Chapter 1

10.6K 662 16
                                        

Hari itu pagi sudah menampakkan sinarnya dari ufuk timur tidak dengan seorang namja mungil yang masih bergelut dengan selimutnya.


"Yaakkk hyung bangun!! Apakah kau lupa hari ini kau akan ada wawancara." Mendengar teriakan, namja mungil itu hanya merespon dengan gumaman.

"Ini jam berapa?" sang namja mungil itu bertanya dengan suara yang masih serak dan mata yang masih tertutup rapat.

Adiknya hanya dapat menghela napas sambil menampilkan wajah datarnya "Hyung ini sudah pukul 6.30 dan kau akan wawancara pukul 07.00."

Mata yang tadinya masih tertutup tiba-tiba terbuka lebar, "Apaaaa? Kenapa kau tidak membangunkanku? Dasar adik yang payah"

Namja mungil itu bergegas ke kamar mandi untuk mempersiapkan segalanya sambil ia terjatuh-jatuh karena buru-buru. Sedangkan adiknya hanya menggelengkan kepalanya, ia sudah terbiasa dengan sifat kakaknya yang ceroboh tapi tanpa kakaknya dia tidak bisa sebahagia ini walaupun kedua orang tua mereka sudah lama meninggal saat sang kakak berusia 18 tahun dan ia berusia 12 tahun.

Tak lama namja mungil itu telah selesai dengan acara mandi dan segera memakai baju untuk wawancaranya kali ini. Ia segara menuju meja makan dan melihat adiknya Jaemin sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.

"Hyung cepat makan rotimu karena aku sudah tahu kau akan terlambat dan ingat jangan buru-buru", Jaemin berbicara sambil mengoleskan selai stroberi kesukaan kakaknya dan tentu saja kesukaannya juga.

Baekhyun hanya menanggapinya dengan cengiran, "Neeee adikku yang cerewet tapi pintar ini. Baiklah hyungmu akan berangkat berdoa saja kakakmu ini dapat pekerjaan dan jangan lupa kau harus belajar dengan giat"

"Baiklah Baekhyun-nim" Jaemin membalasnya dengan cengiran pula.




E)(O




Akhirnya namja mungil itu sampai di kantor tujuan wawancaranya. Ia pun melihat arloji di pergelangan tangan kirinya panik melanda,

"Aiisshh.. Tidak aku terlambat 3 menit bagaimana ini?"

Ia bergegas memasuki kantor yang mungkin akan menjadi tempat kerjanya ini. Awalnya ia hanya dapat terkagum-kagum dengan interior perusahaan tapi segera ia tepis karena ini bukan saatnya untuk mengagumi itu semua. Lalu, ia melihat resepsionis dan bertanya pada salah satu karyawan yang bertugas "Permisi, aku ingin bertanya di mana ruang untuk wawancara karyawan baru?"

"Ruang untuk wawancara ada di lantai dua lalu kau bisa berbelok ke kanan di sana ada tertera ruang untuk wawancara karyawan baru" karyawan itu menjawab dengan penuh kesopanan karena itulah pekerjaannya.

Baekhyun mengucapkan terima kasih sambil membungkukkan badannya dan bergegas memasuki lift.

Ia bergumam 'mengapa lift ini sepi padahal karyawan di kantor ini sangat banyak' kemudian ia segera menepis pemikirannya itu. Saat pintu lift akan tertutup tiba-tiba seorang pria yang berperawakan tinggi menahan pintu lift itu dan terkejut dengan yang dilihatnya.

"Apa yang kau lakukan di lift ini?" pria itu bertanya dengan nada datar dan tak bersahabat.

"Ya untuk naik ke atas dan menuju ke tempat tujuanku. Memangnya apalagi?? Kau pikir aku ingin berjoget?" Baekhyun membalas dengan nada ketus.

[1] BIG BOSS AND I (CHANBAEK)Histórias para pegar e não largar. Descubra agora