||BAB I : kesialan yang bertubi-tubi||

132 33 49
                                        

Tring...tring...tring
Suara dari alarm Agatha sedetik berlalu bunyi jam itu ia pun terbangun dari mimpi indahnya.

Menatap sekitar dan jam sudah menunjukkan pukul 06.10, di lalu bergegas ke kamar mandi untuk bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah karena hari ini adalah hari pertamanya MOS disekolahnya.

Tidak butuh waktu lama Agatha sudah rapi dari ujung kaki sampai ujung kepala menawan.

Dia menuruni satu-persatu anak tangga menuju ruang makan untuk sarapan pagi bersama keluarganya.

Semua makan bersama secara aman,tertib dan sejahtera. Iyakan, kalau tidak perang dong namanya.

Dika ayah dari Agatha akhirnya angkat bicara.

"Gaga hari ini pertama kamu masuk sekolah kan?"

Gaga adalah panggilan Agatha dari ayahnya.

"Iya pa."jawabnya

"Belajar yang rajin yah nanti kamu diantar sama kak Andra papa sama mama mau keluar kota ada urusan kerja."

"Iya pa nanti Andra antar kok."

Agatha sebenarnya sedih karena ayah dan ibunya akan pergi lagi, tapi dia memakluminya karena yang dilakukan orang tuanya pasti demi kebaikannya sendiri dan kakaknya.

Agatha sudah selesai sarapan dan bergegas mengambil tasnya.

"Kak Andra ayo berangkat sekarang."

"Jangan dulu yah, adekku yang cantik, kakak mau mandi dulu yah lima menit kok ok."

Lagi-lagi Agatha harus menerima cobaan lagi.

"Kak cepetan yah udah jam berapa ini."

Agatha sudah lebih dari sepuluh menit menunggu kakaknya tapi kakaknya belum juga selesai mandi. sungguh menjengkelkan.

"Kak Andra! Agatha sudah terlambat." Teriaknya yang hampir menyamai toa masjid.

Akhirnya kakaknya selesai juga.

"Maafin kakak yah, adekku yang cantik dan imut ini."

"Enggak! Ayo cepetan."

Agatha langsung bergegas masuk kedalam mobil. Ia cemas sekali karena ini adalah hari pertama MOS pastinya dia akan dihukum pasti itu.

Sekarang ia sudah ada didepan gerbang sekolah dan ternyata gerbang sekolah sudah tertutup sungguh nasib yang malang.

"Ini semua gara-gara Kak Andra, Gaga marah sama kakak."

"Maafin kakak Agatha."

Agatha tidak merespon kakaknya dia langsung keluar dari mobil dengan perasaan marah dan membanting kasar pintu mobilnya.

Ia tidak tahu bagaimana caranya untuk bisa masuk dengan aman dan selamat masuk kesekolah. Ia sangat bingung ia sudah memikirkan segala cara salah satunya loncat tembok tetapi jika ia loncat tembok...

ia pasti akan kesusahan untuk naik
Keatas tembok karena, ia pake rok pasti mustahilkan kalau pun dia berhasil pasti akan jatuh. Jika didengar oleh satpam sekolah maka sudah pasti ia akan dilaporkan di Bk.

Pastinya ia kena masalah dan tidak ada lagi jalan satu- satunya kalau pun dia pulang, pasti dimarahi lagi serba salah deh.

Telolet....telolet..... telolet
Suara klakson mobil tepat berada didepan gerbang sekolah.

Satu ide terlintas di kepalanya jika ia ada didalam animasi kartun pasti diatas kepalanya sudah ada lampu yang menyala.

Satpam sekolah membukakan gerbang untuk orang yang ada di mobil tersebut tapi Agatha yakin seratus persen bahwa ia adalah seorang guru.

STAYStories to obsess over. Discover now