"mungkin dia gak suka sama murid baru karena dia belum kenal"
HELLO, AUTHOR BUAT CERITA YANG KEDUA.
Seorang wanita dengan rambut panjang agak kecoklatan tergerai indah, dan poni menyamping dengan tas ransel indahnya, rok di atas lutut, almamater coklat dan dasi di lehernya, bibir merah yang tipis, dan wajah yang putih merona,dan tubuhnya yang mungil, sedang berjalan menuruni anak tangga menuju ke meja makan. Yahhh dia adalah Nurul asy-Syifa Bramas. Dia menyapa Ayah dan Bundanya terlebih dahulu.
"assalamualaikum ayah, bunda. Selamat pagi!" ucap Syifa kepada Ayah dan Bundanya dengan senyum yang sangat manis di bibir tipisnya yang merah.
"waalaikumsalam, Syifa. Pagi" ucap Ayah dan Bundanya serentak
Syifa masih berdiri dan pandangannya menelusuri seluruh pelosok rumahnya. Bundanya yang kebingungan kemudian bertanya kepada Syifa. "Syifa, kok kamu masih berdiri aja sih. Ayo sini duduk sarapan dulu. Nanti telat loh kesekolah barunya" kata Bundanya mengingatkan. "oh iya Bunda, Syifa lupa kalo Syifa mau sarapan dulu." Ucapnya sambil senyum berusaha membuat lelucon.walau garing.
Syifa kemudian menarik kursinya untuk duduk. Kemudian ia bertanya kepada Bundanya." Bunda, Bang Azzam mana ya? Kok dia gak ikut gabung sarapan bareng kita?" kata Syifa sambil mengolesi selai di rotinya.
"Abang kamu sudah berangkat tadi, katanya ada yang harus di selesaikan pagi-pagi sekali, jadi, dia gak nungguin Syifa." Kata Bunda Salma (Bunda Syifa).
Kemudian Syifa mengernyitkan bibirnya dan bergumam "padahal semalam Bang Azzam udah janji mau anterin aku ke sekolah hari ini. Huh, Bang Azzam PHP". Gumamnya.
Ayahnya yang sedari tadi melihat Putrinya ini kemudian mengangkat bicara.
"duhh, incessnya Ayah kenapa? Kok bibirnya kecut gitu sih?" ucap Ayah Bramas
"lagi kesel ayah, Bang Azzam semalam janji sama Syifa kalo Bang Azzam bakal nemenin Syifa. Ehh dia malah ninggalin Syifa. Kan ngeselin Yah?" ucap Syifa sambil
"istigfar aja yak, princesnya Ayahkan kuat, baik hati. Suka memaafkan orang lain. Jadi jangan kesal ya, ntar Ayah yang temenin Syifa ke sekolah. Mau kan?" ucao Ayah Brama lantas membuat Syifa tak mampu menahan senyumnya untuk mengembang.
"MAU BANGET YAH!" ucap Syifa semangat.
"ya udah, ayo buruan makan biar Ayah kamu nganterin kesekolah gak buru-buru. Dan juga jangan makan buru-buru. GAK BOLEH." Kata Bunda Salma mengingatkan.
"Iya, Bunda Salma" ucap Syifaa dan Ayahnya bersamaan sambil tertawa
SKIP
Ayah Brama, Bunda Salma dan juga Syifa kini berada di halaman rumah untuk siap-siap berangkat.
"Bunda, Syifa berangkat sekolah dulu ya, ntar telat lagi. Ini kan hari pertama Syifa sekolah disini. Ntar kalo udah lama-lama sekolahnya, baru di telatin. Hehehe" ucap Syifa dengan ketawa jahilnya.
"AWAS AJA YA, KALO BUNDA DAPAT TEGURAN DARI SEKOLAH KARENA MASALAH YANG DIBUAT PRINCESNYA BUNDA" ucap Bunda pura-pura marah.
"udah-udah, Ayah percaya kok, kalo putri kesayangan Ayah ini, anak yang baik. Jadi dia gak akan dapat masalah. Insya Allah. Ya udah Ayah berangkat kerja dlu Bun" ucap Ayah Brama menengahi sambil bersalaman kepada istrinya.
"Syifa juga berangkat sekolah dulu Bun" ucap Syifa dengan senyum manisnya dan bersalaman dengan bundanya.
