"Lionie, kau dimana? apa kau sudah sampai?"
"Iya.. Sebentar lagi, disini sedang macet. Sepertinya ada perbaikan jalan."
"Baiklah.. Telpon aku kalau kau sudah tiba."
"Baiklah."
Ini perjalanan pertamaku pergi keluar kota sendiri. Memang awalnya aku sedikit khawatir. Tunggu! Khawatir? Kau bahkan sangat paranoid *rolling eyes*
Itu sisi menyebalkan diriku. Baikah.. Aku memang sedikit paranoid ingat! Hanya sedikit! Lagipula siapa yang tidak paranoid pada perjalanan jauh pertamanya?
Di depan, kendaraan mulai bergerak maju. Artinya aku akan segera tiba. Huft.. Tapi perjalananku masih panjang, jangan harap untuk bersantai.
Aku menatap keluar jendela dengan earphone di telinga menikmati lagu kesukaanku.
***
Tiba di rumah, abang menyambutku dengan sumringah.
"Ahh.. My little girl. Bagaimana perjalananmu?"
"Melelahkan."
"Hahaha.." Tawa abangku pecah melihat wajah kusutku.
"Tertawalah. Tertawalah di atas penderitaanku sepuas hatimu" sindirku sinis.
"Ayolah.. Kau tau abang tampanmu ini tidak mungkin tega menertawakan adik manisnya ini." ujar abangku sambil mencubit hidung mungilku. Ugh! Menyebalkan.
"Baiklah.. sekarang mandi lalu makan dan istirahat."
Aku melangkah gontai untuk berbenah diri.
"Lion.. Besok bersiaplah, abang ingin mengenalkanmu dengan seseorang."
Aku yang sudah lelah hanya mengangguk pasrah lalu berjalan kelantai atas, menuju kamarku.
YOU ARE READING
Pilihan
Teen FictionGadis patah hati yang dijodohkan dengan pria kenalan abangnya. Dengan setengah hati menerima lalu mulai terbiasa. Suatu hari tidak sengaja bertemu dengan CEO tampan yang gilai wanita. Lalu seseorang yang ingin dilupakannya, kembali membawa kepingan...
