(The One)

93 8 2
                                        

Cerita kedua?!

Lagi ada ide tulis cerita baru. Hehe

Typo bertebaran.

See you.

Enjoy.

Thanks.

...................................................

"gue enggak mau dekat sama lo. Awas enggak" pekik seorang gadis.

Orang yang di teriaki gadis tersebut tidak menggubris kata-kata yang tersirat ancaman di dalamnya.

Masih memegang tangan gadis itu "kalau gue enggak mau lo mau apa? Mau mempermalukan gue dengan joget-joget enggak jelas gitu. Sambil bilang kalau lo lagi hamil. Otak lo dimana sih?"

"Joget-joget enggak jelas lo bilang. Wah,, sembarangan aja lo kalau ngomong. Lebih bagus gue joget-joget gitu daripada lo, kaku banget. Kayak apa ya? Cocoknya lo di umpamain dengan apa ya?" ungkap gadis itu.

Dengan kesal orang tersebut menggerutu dengan nada yang cukup terdengar oleh gadis itu.

Mendengar kalimat gerutuan yang diungkapkan sih pemilik bibir cabe itu, membuat hidungnya naik ke kepala. Karena emosi dia yang ingin meledak.

"ini anak udah kaku, ngehina gue lagi. Mau lo apa?. Maksud lo juga apa ngatain gue gadis kurus dengan menunjukkan pantat tepos yang tidak seberapa. Nyari masalah lo ya. Tunggu pembalasan gue" ancam gadis itu.

Namun sangat di sayangkan ancaman tersebut tidak berpengaruh terhadap orang itu. Ia justru tersenyum sinis melihat gadis yang berada di bawahnya. Karena tinggi mereka berdua terpaut cukup jauh.

Senyuman sinis dengan penuh kelicikkan, tidak membuat gadis itu gentar, goyah, atau takut. Ia justru gadis pemberani dengan segala tingkahnya yang tidak bisa diam.

Ia memilik ide jahil yang luar biasaa untuk orang itu. Karena sudah mengira ancaman yang ia lontarkan, hanya sekedar ancaman biasa saja. Namun siapa di sangka, gadis bertubuh mungil tersebut, memiliki banyak ide-ide yang harus ia tuangkan secara nyata dengan pemerannya orang itu.

Merasa harga dirinya di injak-injak, ia berteriak kencang kearah orang itu.

"lo, Christian Franklyn Miller bakalan berhadapan dengan gue, lolita abdia mecca. Tunggu pembalasan gue."

"iya, tenang aja gue tunggu". Balas Christian singkat tanpa memandang gadis yang berteriak mengancam padanya.

............................................................

Cewek bertubuh mungil berparas biasa aja, yang jauh dari kata cantik, putih, langsing, bersih, rapi, seperti model-model sabun cuci piring. Upss,  maksudnya sabun mandi taraf internasional, menghela nafas lelahnya.

Setelah seharian panjang ia menghabiskan tenaga dan waktu untuk beragumen dengan salah seorang pria yang tidak ia kenalnya.

Jika ada seorang gadis tidak mengenal seseorang, lalu ia berbuat kesalahan, pasti ia akan meminta maaf karena menjahili orang itu. Walaupun enggak Sepenuhnya kesalahannya.

Ini justru sebaliknya. Ia malah marah-marah, sambil memaki orang tersebut, tidak ada kata 'maaf' keluar dari bibirnya.

Behind A MaskHistórias para pegar e não largar. Descubra agora