"iya, kalian berdua hati-hati di jalan ya. Ayah jangan ngebut-ngebut ya." Ucap Bunda Salma
SKIP
Sesampai di SMA UNGGULAN , Syifa di temani oleh Abinya ke R. guru. Dan Ayahnya harus pamit karena ada telfon mendadak dari sekretarisnya yang mengharuskannya untuk datang ke kantor. Yahh, Ayahnya adalah salah satu pengusaha sukses di dalam maupun di luar negeri. Kemudian, Syifa di ajak oleh Ibu Sonya untuk ke kelas barunya. Yaitu kelas 11B.
"SELAMAT PAGI, ANAK-ANAK" ucap Bu Sonya
"PAGI, BU" kata murid-muridnya serentak
"baiklah, anak-anak, hari ini kita kedatangan seorang siswa baru, dia pindahan dari Bandung. Baiklah, silahkan perkenalkan nama kamu" ucap Bu Sonya mempersilahkan Syifa memperkenalkan diri.
"baiklah, assalamualaikum. Perkenalkan nama Saya Nurusl Asy-Syifa Bramas. Saya pindahan dari Bandung. Dan senang bisa sekolah disini dan senang bertemu dengan kalian". Ucap Syifa yang di ikuti dengan senyumnya yang manis dan membuat seisi lelaki di kelas menggodanya.
"Bu, saya mau ajukan pertanyaan" ucap salah seorang siswa cowok di kelas
"iya, silahkan" ata Bu Sonya
"kenalkan Nama aku Fahri Rinaldi Anderles. Saya ingin ajukan pertanyaan ke ???????????" katanya dengan bingung. Lalu, Syifa menyambungnya "Nurul Asy-Syifa Bramas" dengan senyum
"iya itu, pertanyaannya kamu udah punya pacar?" kata Fahri yang di sambut gelak tawa seluruh kelas. T
Dan anehnya, ada satu cowok di kelas itu yang tidak menggubris seluruh temannya. Dan hanya sibuk dengan Hanphone dan earphonenya. Dengan rambut agak panjang, warna agak kecoklatan, almamater hitam dan celana krem.
Yahh, Syifa melihatnya namun tidak terlalu peduli. "Mungkin dia gak suka sama murid baru karena dia belum kenal" pikirnya.
Kemudian Bu Sonya mempersilahkan Syifa untuk duduk di bangku yang kosong. Dan Syifa berterima kasih lalu menghampiri bangku kosong. Dan kebetulan di samping Syifa ada seorang cewek, rambut kuncir kuda sebelah kanan dengan kacamatanya, dan poni agak kesamping. Dia memperkenalkan diri kepada Syifa.
"kenalin, nama gue Nur Diana Pahlevi, panggil gue Diana" kata gadis kuncir kanan, sambil menjulurkan tangan tanda perkenalan.
"hai, aku Nurul Asy-Syifa Bramas. Panggil Syifa" kata Syifa ramah.
Karena merasa terganggu dengan perkenalan 2 gadis itu, cowok beram but pirang kecoklatan itu kemudian menyela. "woy, berisik! Bisa diem gak?" ucapnya.
"woy!! Pelajaran udah mau mulai, buka tuh earphone lo!!" ucap Diana kesal.
"hmm, maaf Diana. Dia siapa ya?" ucap Syifa berhati-hati aga cowok berambut pirang itu tidak tersinggung.
"ohh dia? Dia sepupu gue. Zeus Pratama Arley" jelas Diana.
"Zeus Pratama Arley? Kok familiar banget ya? Kayak pernah dengar gitu?" pikirnya.
"ehh, Syif. Lo kenapa? Peajaran udah mau mulai tuh" ucap Diana lantas membuat Syifa membuyarkan lamunannya
"oh? Huh? Hmm aku gak apa-apa kok!" katanya dengan senyum khasnya.
PELAJARAN DIMULAI
SKIP
#TBC
#AMATEUR_AUTHOR
YOU ARE READING
To Love or Not To Love?
Teen Fiction"aku bingung, apakah aku mencintai mu atau tidak? karena aku merasa masih terlalu muda untuk mengenal apa itu cinta." @Nurul Asy-Syifa Bramas "jika kau masih ragu, aku tidak akan memaksa. karena aku akan tetap menunggu mu hingga kau yakin akan peras...
