Met the Bastard

8.5K 40 0
                                        

Seorang wanita berjalan dengan angkuh ke dalam perusahaan yang besar, saat suara heelsnya berdentuman dengan lantai, semua orang di sana membungkuk hormat dan ketakutan.

Hawa dingin langsung terasa saat wanita itu menginjakkan kakinya didalam, sunyi sepi senyap, tidak ada yang berani berkata, bahkan bernafas dengan keras.

Saat wanita itu naik lift menuju ruangannya, semua orang di lantai dasar menghembuskan nafas lega, karena tidak ada kata makian dari boss mereka itu.

Tidak ada yang berani menyapanya, kecuali sekretaris pribadinya yang sudah mengenalnya sejak kecil, mereka hidup di lingkungan yang sama, lingkungan yang sangat kejam.

"Selamat pagi boss besar yang cantik"

"Pagi Natalie, apa jadwalku hari ini?"

"Pertama-tama kau harus tersenyum Rose, lihat semua karyawan mu, mereka bahkan takut menatapmu, dan juga kau harus cari pasangan, kau cantik, sukses tapi kurang tersenyum, tak ada yang mau dengan wanita penggerutu kau tau itu"

"Enough Nat, pagi-pagi begini kau cerewet sekali, kau kan tau, aku tak akan tersenyum tulus jika dendam ku tidak terbalas, sebelum aku bahagia, aku ingin melihat mereka menderita dan merengek di bawah kakiku"

Natalie melihat Rose dengan iba, ia tau betul bagaimana sifat sahabatnya itu sebelum seperti iblis, ia tau masa kelam yang membuatnya jadi seperti itu.

"Okay Rose, okay, tapi jangan lupa tersenyum untuk klien yang paling kau benci, 2 jam lagi kita akan menemui Mr. Zayn".

Rose tersentak saat mendengar nama tersebut, nama yang paling ia benci, nama yang membuatnya seperti iblis, nama yang membuatnya mendapat julukan, 'beauty devil'.

"Bagaimana penampilanku? Apa aku masih terlihat seperti dulu?"

"Tidak Rose, tubuhmu, wajahmu bahkan sifat mu sudah berubah 360°, dulu kau kan jelek, hahahaha".

Rose hanya melihat Natalie datar dan Natalie langsung berhenti tertawa saat Rose seperti itu.

"Ambilkan aku Americano tanpa gula, juga ambilkan berkas biodata lengkap tentang Zayn"

"Nanti ku antar ke ruangan mu"

Rose membaca satu persatu berkas biodata tentang Zayn dengan seksama, laki-laki itu sudah beristri sejak 5 bulan lalu, dan sekarang istrinya sedang mengandung 6 bulan karena hamil di luar nikah.

Rose tersenyum sinis, melihat biodata seorang Zayn, 'CEO muda dengan sifat malaikat', Rose tau seperti apa sifat asli Zayn, dari dulu Zayn orang yang sangat jahat, dia tidak segan membuat orang lain menderita dalam hidup, tidak berbeda dengan sifat Rose yang sekarang.

Rose keluar perusahaan untuk bertemu Zayn di perusahaan Zayn.

Penampilan Rose yang sangat menawan sering kali membuat klien-kliennya mencoba mendekati Rose, tapi pertahanan hatinya untuk tidak jatuh cinta sangat kuat, sebelum dendamnya terbalas dia tidak akan jatuh cinta.

Dibalut pakaian serba hitam, Rose terlihat cantik dan anggun, dia siap untuk bertemu Zayn, memulai pembalasan dendamnya.

***

Rose berjalan anggun dengan senyum yang manis memasuki perusahaan Zayn, setiap pasang mata melihatnya berjalan dan tersenyum kagum padanya.

Walaupun hanya senyum palsu yang terukir di wajah cantiknya, di dalam hati Rose mengumpat sebisanya, demi mewujudkan dendamnya ia rela berpura-pura memiliki sifat malaikat dan akan melakukan apapun.

***

Seorang lelaki yang tidak diragukan ketampanannya, wajahnya dipahat sangat sempurna, mata birunya bagai samudra, hidungnya yang bangir itu sedang melihat berkas perjanjian antara perusahaannya dengan sebuah perusahaan besar milik seorang wanita.

Zayn tanpa berfikir panjang langsung menyetujui perjanjian tersebut, dia berfikir bisa menghasilkan keuntungan banyak dan mengelabuhi perusahaan itu, karena pemimpinnya wanita.

Saat sedang membaca berkas lainnya, pintu ruangan Zayn di ketuk oleh sekretarisnya dan Zayn pun mempersilahkan wanita itu masuk.

Seketika Zayn terpana oleh paras cantik Rose, Rose tersenyum lalu duduk di kursi di depan meja kebesaran milik Zayn.

"Perkenalkan nama saya Rose Faith
Parker, jadi bagaimana apa anda setuju dengan perjanjian perusahaan kita?"

Dengan tersenyum Rose menahan dendam dan amarah saat melihat Zayn dan teringat apa yang telah dialaminya di masa lalu.

"Saya sangat setuju, semoga dengan adanya perjanjian ini membuat perusahaan kita sama-sama diuntungkan".

Saat bersalaman dada Zayn berdesir beberapa detik lain dengan Rose, dia ingin sekali mencengkeram tangan kokoh itu dan membantingnya sekarang juga, tapi demi menjaga imagenya agar dendamnya terselesaikan dengan sempurna ia harus terlihat seperti Angel bukan?

LANJUT??? VOTE DULU
Part selanjutnya 21++

BITCHWhere stories live. Discover now