Prolog

14 1 3
                                        

Kau

Kau yang selalu ada didekatku, kau yang selalu mengisi hari-hariku, dengan canda, tawa, kau terkesan begitu berharga bagi diriku.

Ketika hari itu datang, Sungguh, aku merasakan apa itu penyesalan yang sesungguhnya.

Penyesalan karena terlalu lambat untuk memberitahukan sesuatu, yang sangat penting bagiku.

Kau pergi, mulai dari hari itu, kau sudah tidak berada didekatku lagi, Sungguh aku marah pada diriku sendiri, dan merutuki segala yang kusembunyikan darimu, sehingga kuputuskan untuk, menyembunyikan apapun itu dari dunia luar, termasuk pribadiku.

Aku berharap, kau kembali, kita melangkah bersama, Kembali.

Pan.

Till We Meet AgainStories to obsess over. Discover now