Awal

60 5 4
                                        

Namaku Dhika. Lebih tepatnya Adhika Prasetyo. Kelahiran asal Brebes, yang bermukim di Cirebon. Tahun ini aku mau lulus SMK. Menurut ku, masa-masa SMA/SMK itu masa dimana lagi indah-indahnya mengukir kisah cinta. Ngomongin cinta, aku jadi inget masa dimana pertama kalinya kenal yang namanya cinta. Cinta dibagi dua ada yang pahit dan ada yang manis.

Pahitnya cinta itu dimana kalian lagi sayang-sayangnya, lagi jatuh sejatuh-jatuhnya, dan lagi bahagia-bahagianya karena memiliki hubungan dengan seorang yang ingin dimiliki, kemudian dikecewakan, dicampakan, ditinggal begitu saja, disia-siakan, seolah-olah cinta tersebut bertepuk sebelah tangan. Itu pahit, lebih pahit dari kopi sebelum dicampur gula.

Sedangkan manisnya cinta itu dimana kedua insan saling melengkapi, bersama-sama berniat membahagiakan, bersama-sama menulis cerita pada buku yang sama, tanpa adanya kebohongan perasaan. Karena amat manisnya, ia(manisnya cinta) bisa merubah kehidupan, sifat, cara bergaul, dan watak seorang remaja. Mengapa demikian? Karena orang yang sedang mengalami manisnya cinta, cenderung acuh terhadap kehidupannya sendiri, sebab terlalu mencintai seseorang. Bahkan mereka(laki-laki) rela menghabiskan waktu berdua-duaan dengan pasangan saat dimana waktu yang seharusnya ia lakukan untuk belajar, menuntut ilmu, dan menggapai cita-cita, mereka buang sia-sia hanya untuk berdua-duaan dengan pasangan.

Bicara soal cinta gua jadi inget masa dimana pertama kalinya tau apa itu cinta. Sekaligus akhir kisah cinta gua.

Cirebon, 22 Juni 2016

Ini hari pertama aku sekolah, disekolah yang gua damba-dambakan pas masih sekolah dasar.

SMK Negeri
Dimana 90% penduduk sekolahnya berkelamin laki-laki dan 10% perempuan. Jadi agak jarang anak SMK yang punya kisah cinta-cintaan. Aku beruntung, jadi salah satu siswa SMK yang punya kisah cinta-cintaan.

Iya dia. Siswi Jurusan Teknik Multimedia yang bikin siapapun melihatnya bakal ada niat untuk memilikinya, termasuk om-om.

Saat itu Hari Senin, hari dimana PNS, Guru, Siswa/i melaksanakan upacara bendera.

Hari senin itu juga pertama kalinya aku upacara di SMK dan pertama kalinya juga melihat dia. membuat siapapun yang memandangannya tidak ingin berpaling. Mungkin ayahnya juga begitu.

Hari ini aku hanya bisa melihatnya, mungkin besok atau lusa gua bisa sedikit berbincang-bincang dengannya. Mungkin.

Cirebon, 24 Juni 2016

Hari itu Rabu. Hari ketiga ku sekolah di SMK. Dimana setiap paginya diadakan apel khusus siswa/i baru. Namun, budaya di SMK amat jauh dengan SMA. Dari sekitar 952 siswa/i paling hanya 30-40% yang hadir buat mengikuti apel. Sisanya ada yang kekantin buat sarapan, ada yang ditaman menemui pacarnya dan ada juga yang masih menikmati mimpinya.

Begitu pun aku, aku hanya liat proses jalannya apel tanpa mengikuti kegiatan apel itu sekaligus memandangi dia dari kejauhan.

18 Menit berlalu.
Apel selesai.

Siswa/i yang dikategorikan disiplin mulai meninggalkan lapangan apel. Mereka bubar menuju kelas dan keinginannya masing-masing. Begitu pun aku.

Hari ini, aku hanya masih bisa sebagai pengagum dia.
Mungkin minggu depan pacar.

Cirebon, 29 Juni 2016

Sudah satu minggu sejak aku melihat dia untuk pertama kalinya. Dan satu minggu pula aku hanya bisa jadi pengagum rahasianya.

Dipikir-pikir seorang lelaki jadi pengagum rahasia itu ga maco.

Ayahku pernah bilang kalo kamu belum mencoba dan menyerah gausah hidup sekalian.

Dari ucapan ayah itu, aku jadi berani perlahan-lahan mendekati dia, berbincang sedikit, dan menawarkan pulang sekolah bareng.

Baru seminggu, rumor tentang dia beredar. Kalo dia itu pernah memiliki seorang kekasih yang amat dia cintai, lalu dia melihat dengan kepala mata dia sendiri kalau kekasihnya itu menduakan dia. Kekasihnya itu terlihat sedang kencan berdua dengan wanita lain di restoran Mall ternama di Cirebon. Inilah sebab dia menjadi pendiem, cuek, jutek, dan masa bodo sama laki-laki.

Itu hanya rumor.

Jika memang rumor itu benar, siapapun laki-laki yang berusaha memiliki cintanya bakal kewalahan dan kesusahan. Karena semua orang tau, menyembuhkan hati yang luka tak semudah apa yang orang lain katakan.

Hari ini, aku melihat dia menunggu seseorang ditrotoar depan sekolah. Yang ku lakukan, hanya bisa melihatnya dari jauh, karena aku tau dia lagi nunggu jemputan seseorang.

8 menit berlalu.

Sebuah sepeda motor dikendarai seorang cowo tampan menghampirinya. Cowo itu tersenyum padanya. Dan tanpa lama dia langsung menaiki motor yang dikendarai pria tampan itu.

Semenjak aku melihat itu, aku jadi berhenti berharap buat memiliki dia. Berhenti memandangi, mengagumi, bahkan membayangi dia.

Pengagum rahasia yang merasa disakiti. Dan yang lebih sakit, orang yang kita kagumi tidak tahu kalau sakit yang kita rasakan itu dia yang buat. Miris.

Kritik dan saran dm ke Instagram @adhikaprsty atau Whatsapp 0859-7419-0045
Terima kasih.

DestinyWhere stories live. Discover now