Please dont go (Part 1)

3.9K 44 2
                                        

Seberat itu kah pernyataan?
Pernyataan bahwa kau menyukai seseorang..
Sesulit itu kah pengakuan?
Mengakui bahwa kau tak bisa hidup sehari saja tanpa dirinya.
Sebegitu mengerikan kah sebuah kejujuran?
Hingga kau tak memiliki kekuatan untuk jujur padanya.

***

Aku merapatkan jaket tebalku sambil melihat butiran salju yang turun perlahan. mataku memandang gadis yang ada di depanku.

Dia adalah Airin sahabatku, kami berteman sejak lama. Sejak seorang pun belum mengenalnya.

Aku mengenal dirinya lebih dari siapapun gadis itu lah yang selama ini ku perhatikan, aku selalu memperhatikannya diam-diam karena aku tak sampai hati jika ia mengetahuinya. sesungguhnya aku sangat menyayangi gadis itu. karena aku menganggapnya lebih dari sahabat.

"Alan, ayo kesini.. " gadis itu memanggilku dan itu membuatku tersadar dari lamunan sesaatku. Aku menghampirinya yang sedang sibuk dengan boneka saljunya.

"Kenapa ?." Ia menyodorkan sebuah kamera.

"Foto aku". Aku menerima kamera itu dan memulai memotretnya dengan pose-posenya yang konyol. Dan saat aku melihat senyum yang terlukis di wajahnya, itu yang selalu membuat dadaku terasa hangat meski cuaca dingin seperti saat ini.

Gadis itu menghampiriku saat aku selesai memotretnya. Ia kembali tersenyum melihat dirinya di kamera yang ada di tanganku dan meninggalkan tempat ini.

"Kita mau kemana?" Tanyaku heran.

"Kerumahku Alan disini dingin. Aku baru saja membuatkan cokelat hangat dan aku ingin kau meminumnya." Kata nya riang.

"Sungguh? Wah kau tak usah repot-repot seperti ini. Thanks ya.."

"Apa yang tidak untukmu Alan kau sahabatku."

Sahabat? Ya kami memang sahabat tidak akan pernah lebih dan aku tau itu. Aku tau ia tidak akan pernah menjadi milikku. Aku hanya ingin dia tau bahwa aku sangat menyayanginya, aku ingin dia tau bahwa aku sangat mencintainya.

Tetapi aku takut, entah kenapa aku merasa takut. Perasaan ini perasaan inilah yang membuatki takut jika nanti ia menjauhi diriku. Dan jika aku bertanya apakah ia memiliki rasa ini? Apakah ia mau menerimaku? Apakah ia memberi kepercayaan? Apakah ia akan tetap disisiku?.

Aku takut jika nanti perasaanya berubah kepadaku dan pergi meninggalkanku. Mengaggapku seolah tak pernah ada di hatinya. Menganggapku tak pernah ada dalam hidupnya. Sungguh aku merasa takut jika harus kehilangannya.

***

PLEASE DON'T GOOù les histoires vivent. Découvrez maintenant