"Heiiii" sapa Tania mengengejutkanku seraya menepuk pundaku yang sedang membaca novel di kantin fakultas
"Kamu tuh ya bikin aku kaget aja" jawabku setengah terkejut sambil menepuk balik lengannya
"Kok kamu masih disini Li, ini kan udah sore? Kuliah juga udah selesai kan?" tanyanya dengan muka setengah penasaran
"Iya nih aku masih nunggu ojeg online yang aku pesen, tadi aku chat katanya motor dia bannya bocor dari pada aku cencel, ngga enak juga kan, mending aku nungguin disini sambil baca novel" jawabku sambil tersenyum tipis
"huhuhu dasar kamu tuh ya kerjaannya baca novel terus, pasti kamu baca novel detektif-detektifan itu lagi kan?" tebaknya
"hehehe kok kamu tau" jawabku setengah malu
"dasar si maniac misteri tiap hari bacaannya gitu terus, coba aku liat covernya"
Akupun menutup buku itu novel "oh itu novel yang menceritakan tentang pancuri terbaik di dunia si arsene lupin" tebaknya
"Kok kamu tau?" tanyaku super penasaran
"Hehehe sebenernya aku juga penggemar novel detektif" tawanya sambil menutup mulutnya
"loh kok aku ngga pernah tau?" tanyaku
"aku emang ngga pernah nunjukin klo aku suka novel detektif , lagian aku ngga se-maniac kamu, aku cuman tau novel arsene lupin sama sharlock holmes doang hehehe" " lagaian aku ngga mau dikatain cewek misterius, kan kebanyakan cewek lebih suka sama yang korea-koreaan dari pada novel dektftif kaya gitu" jawabnya sambil tersenyum
"ya makanya aku kaget pas tau klo sebenernya kamu jua suka baca novel-novel detektif, secara kamu kan klo dikelas kerjaannya nonton drama korea hehehe" ejekku
"eh bentar ya" tiba-tiba Hp ku bunyi ditengah pembicaraan tentang detektif
Setelah menutup telpon, Tania Tanya kepadaku "telpon dari siapa itu Li?"
"oh itu dari ojeg online yang aku pesen tadi" jawabku
"klo gitu aku temenin nunggu orangnya di depan gedung D4 mau?"
"bukannya kamu harus nunggu Hando selesai kelas?" tanyaku
"ah itu masalah gampang nanti aku tinggal chat"
Tiba-tiba dari arah gedung D5 terdengar langkah dari seseorang dan ternyata itu Hando
"hai Lia, hai tania" sapa hando
"hai Han"
"hai Dodo" tania menjawab sapaan hando dengan nada melambai
"ciyeeee" "oh teryata Dodo panggilan sayang kamu ke Hando" ledekku
Tania terseyum dengan muka memerah
"udah lama kamu Nia nunggu aku disini?" tanya Hando
"ngga sih baru bentar kok"
"gimana mau langsung?" tanya Hando ke Tania
"mmmhhhh boleh tapi aku nunggu di depan D4 ya" "kasian Lia kalo harus nungguin jemputannya sendirian"
"Makanya Li cari pacar dong biar ngga di jemput ojeg online terus" "masa iya cewek se-famous kamu ngga ada yang nyantol" ledek Hando
"gampanglah masalah itu mah" jawabku membela diri
"yaudah aku ngambil motor dulu ya nanti aku nyusul di depan D4"
"Iya Dodo" jawabku dengan nada melambai menirukan suara Tania
YOU ARE READING
PENGUNTIT
Mystery / ThrillerKadang Kesepian Lebih Berbahaya dari Pisau Belati, Karena Dengan Bersama Semua Luka Dapat Terobati
