Jakarta, Indonesia
Baju putih abu-abu, dasi, topi, kaus kaki putih, sepatu hitam mengkilap. Seorang laki-laki tampan sedang berdiri didepan kaca yang dimana dirinya sudah rapih untuk berangkat ke sekola barunya.
Tok tok tok
" Yen! kalau kau sudah siap, kita sarapan bersama. Aku akan menunggumu dibawah. Tapi jangan lama-lama, nanti aku akan mati menunggu kamu untuk sarapan ". Teriak sang kakek dari balik pintu.
Ya dia sang kakek yang bernama Adreans jaydent. Sebenarnya nama aslinya itu jaydent greid Adreans, Yenjamin yang meminta agar nama sang kakek itu diganti dan dia ingin menyembunyikan seluruh identitas dirinya dan kakeknya. karena ia tidak ingin dikenal sebagai Orang ternama di sekolanya, yang dia mau teman-temannya mengenal dia dengan orang biasa saja.
Yenjamin keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah, ia melihat kakeknya sudah memasang wajah kesal dan sangat lapar karena terlalu lama menunggu dirinya.
Jleg. Aduh!
" Ya! Mengapa kau melemparku dengan pisau buah. Untung saja tidak ada yang tergores ". Sambil mengusap kepalanya yang tadi dilepar dengan pisau buah.
" hahahaha, aku ini selalu mendapatkan nilai yang bagus dalam hal menembak atupun melempar. kau ini menyebalkan sekali. Sudahlah mari kita makan ". Masih dengan perut yang kencang akibat tertawa yang bahagianya
Yenjamin menarik kusi meja makan, dan mendudukan pantat disana. Di meja makan banyak sekali buah-buahan, salad, susu, dan sereal. Kedua orang itu makan dengan tenang.
" kau akan masuk sekola hari ini, semoga kau menyukai sekolanya. Dan bisa belajar dengan tenang disana, jangan mengecewakanku ya! ". Senyuman indah dan mengancam.
" baiklah, aku akan berangkat ke sekola dulu. Kau baik-baik dirumah, jangan berkeliaran jauh-jauh ". Sambil menahan tawanya karena melihat sang kakek sudah menahan marah dengan wajah yang sudah merah padam.
Dia memukul kepala yen " Hey bocah tengik!! Aku ini bukan orang yang tidak seperti itu ".
Berjalan keluar rumah sambil mengusap-ngusap kepalanya " baiklah, aku pergi dulu. Bhay! ".
Yen langsung menuju ke garasi rumahnya itu.[]
Sreek!
Dia membuka pintu garasi dan menemukan salah satu motor kesukaannya yaitu sebuah moge Ecosse Titanium Series terbaru yang dia dapatkan dari sang kakek karena kesuksesannya waktu itu. Motor gagah dan kokoh dengan warna hitam mengkilap dan sangat bersih. Ia menuju sebuah laci di ujung ruangan.
Sreek!
Laci terbuka dan dia langusung mengambil kunci motornya.
Brum Brum Brum
Dia sudah bersiap dan langsung melajukan motornya. Jalanan di kota saat ini masih sepi karena dia berangkatnya pagi-pagi sekali. Selama diperjalan, dia sangat santai dan tenang mengendarainya dengan kecepatan yang rendah.
Hingga akhirnya dia sudah sampai ke sekolanya dan dia melihat gapura yang bertuliskan SELAMAT DATANG DI SMA 1 JAKARTA.
Melihat disekitarnya masih sedikit orang di dalamnya. Dan dia memakirkan motornya dan menguncinya dengan baik.
YOU ARE READING
Not At All
Short StoryDiantara misi, hati atau harta apa yang harus dipilih dari semuanya? Teman ataupun keluarga kenapa bisa aku tidak merasakan kehadirannya? Apa mungkin seseorang bisa membuatku merasakannya kembali, atau tidak sama sekali?
