[1] Prolog

1.5K 57 2
                                        

Di kamar yang tampak luas ini terlihat seorang gadis cantik mengenakan baju tidur, sedang duduk di kursi menghadap laptop yang menyala di meja belajarnya. Ia tampak fokus menatap laptop itu hingga keadaan sekitarnya seakan diam. Sesekali ekspresinya berubah.

"Hahaha," cewek itu mengeluarkan tawanya secara tiba tiba. Tik tik tik bunyi detik jam dinding di samping televisi terdengar keras saat cewek itu tiba tiba diam dan mengeluarkan isak tangisnya.

Memang terdengar aneh seorang cewek yang tadinya tertawa hingga terpingkal pingkal kini langsung mengeluarkan air matanya. Makanya, banyak cowok yang menilai cewek itu berbeda, ribet, dan unik. Itulah cewek. Kadang, mood nya yang tidak stabil membuat mereka terlihat sensi di mata para cowok dingin. Cowok yang tidak terlalu peduli dengan sekitarnya misalnya, cowok yang tidak peka.

Suara detik jam itu semakin terdengar saat isak tangis mulai reda. Namun, seketika suara detik jam itu seakan tertelan bumi seiring dengan suara keras yang dapat mengangetkan siapa saja.

Brakkk!!!

"Sumpah gue gak terima kalo jadi ceweknya. Udah tau disakitin masih aja mau dideketin," Fei menggebrak meja belajarnya dengan keras. Tak peduli hari yang sudah sangat larut. Kebiasaannya membaca cerita saat malam hari tidak dapat dihilangkan begitu saja. Fei sudah terbiasa dan ia tidak akan mengantuk pagi harinya, walau ia tidur pukul 2 dini hari sekalipun.

Fei menatap jam dinding yang menunjukkan angka pukul 11 malam. Ia menutup laptopnya dengan keras lalu membanting tubuhnya ke kasur. Tidur terlentang dengan menatap langit langit kamar adalah hobinya. Ia tidak suka tidur dengan memeluk guling atau boneka di sampingnya. Fei adalah tipe cewek yang tidak banyak bergerak saat tidur. Cukup setia dengan satu pose yang sama dari sebelum hingga sesudah tidur.

Cklek

Pintu kamar berwarna hitam itu terbuka dan memunculkan seorang cowok yang sudah tampak mengantuk. "Kebiasaan deh kalo mau tidur gak dimatiin lampunya," Rey melangkahkan masuk ke kamar adiknya itu lalu mematikan lampu. Seketika, dinding dan langit langit kamar yang gelap itu dihiasi oleh bintang bintang bercahaya. Siapapun yang melihatnya pasti kaan terpesona.

Rey menghidupkan lampu tidur di sisi kasur Fei. Sebelum tangannya mencapai nakas, ia menolehkan kepala menatap adiknya itu yang masih terlentang sambil menatap langit langit kamar. "Ngapain lo? Buruan tidur gih."

"Hah," Fei menghembuskan napasnya kasar. "Lo kebiasaan deh bang, liat tuh masih juga jam 11 lo main masuk aja terus matiin lampu kamar gue."

Rey duduk di pinggiran kasur adiknya, "abisnya lo tiduran gitu, gue kira lo mau tidur. Sesekali lah lo tidur pagi."

"Pagi ya? Pagi? Ini udah malem bang Rey, udah ah sana buruan keluar! Ganggu acara gue aja lo!" Fei menatap Rey tajam dan mengipaskan tangan kanannya, menyuruh Rey pergi dari kamarnya.

Rey bangkit dari duduknya lalu mencium kening Fei, "okey bye decan, good night."

"Hm," setelah pintu itu tertutup kembali dan Rey sudah tidak menunjukkan batang hidungnya, Fei mengambil ponsel yang dari tadi ia taruh di bawah bantal. Ia mengecek notifikasi yang sudah beratus ratus masuk di ponselnya.

