I. Pengenalan

100 11 2
                                        

Jakarta, Juli 2013

Senin, hari itu adalah hari pertamaku. Ya hari pertama, hari pertama aku masuk untuk menjadi siswa baru di SMP. Bapakku mengantarku sampai di depan gerbang yang juga sedang dikerumuni siswa-siswi baru dengan seragam-seragam yang semuanya berbeda. Ada yang memakai seragam merah putih, seragam biru bergaris, dan baju putih-putih dengan rompi merah bercorak seperti yang sedang kupakai saat ini.
Saat ini aku linglung, mencari teman-temanku yang berseragam sama sepertiku, beberapa menit yang lalu Bapak pergi setelah menurunkanku dari motornya dan menyemangatiku "Yang semangat ya teh belajarnya! Sekolah baru harus lebih semangat!" aku tersenyum tanda senang atas perkataan Bapak yan mengurangi rasa cemasku masuk sekolah baru dengan pikiran-pikiran burukku tentang Guru-guru killer, Teman-teman yang tak kusuka. Dan lainnya.

"Cia!!!!" beberapa orang terdengar memanggil namaku. Aku mencari sumber suara itu. Setelah ku lihat, mereka adalah teman-teman SDku. Ah senangnya. Ku kira mungkin aku akan terus berkeliling dengan linglung seperti anak kambing conge yang mencari induknya. Haha. Aku pun menghampiri teman-temanku yang berjumlah kurang lebih 6 orang. Oke, akan ku kenalkan ya. Mereka adalah, Hasana, Maulida, Sara, Salsa,  Putri, dan Anisa. Karena lama tak berjumpa kami pun saling berpelukan tanda rindu. Yaa karena liburan ajaran baru yang sangat lama. Kami pun berbincang-bincang, tertawa, menegang jikalau diantara kami menceritakan guru killer ataupun teman-teman yang mengerikan yang terbayang-bayang. Ya.. Maklum lah, kami masih lulusan SD yang cenderung masih berpikiran seperti anak kecil. Dan tak lupa, kami pun berdoa agar diantara kami, ada yang kebetulan sekelas nanti di SMP ini. "Aamiin" Begitulah sahutan ku. Hehehe.

Tiba-tiba "Seluruh Siswa-Siswi diharapkan dapat langsung berkumpul dan berbaris di lapangan!" Seorang Bapak yang berseragam guru itu pun terlihat mendekati mimbar dan menyuruh kami berbaris. Aku dan teman-teman pun segera berbaris. Setelah itu, bapak itu memulai berpidato, dan setelah kurang lebih 15 menit berpidato, pengumuman mengenai kelas pun disampaikan. Dan inilah yang kami tunggu-tunggu. Aku menunggu namaku disebut oleh Bapak itu. Sekarang sudah sampai kelas 7-5. Sedangkan, aku cemas karena namaku belum terpanggil. Setelah memasuki pengumuman kelas 7-6, tiba-tiba "Chintya Nurida" aku terperanjat dan langsung memasuki kelas 7-6 sebagaimana perintahnya dengan memendam segala rasa sedih dan kecewa. Ya hari itu aku sangat kecewa. Karena, tidak ada satupun teman yang kukenal dikelas itu. Sediihhh sekali. Saat teman-teman ku bersuka ria karena diantara mereka bertemu lagi dikelas baru, dan tidak kesepian di kelas baru. Aku harus selalu memunduk atau menidurkan diri di meja tanda kesepian. Padahal setelah masuk kelas, ada yang sudah mengajakku berkenalan. Ya. Aku bukan orang yang mudah bergaul. Butuh waktu bagiku untuk berbaur dengan orang-orang baru. Sesekali aku memandangi teman-teman baruku ini. Tapi, lagi-lagi ku sedih duduk dibangku kelas ini. Saat itu aku berharap ada keajaiban, keajaiban seperti, tiba-tiba seorang guru datang dan memindahkanku kekelas lain. Tapi, itu hanya angan belaka yang tidak mungkin akan terjadi. Dan hari pertama itu, kujalani tanpa semangat dan gairah.

-Istirahat-
Aku menemui teman-temanku yang kelihatannya sangat menikmati sekali pertemuan pertamanya dengan kelas barunya. Aku turut senang. Tapi dalam hati yang paling dalam, aku berkata 'beruntung sekali kau teman'

~BERSAMBUNG~

Love Or HateDes histoires addictives. Découvrez maintenant