48. Nggak Jadi Bimbel

18.1K 3K 297
                                    

BUKAN APDETAN



ETAPI BOONG DENG:)

Vomment jangan lupa ya hehehehehe

______


Chapter 48

"Nggak Jadi Bimbel"

"Nggak Jadi Bimbel"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

• Happy Reading •


Sewaktu Selena Gomez balikan sama Justin Bieber, dia pernah ngetweet ini di akun Twitternya.

If you truly love something. Then let it go. If it comes back it was meant to be.

Kalimat itu menyadarkan gue banyak hal. Semua hal yang benar-benar lo sayangi, ketika mereka pergi ya lepaskan saja. Kalau memang ditakdirkan, sejauh manapun dan selama apapun, mereka pasti akan kembali lagi. Tuhan pasti punya alasan memisahkan antara dia dan kamu, entah untuk memperbaiki diri atau menyudahi luka, tetapi ingat jika ia memang ditakdirkan untukmu, dia akan kembali.

Seperti gue dengan Daniel sekarang ini. Gue memutuskan untuk nggak kembali pacaran bukan karena gue udah nggak sayang. Gue mempunya waktu disaat gue nggak bisa menerima kembali suatu hal dengan mudah entah gue suka atau enggak, yang jelas gue butuh waktu.

Daniel pun nggak memaksa, dia fine aja dengan keputusan ini.

Well let it flow, biarkan semuanya berjalan seperti yang seharusnya. Gue percaya bahwa sesuatu yang gue pilih pasti memiliki sisi baiknya.



______

Daniel
Berangkat jamber?

Sena
Entaran

Semuanya kembali seperti sedia kala, Line Daniel sudah gue unblock karena kemauan gue sendiri, dan sesekali kami kembali chatting walaupun tidak sesering seperti kami pacaran. Dering telfon berbunyi, gue segera mengangkatnya ketika melihat nama Daniel di layar.

"Yoooo?"

"Gue samper ya, lo bareng gue aja"

Gue melirik jam dinding yang menunjukkan pukul tujuh kurang lima belas. Bimbel gue dimulai pukul tujuh malam. "Oke jangan telat-telat tapi"

"Iya bawel"

Panggilan terputus, gue segera ngechat Jovan supaya nggak ke rumah. Kan nggal lucu gitu semisal flower boy sekolah sama badboy sekolah rebutan supaya berangkat les bareng gue.

Bentar, mau nyanyi dulu. So lucky my life.

Sepuluh menit kemudian Daniel sampai di depan rumah gue. Dia melepas helmnya menatap langit dan gue bergantian. "Kayaknya mendung dah, apa balik lagi ya ganti mobil" Ujarnya. Gue segera menggeleng dan menaiki motornya, jam udah mepet selain gue males telat gue nggak mau ribet balik lagi. Hidup gue udah ribet, jadi yang ginian juga nggak mau gue bawa ribet.

Jagoan Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang