Rena di tempat ini lagi, di setiap mimpinya Rena selalu dibawa masuk ke tempat ini, tempat gelap yang sangat menakutkan tak ada cahaya dan tak ada jalan keluar dengan keadaan tubuhnya yang luka - luka hingga akhirnya kesadaran menghampirinya setiap seseorang berlari kearahnya.
"Ahh mimpi itu lagi" ucapnya. Sudah ribuan kali ia memimpikan hal itu setiap malam lalu sakit mendera kepalanya sesaat setelah ia terbangun. Ia pun melirik jam di atas nakas, jam menunjukan pukul 06:25 ia harus segera bangun dan mandi ini adalah hari pertamanya masuk ke kampus ia tidak boleh mengacaukannya. Setelah mandi dan berpakaian Rena pun turun ke bawah suasana sepi langsung menyambutnya ia hanya bisa menghela nafas "Aku rindu suasana dulu ini terlalu sepi" ia pun mengahalau pikiran - pikiran yang menghatui kepalanya mengambil sepotong roti tanpa selai atau apapun, gadis itu langsung berangkat ke kampusnya mungkin udara pagi bisa membantunya menyegarkan pikiran pikirnya.
Ia pun menjalankan mobilnya, dengan sengaja ia menurunkan kaca agar udara pagi bisa masuk ke mobilnya dan menghilangkan perasaannya yang gundah gulana. Pemandangan indah tersaji dalam perjalanan menuju kampus, sekitar 30 menit ia sampai dikampus, tempat itu masih sama seperti yang ia ingat terakhir kali saat kecil, dengan taman yang penuh bunga, gedung bertingkat yang selalu mempesona dan orang yang sibuk berlalu lalang di pagi hari.
Begitu masuk ke sana Rena langsung di sapa oleh dosen kampusnya yang tak lain adalah tante Rena "Rena selamat datang akhirnya kamu sampai disini tante kangen sekali sama kamu sekarang kamu udah besar ya cantik sekali" pujinya "Iya tante, tante indah, apa kabar? Rena juga kangen banget sama tante" ucap Rena. "Tante baik sayang, tante sudah dengar tentang orang tua kamu tante turut prihatin ya " , sambil tersenyum miris Rena menjawab "Iya tante makasih". "Yaudah kamu bisa keliling kampus dulu ini masih pagi, masih ada waktu sebelum kelas pertama kamu" ucap tante indah "Iya tante kalo gitu Rena jalan - jalan dulu ya tan" setelah mendapat anggukan dari tantenya Rena pun mulai berkeliling kampus ini.
Bagi Rena banyak cerita tentang kampus ini karena ia melewati setengah dari umur hidupnya untuk bermain di sini di area kampus ini. Tidak lain karena ia adalah anak dari pemilik kampus ini, ayahnya Burhan mendirikan kampus ini semenjak Rena masih balita ia menjadi saksi berkembangnya kampus ini hingga seperti sekarang, lalu semenjak orang tuanya meninggal Rena terpuruk, sangat terpuruk bahkan ia tidak bisa makan selama beberapa minggu ia hanya bisa berdiam diri di kamar, untuknya itu semua adalah mimpi buruk hingga akhirnya ia mendengar percakapan tantenya dengan pengacara keluarga mereka, mereka mendiskusikan tentang ahli waris kampus tersebut. Secara garis keturunan memang Rena lah yang akan menjadi penerusnya namun karena keadaannya yang saat itu terguncang ia dinyatakan tidak bisa menajadi ahli waris kampus teesebut, mendengar hal itu Rena sangat terpukul, belum cukup kah tuhan mengambil kedua orang tuanya? Sekarang bahkan ia akan kehilangan satu satunya peninggalan milik orang tuanya.
Mendengar hal itu memaksa Rena untuk bangkit mau tidak mau ia harus mengambil apa yang menjadi miliknya, dan disinilah dia sekarang, dia diberikan waktu 3 bulan untuk mengelola kampus tersebut dan jika berhasil maka kampus itu akan jatuh kepadanya. Rena berkeliling sambil memikirkan itu semua hingga ia tak sadar ia sudah sampai di tempat favoritnya di sana yaitu danau kampus, ia menghirup semua udara disana hingga mungkin tidak menyisakan udara untuk yang lainnya, sekarang ia butuh kekuatan itu ia pun melampiaskannya dengan berteriak ke arah danau "Kamu pasti bisa Renaaaa!!! " huh sangat legaa pikirnya hingga ada suara yang membuat jantungnya seakan mau copot "berisik!" , sialan siapa yang berani berteriak seperti itu padanya, saat akan berbalik mengumpat Rena hanya bisa terdiam melihat sosok di depannya.
Author note:
Haiii makasih yang udah bacaaaa please tinggalkan jejak guize aku butuhhh kaliannnn
With love
Riverie07
YOU ARE READING
Rena Alarice
Teen FictionTuhan mungkin mengambil mereka tapi Tuhan memberikanmu itu anugrah kedua dalam hidupku Rena alarice harus bisa mengambil apa yang menjadi miliknya namun godaan terus mengikutinya belum lagi masa lalunya yang terlalu kelam ia hanya berharap setiap ha...
