"APA-apaan itu...."
Jay Lennon terbelalak. Delapan meter di depan berdiri seorang pria dengan mutasi di tubuhnya. Kepalanya membengkak tak wajar, kulitnya dipenuhi bercak menghitam dengan pembuluh darah mencuat.
Pria itu menjerit sambil sempoyongan, matanya melotot, suaranya lebih seperti hewan daripada manusia. Darah merembes dari setiap lubang di kepalanya, membuat rambut pirangnya kehilangan warna asli.
Clank!
Jay spontan menengok ke belakang saat terdengar suara besi patah. Pagar yang membatasi lantai satu terlepas, melayang ke arahnya. Jay refleks menarik tubuhnya ke samping, nyaris tidak bisa menghindar. Besi itu nelewatinya, mendekati dan memutari pria yang bermutasi.
Jay melihat belasan besi lain ikut tertarik. Membuat pria yang bermutasi itu terlihat seperti pusat medan magnet.
Tepat setelah itu, teriakannya berhenti seketika. Besi yang mengelilinginya ikut berhenti bergerak.
Detik itu, insting Jay menjerit. Tanpa pikir panjang ia melompat untuk berlindung di balik pilar. Sedangkan besi-besi yang mengelilingi pria bermutasi itu terpental bagaikan peluru. Tanpa peringatan melesat ke berbagai arah.
Arus manusia yang lalu-lalang menjadi sasaran empuk. Besi panjang melesat bagaikan tombak, tanpa aba-aba menembus tengkorak wanita yang tengah berlari. Tanpa teriakan, tanpa perlawanan, tubuh wanita itu tumbang dengan suara berdebam.
Namun, dunia tidak berhenti berputar untuk memedulikan nasib wanita itu. Malah, korban lainnya bertambah. Seorang remaja laki-laki wajahnya hancur tertabrak lempengan besi berat. Dada seorang pria nyaris terbelah oleh tusukan besi yang setajam pisau.
Di samping pilar tempat Jay bersembunyi, terlihat seorang anak kecil terpukul di bagian kepala hingga kejang-kejang. Sang ibu menjerit panik, duduk bersimpuh memeluk anaknya. Tubuhnya sesekali tertendang hingga jatuh, tetapi fokusnya pada sang anak tak tergoyahkan.
Napas Jay kian memberat, iris merahnya bergetar. Menatap anak kecil dan sang ibu, Jay tanpa sadar bergumam, Clara... Istrinya di rumah tengah hamil tua. Ia berjanji akan membawakan buah-buahan setelah pulang kerja nanti, lalu mengobrol tentang masa depan anak mereka yang masih di dalam perut ibunya.
Jay mengepalkan kedua tangannya, rahangnya mengeras. Sebagai satpam, ia merasa bertanggung jawab dan ingin membantu anak-ibu itu, tetapi pikirannya meneriakan nama Clara berkali-kali.
Jay memejamkan mata menarik napas. Ia berbalik badan berlari tanpa berani menengok ke belakang. Maafkan aku..., lontarnya dalam hati. Ia tidak tahu konsekuensi apalagi yang akan terjadi pada pria bermutasi itu, tetapi Jay hanyalah manusia biasa dan calon ayah. Ia tidak bisa menyelamatkan semua orang.
Jay berlari keluar dari gedung mall, disambut oleh kekacauan yang lebih mengerikan. Suara alarm mobil dan teriakan panik orang-orang menghiasi udara. Di tengah jalan raya terlihat remaja perempuan yang bermutasi, tubuhnya berubah menjadi batu, medan di sekitarnya ikut berubah tak terkendali.
Remaja lelaki di pinggirnya menatap perempuan itu dengan ekspresi horor, kakinya tak kuasa menahan berat tubuhnya, ia terduduk di aspal tak berdaya. Seluruh badannya gemetar.
Lalu, tumbuh tembok batu setinggi lima meter di depan perempuan itu. Membuat mobil yang tengah melaju kencang tidak sempat bereaksi dan menabrakkan diri.
YOU ARE READING
Underwrite A Life「Remake」
Science Fiction「Ambassador's Pick 2024」 「®17+, Science-Fantasy, Action, Mystery」 Hujan meteor membawa alien bernama Qhuts menginvasi bumi. Disaat yang sama, manusia terpilih mendapat kekuatan misterius bernama Stellar. Rachel, Stellar yang menyaksikan runtuhnya um...
