Siapa yang tidak kenal dengan seorang Deandra Artawijaya. Remaja yang akrab disapa Andra ini merupakan seorang murid berprestasi di sekolahnya. Sangat pandai dalam bidang fisika dan kimia. Ketampanannya pun sudah terkenal diseantero SMA Pelita Jaya.
▲▼▲
Hari ini adalah hari Minggu, Andra sedang bermalas-malasan di dalam kamarnya sambil memainkan game di handphonenya.
Saat Andra sedang serius bermain game. Tiba-tiba seseorang menelepon Andra.
Ck! Ganggu sh*t Umpat Andra. Ia mengangkat panggilan tersebut.
"Ngapain sih lo nelpon gue?!" Bentak Andra.
"Biasa aja dong bangke. Gue mau ngajak lo kumpul sama anak-anak di cafe biasa. Jam 10 ya ndra! Jangan telat!" Ucap orang tersebut lalu segera menutup teleponnya.
Ganggu aja sial. Andra mengembuskan nafasnya malas. Andra melirik jam dinding kamarnya. Jam menunjukkan pukul setengah sepuluh. Andra pun segera bersiap-siap untuk pergi ke cafe tempat ia biasa berkumpul dengan teman-temannya.
Setelah merasa dirinya sudah rapi. Andra turun ke lantai bawah untuk keluar.
"Mau kemana mas?" Tanya Bi Ijah pembantu keluarga Artawijaya.
"Mau keluar sebentar bi. Jaga rumah ya!" Andra segera keluar dari rumah.
Andra merupakan anak dari keluarga yang sangat berkecukupan. Dia merupakan anak tunggal di keluarga ini. Kedua orang tuanya sangat sibuk mengurusi bisnis mereka masing-masing. Bahkan kedua orang tuanya pulang kerumah dalam waktu satu bulan hanya satu kali. Andra hanya dirumah berdua dengan pembantu keluarganya bi Ijah.
Andra menyalakan mesin motor ninjanya. Digasnya motor ninja tersebut untuk memanaskan mesinnya. Setelah selesai, Andra segera tancap gas menuju cafe tempat ia berkumpul.
▲▼▲
Andra memasuki pintu cafe. Dilihatnya ke tiga teman-temannya yang tengah tertawa renyah di meja yang berada disudut ruangan. Andra pun menghampiri teman-temannya untuk bergabung dengan mereka.
"Ngikut juga lo Ndra" Ucap Reno. Kulitnya putih, perawakannya tinggi dan tegap. Tatapan matanya teduh, dan senyumannya sangat manis. Membuat perempuan mana pun dimabuk kepayang dengan senyuman khas nya.
"Hm. Gua ditelpon sama si kuda" Andra menunjuk Davi. Remaja yang memiliki mata berwarna cokelat terang. Tatapan matanya tajam. Kulitnya kecoklatan. Tubuhnya pun tinggi. Sikapnya yang hangat mampu membuat perempuan manapun jatuh cinta.
"Enak aja lo nyamain orang setampan gua sama kuda!" Ucap Davi.
"Tapi lo emang mirip sih Dav sama kuda. Gua setuju aja sama Andra" Ucap Vicko. Dia memiliki rahang yang kuat. Warna matanya cokelat tua. Bibirnya kissable sehingga membuat para lawan jenisnya merasa gregetan sendiri melihatnya.
Andra tak menghiraukan teman-temannya yang masih memperdebatkan masalah kuda. Ia segera duduk disebelah Davi.
"Woy Dav!" Andra menarik baju Davi yang masih saja berdebat karena dirinya tidak terima disamakan dengan kuda.
"Apaan hah?" Davi menyudahi perdebatannya dengan kedua temannya.
"Besok sekolah kaga? Atau libur?" Tanya Andra.
"Ye maunya libur mulu lo mah. Ya masuk lah!" Davi menjitak pelan kepala Andra.
"Sakit sh*t!" Andra membalas jitakan Davi. Davi hanya meringis dan mengusap-usap kepalanya.
ESTÁS LEYENDO
Kiandra
Novela JuvenilMenjalin hubungan itu memang tidaklah mudah. Selalu saja ada pengganggu didalamnya. Tapi dari situlah kita bisa menjadi semakin dekat dan semakin mencintai satu sama lain. Tapi hanya satu pertanyaan yang selalu terlintas di pikiran setiap orang. Dap...
