Siska

55 7 3
                                        

Siska Arshena. Seorang wanita yang dilahirkan dari keluarga yang sederhana. Dia adalah penderita broken home. Yups, mengenaskan sekali bukan?. Dia sudah mengalami masa broken home sejak ia masih berumur 5 tahun. Waktu dimana yang seharusnya ia merasakan hangatnya kasih sayang sebuah keluarga. Tapi tidak bagi Siska, ia sudah terbiasa tidak dianggap oleh ayahnya sendiri bahkan melihat ibunya yang selalu dianiaya oleh ayahnya itu. Masih kah bisa disebut seorang ayah atau suami? Entahlah.

Begitu kuat dan tabah hati Siska. Meskipun dalam hatinya ia sangat merutuki kejadian-kejadian yang menimpa hidupnya itu. Sungguh pedih sekali momen-momen itu. Terkadang ia iri ketika disekolah teman-temannya selalu diantar oleh orangtuanya , tetapi ia diantar oleh kakeknya saja. Yaa.. dia tinggal bersama kakek dan neneknya. Mamanya bekerja dan jarang pulang ke rumah sejak perceraian ia dan suaminya itu usai.

Tahun demi tahun telah berlalu. Hari demi hari ia lalui bersama kakek nenek dan mamanya.. ia  sudah tumbuh menjadi gadis yang dewasa. Siska sudah berumur 15 tahun sekarang .. yayy.. ia sudah bersekolah di bangku kelas 9 SMP . ia menjalankan hari-harinya dengan penuh ceria. Tanpa beban sekali. Dengan teman-teman yang selalu ada disampingnya . Bukan teman musiman pastinya. Yup mereka adalah Vira, Ayu, Mitha .. teman yang selalu ada disetiap suka dan duka.

Hari itu perpisahan di SMP mereka. Itu adalah hari terakhir mereka bercanda  tawa ria, yupss mereka akan berpisah untuk melanjutkan sekolah ke sekolah impian mereka. Sungguh berat sekali jika berpisah dengan mereka. Tapi meskipun berpisah, mereka masih sering bertemu walau hanya sekedar bergosip ria .. hahaha sungguh suka sekali ghibah. Mereka masih sering bercerita tentang cerita mereka masing-masing lewat aplikasi sosmed mereka.

Yupss.. benar-benar berpisah. Hanya tersisa aku dan Ayu lah yang masih satu sekolah. Yaa di sekolah terdekat di daerahnya.

Siska POV

Malam yang sungguh membosankan. Bahkan handphoneku serasa sepi seperti kuburan tanpa penghuni. Apalagi yang aku lakukan hanya tiduran di kamar mengerami telur yang tidak menetas-menetas haha sungguh miris.
Tiba-tiba saja ketika aku menscroll beranda di facebook ada sebuah pesan yang masuk aplikasi mesengerku.

Ting..
Dera Arga : hai

Lalu aku membuka pesan yang baru saja masuk itu. Dengan malas, aku hanya melihatnya saja. Karena aku tidak kenal dengan dia.

Aku merasa mataku sudah seperti diberi lem perekat yang sangat rekat sekali. Sungguh mengantuk. Aku pilih untuk merebahkan badanku dikasurku yang sangat empuk itu dan memulai penjelajahan didalam area mimpi yang sudah menungguku.





#bersambung  hahaa

Bukan KamuWhere stories live. Discover now