Happy Reading!!
***
Matahari terik menyinari bumi, siswa siswi SMA Bintang Harapan Jakarta melakukan rutinitas di
hari Senin pada pagi hari yaitu upacara bendera,terdapat seorang siswi dengan muka yang pucat dan sepertinya Ia tidak kuat
"Gledys,lu kenapa?"tanya Leona yang tidak lain sahabat Gledys
"Gak gw gak kenapa kenapa,cuma pusing aja gara gara gak sarapan."
"HAH?!"teriak Leona dan Jemima reflek yang langsung mendapat tatapan maut oleh bu Susi,guru tersangar,yang memiliki badan gendut dan pipi tembam.
"Lo gila ya Gled?udah tau lu biasa sarapan,sekarang malah gak sarapan apalagi hari ini upacara mending sekarang kita ke UKS aja ya!"
"Ish gak usah gua kuat kok."
Gledys memang keras kepala,dan Leona dan Jemima tidak bisa merubah keputusan seorang Gledys.
Matahari semakin terik dan amanat dari pembina upacara belum berakhir juga,Gledys sudah tidak kuat lagi merasakan sakit di perutnya dan di kepalanya,tubuh Gledys sudah mulai lemas dan akhirnya-gelap dan Gledys sudah siap untuk merasakan sakit bila badannya jatuh ke aspal tapi sebuah lengan kokoh mengangkatnya.
***
Gledys mengerjap-ngerjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya ruangan tersebut
"Minum!"ucap seorang laki laki memberikan segelas teh manis hangat.
Gledys menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur dan mengambil teh manis hangat tersebut dan meminumnya hingga kandas membuat laki laki tersebut membulatkan matanya
"Lo haus?" tanya orang itu.
"banget!" jawab Gledys.
"Kok pingsan?" tanya orang itu lagi.
"Kok pingsan?Oh maksud lo kok bisa pingsan? Gua ga sarapan karena ga sempat tadi, makanya lo ngomong tuh yang jelas, "ucap Gledys.
"Bego, "ucap orang itu.
"Ini orang ngomong kalo ga singkat ya nyelekit. By the way kenapa gua bisa di sini ya? "tanya Gledys.
"Digendong"
"Digendong?sama siapa?"heran Gledys sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Gue,"jawab orang itu santai sambil bersandar di tembok UKS sambil melipatkan kedua tangannya di depan dada.
"Hah? Lo kuat? " tanya Gledys sambil menahan malu.
"Berat." jawabnya.
"Berat tapi bisa sampe sini, niat gak si lu? " jawab Gledys kesal.
Gleen terkekeh,ya orang yang menolong Gledys tadi adalah Gleen Calvine.Hal Gledys menatapnya dengan heran, tumben pikir Gledys orang ini tertawa.
"Sering sering lu ketawa gitu, enak dipandang biasanya lo kan datar bgt mukannya,btw thanks ya" ucap Gledys tersenyum lebar membuat Gleen teperangah lalu membalikan raut mukanya menjadi datar.
"hm." respon Gleen seadanya.
"GLEDYSSS.INI BUBUR KIT---"teriak Jemima terpotong karena melihat Gleen di sana.
"Ada cogan lagi, kalem Jem kalem,"ucap Jemima pelan untuk dirinya sendiri.
"Sempet sempetnya lu bego mikirin cogan, sahabat lu dulu, "bisik Leona kepada Jemima.
"Lu berdua ngapain si disitu, masuk lah, "ucap Gledys.
"Eh ada Gleen, Hai Gleen,"ucap Jemima lalu menaruh bubur yang dia beli di nakas sebelah ranjang UKS yang Gledys tempati.
YOU ARE READING
LedyLen
Teen FictionBelom direvisi😭 "jangan sentuh gue!"ucap Gleen lalu menarik bahunya yang membuat Leona dan Jemima tersentak kaget sedangakan Gledys menatapnya sinis "yelah santai aja sih,gua cuma mau ngasih jaket lo yang lo pinjemin ke gua kemarin"ucap Gledys samb...
