Anak kecil yang sedang memakai gaun berwarna merah muda itu tersenyum. Menampilkan deretan giginya yang hampir rapih. Senyumnya manis, pipinya tembem, membuat siapapun yang melihatnya pasti seakan-akan ingin mencubit kedua pipi itu dengan keras-keras. Bola matanya bulat dengan iris mata berwarna cokelat. Bulu mata yang panjang dan hidung yang mancung membuatnya semakin terlihat imut.
Wajahnya terlihat sangat senang. Berbanding terbalik dengan wanita setengah baya yang sedang mengenggam erat tangan kanannya. Sesekali wanita itu menghapus air mata yang mengalir di pipinya menggunakan punggung tangan kirinya.
Mereka berdua berjalan menuju sebuah rumah yang di halaman rumah itu terdapat banyak anak-anak yang seumuran dengannya. Di depan pagar, tampak seorang wanita paruh baya sedang tersenyum ramah ke arah mereka berdua.
Wanita itu melepaskan genggaman tangannya lalu menatap anaknya dengan senyum yang terpaksa. "Azrina baik-baik ya disini. Mama bakalan ke sini untuk jemput kamu lagi."
Anak kecil yang bernama Azrina itu mengangguk sembari melebarkan senyumannya. Senyuman itu, semakin membuat wanita yang berada di hadapannya semakin sedih.
Tak lama kemudian, wanita itu berjalan menjauh dari Azrina lalu memasuki mobil yang ia pakai untuk menuju ke sini. Azrina hanya melambaikan tangannya kepada mobil yang sudah mulai menjauh dari pandangannya.
"Azrina, kita masuk ya?"
Azrina hanya mengangguk girang, tak sabar ingin bermain dengan anak-anak seumurannya. Ia tidak sadar, bahwa ada dua pasang mata yang sedari tadi memperhatikannya sejak turun dari mobil. Anak kecil seumurannya yang sedang duduk diam di bawah pohon itu menatapnya kasihan.
Azrina melangkahkan kakinya masuk ke dalam halaman rumah itu.
Rumah yang di depannya terdapat papan besi besar bertuliskan Panti Asuhan.
- a z r i n a -
YOU ARE READING
azrina | new version
Short Story[ BOOK 1 ] Kurang lebih tiga belas tahun sama-sama, menghabiskan detik demi detik bersama. Mengunjungi segala tempat bersama, mencoba berbagai macam kuliner bersama juga tak membuat Zidan maupun Azrina bosan satu sama lain. Kebersamaan mereka itu ba...
