Gadis berkacamata, pipinya tembem, mempunyai lesung pipi sedang membaca sebuah novel. Sudah seminggu sejak dia naik ke kelas XI. Namanya Tika.
Hawa liburan kenaikan kelas masih terasa. Tika yang duduk terlihat memperhatikan pelajaran dengan baik. Tetapi sebenarnya dia menahan kantuk yang amat sangat mengganggu. Lebih-lebih pelajaran kali ini biologi.
Saat istirahat,
"Ke kantin yuk temenin aku beli bakso" ucap Lala.
"Bakso?! "
Seketika matanya langsung beralih ke Lala yang ada di depannya.
Mereka pun langsung pergi ke Kantin. Namun, Tika masih memegang novel yang tadi ia baca. Dia suka sekali membaca novel.
Sesampainya di kantin, mereka langsung mencari meja kosong. Untungnya masih ada satu meja yang kosong.
Saat mereka baru saja duduk, tiba-tiba ada segerombolan laki-laki yang juga ikut duduk di meja kedua cewek itu.
Mereka berdua berpandangan satu sama lain. Bingung. Suasana menjadi awkward. Tapi setelah itu suasana menjadi pecah karena suara seorang cowok.
"Boleh gabung kan?" ucap salah satu cowok yang sangat terkenal di sekolah ini. Laki-laki itu adalah ketua OSIS di SMA itu.
Lala dan Tika saling berpandangan, tak tau harus menjawab apa. Kemudian, Tika mengedipkan matanya memberi kode pada Lala.
"Nggak papa kak" jawab Lala.
Ketua OSIS itu bergeser mendekat ke arah Tika, karena ada temannya yang belum duduk. Cewek itu menjadi sangat tidak nyaman. Dia tidak suka jika ada seorang laki-laki duduk disebelahnya dengan jarak kurang dari 50cm apalagi sampai menyentuh tubuhnya walaupun itu tidak sengaja.
"Dedek cantik jangan gugup gitu ya.. Ketua OSIS kita engga nggigit kok.. Dia udah jinak, dijinakin sama petugas kebun binatang" ucap salah satu dari gerombolan itu, Raka namanya.
Sebuah pukulan melayang ke kepala Raka. Tapi yang memukul Raka itu bukan Zigo, si ketua OSIS.
"Pe'a lo, lu kira Zigo anjing?!" kata Dion, yang memukul kepala Raka. Alih-alih membela tapi kata-katanya terdengar mengejek. Alhasil Zigo menatapnya tajam.
"Woles abangkuhhhh,, nanti kalo aku nangis, aku aduin ke Bunda abang loh" lagi-lagi candaan Raka keluar dari mulutnya
"Wah kepribadian gandanya keluar" ejek Verrel.
Semua tertawa, terkecuali Lala dan Tika. Mereka berdua sedikit canggung.
3 menit kemudian pesanan datang. Melihat makanan yang baru saja di letakkan di atas meja membuat Tika dan Lala kaget. Lala kaget melihat mangkok di depan Tika.
Mangkok yang ada di depan Tika bukan bakso tapi malah mie ayam. Padahal tadi Lala memesan bakso untuk Tika.
Segerombolan laki-laki itu sudah mulai menyantap makanannya kecuali Zigo.
"kenapa?" tanya Zigo yang bingung karena gadis disebelahnya itu hanya memandangi makanan yang ada di depannya.
Tika menggeleng cepat dan tersenyum. Tapi, dia tidak kunjung memakannya
"Tadi kita pesen nya bakso, tapi malah dapet mie ayam" jelas Lala yang membuat semua pandangan tertuju padanya.
Raka yang tadinya baru saja memakan mie langsung menghadap ke Lala dengan mie yang bergelantungan di mulutnya.
"Lala ih, udah ah" tegur Tika
"Nih Tik" Tiba-tiba Zigo menggeser mangkok miliknya yang berisi bakso ke depan Tika dan mengambil mangkok milik Tika.
Setelah memindahkan itu, Zigo langsung menyantap mie ayam itu.
Tika mematung sambil menatap Zigi yang sedang makan. Dia tak tau harus berkata apa. Dia juga bingung.
Tik?
"Kok nggak dimakan?" tanya Zigo sambil berhenti makan mienya.
Tanpa Zigo sadari, hal itu telah membuat dua wanita mematung dan kawan-kawan nya melongo.
Tak ada respon dari Tika.
Karena cewek itu tak kunjung makan akhirnya Zigo mengambil garpu dan menusukkan ke sebuah bakso.
"Nih" Zigo menyodorkan bakso itu, bermaksud menyuapi Tika.
Semuanya terbelalak.
Gimana nih menurut kalian?
Bakal diladenin sama Tika apa engga ya? Secara dia kan gak suka bersentuhan dengan cowok dan dia belom pernah dekat dengan cowok.
Part1 emang sedikit.. Ku minta maaf ya..
Makasih ya udah pada baca.
.
.
.
Aku harap kalian suka
YOU ARE READING
ZiKa
Teen FictionRintik hujan yang jatuhi bumi menyingkap hati dan jauh menusuk nurani, tumbuhkan asa dan rasa yang tak mampu dikuasa oleh logika, mungkin cinta, atau hanya suka belaka, Salahkah aku dalam rasaku pertama ? Kamu penghilang trauma ini.