Fei adalah seorang idola yang baru menjajakan kakinya di dunia hiburan baru. umurnya yang masih muda dan bakatnya yang luar biasa, membuat Fei mempunyai fans besar tersendiri. Fei membuka aplikasi line nya. Seketika ponselnya berkedip kedip dan muncul notifikasi baru dari line nya.

"Huh," dengus Fei saat melihat notifikasi itu tak kunjung berhenti.

LIZANA Alkafera

Feii oh feiii dimanakah engkau beradaaaaaa?????????

Sasa Xeanifa

Paan lo ra... ribut amat lo

LIZANA Alkafera

Lo tuh harus tauk, nih hot newsssssssssssss

RozEAnica

Apa apa?? Gasabar dedek

Sasa Xeanifa

Lah nih muncul juga@ RozEAnica.. Fei up Fei

Karen DyANA

Ribet amat hidup lo

LIZANA Alkafera

Gini gini dengerin gue. Tadi gue liat

Karen DyANA

Liat? Tukang becak?

Sasa Xeanifa

Tuh kan Feii up dong. Nih Kayenn ikut"annn

RozEAnica

Diem lu @Sasa Xeanifa...... paan Fer?

Fei mengerutkan dahinya saat membaca line grup tergila miliknya. Grup dengan nama CABE yang beranggotakan 5 orang. Dirinya, Fera, Sasa, Karen, dan Roze.belum sampai setengah percakapan, Fei mematikan ponselnya lalu meletakkannya di nakas samping tempat tidur. Belum bisa tidur di jam jam segini, Fei memutuskan untuk keluar dari kamarnya. Saat melewati kamar Rey, kakaknya, Fei sempat mengintip dan ternyata abang terjeleknya itu sudah tertidur pulas dengan nyaman di kandangnya, eh di kasurnya. Fei menapakkan kakinya di tangga, lalu turun dengan langkah hati hati agar tidak menimbulkan suara yang dapat mengganggu siapa saja.

"Mau kemana Fei?"

Suara lembut itu mengagetkan Fei yang sedang berjalan mengendap endap menuruni tangga. "Eh Mama. Mau keluar bentar aja," ucap Fei dengan tersenyum manis di depan mamanya itu.

Kay hanya menggelengkan kepalanya pelan, "ini udah malem Fei, kamu tuh harusnya tidur. Kerjaan kok keluar aja."

"Tapi kan akhir akhir ini Fei jarang keluar Ma," Fei mengerucutkan bibirnya sebal.

Kay tersenyum manis lalu mengelus pucuk kepala anaknya itu, "bagus dong. Sekarang kamu naik, masuk kamar terus tidur deh."

Fei memutar bola matanya kesal, lalu menganggukkan kepalanya dan mencium tangan Kay. "Mau jadi anak alim gue."

Sampai di dalam kamar, Fei membuka buku diarynya dan menatap foto cowok di situ. Ia mengecup pelan foto cowok memakai topi yang sedang bersedekap itu, "tadi ketemu, besok juga ketemu. Tapi, masih aja gue kangen lo. Good night my lovely."

"AAAAAAA!!!! Ga sabar pengen berangkat sekolah," Fei tersenyum sendiri membayangkan hari esok. Ia selalu semangat setiap harinya untuk pergi ke sekolah. Belajar 10%, main sama temen 40%, ketemu pacar 50%. Itulah hal yang dilakukan oleh seorang cewek bernama Feina Rashella. Cewek kelas 10 yang cukup terkenal di lingkungannya. Cewek cantik, imut, dan berani yang selalu menjadi panutan SMA Samudra.

Fei banyak fansnya, bukan hatersnya. Dia cewek baik baik yang menyukai kebebasan. Semua dilakukan karena keinginannya. Ingat! Fei bukan seorang Badgirl. Orang dirinya perfect gitu kok dinamai badgirl. Bad kan buruk, beda kan ya sama Fei. Jadi tolong catat! Fei bukan seorang badgirl.

-fei

Maaf kalo banyak typo. Tunggu lanjutan partnya ya,

Slm nufa

F E I Donde viven las historias. Descúbrelo ahora