tadi cuma makan roti bakarnya mbak inah.
"Ummi, uwais mana?" tanyaku ke ummi yang sedang menyiapkan piring dan kawan-kawannya yang lain.
"Ada diruang tengah, kamu kesana aja sekalian panggil Abi mu makan"
aku segera menuju ke ruang tengah, kuliat Abi sedang menggendong Uwais sambil membacakan Ayat-ayat suci Al-Qur'an. Uwais masih berumur 5 bulan, sangat jauh jaraknya denganku yang sudah menginjak kelas 11 SMA. aku tidak pernah berpikir akan memiliki Adik seperti Uwais, namanya keren 'kan? Iyalah, namanya di ambil dari salah satu tokoh sahabat Nabi kita. kalian tau siapa Uwais 'kan? Kalau tidak tau, cari di internet gih.
-skip
"Bi, makanan nya udah siap " Abi menoleh lalu menghentikan kegiatan tadarrusnya dan menyimpan Uwais yang sudah tertidur di kasur kecilnya.
---
Waktu sudah menujukkan pukul 11.45. Dimana semua orang sudah terbawa dialam mimpi mereka, tetapi tidak denganku, kini aku sedang berdiri dibalkon kamar, melihat bintang-bintang yang satu persatu mulai menghilang, rumahku memiliki lantai atas yang cuma ada kamarku, kamar uwais, dan satu ruang kosong yang di isi buku-buku religi koleksi Abi dan Ummi saat mereka masih dalam proses hijrah.
'Drrrtt'
Killa haadil ardh..
Mataqfii masaahahh..
Kualihkan pandangan ku kearah benda persegi yang berada diatas nakas,
Yayas calling..
'Yayas? tumben jam segini belum tidur?' pikirku
'Halo, Assalamu'alaikum yas, ada apa?'
'Wa'alaikumussalam, kamu belum tidur dea?'
'Iya belum, ada apa?'
'Alhamdulillah, Aku mau nanya, ituloh, anu, itu, tugas kimia kamu udah kelar belum?'
'Tugas kimia? Emang ada ya? Tunggu aku ingat-ingat dulu' pikirku
Ting!
'Astaghfirullah aku baru inget, sorry yas, syukron udah ingatin aku'
'Yah :( lupa lagi kan, untung aku telepon, iya gakpapa, besok aku salin boleh kan?'
'Iya boleh kok, tenang aja, ya udah aku tutup ya teleponnya ya'
'Iya, maaf udah gangguin kamu ngelamunin masa depanmu dengan dia'
'Apaan sih, gaje nih kamu'
'Hehehe, udah sana kerja tugas, semangat! Wassalamu'alaikum!'
'Wa'alaikumussalam'
Kututup telepon dari yayas dan mulai mengerjakan tugas kimia yang akan di periksa besok.
***
Aku terbangun pukul 03.15, Allah memang baik, Dia selalu membantuku bangun untuk shalat tahajjud, aku tidak sering shalat tahajjud namun Allah terkadang mengirim pesan-pesannya melalui apa saja yang bisa membuatku terbangun.
Aku turun dari springbed single size ku, bergegas mengambil wudhu setelah itu aku memakai mukena , melebarkan sajadah favoritku lalu melaksanakan shalat tahajjud.
"Assalamu'alaikum warohmatullah, Assalamu'alaikum warohmatullah"
Aku mengadahkan tanganku keatas, berdoa kepada sang Penguasa Bumi dan Langit.
Setelah selesai, kurapikan kembali peralatan shalatku, kuambil Al-Qur'an toscaku lalu membacanya sambil menunggu Adzan Subuh.
__________________________________________
Tinggalkan jejak ya kawan,
Jangan jadi side readers,
Ini cerita pertama aku, jadi maklum jika ada salah kata atau penulisan.
Salam hangat,
A ⛅
YOU ARE READING
Hope
Teen FictionMenceritakan tentang seorang gadis remaja SMA yang memiliki prinsip untuk tidak mempunyai ikatan sebelum halal, sehingga yang hanya bisa Ia lakukan ialah mengagumi dalam diam, memastikan Pria yang dicintainya baik-baik saja meskipun dari jarak yang...
