'There is nothing new under the sun. It has all been done before.'
- Sherlock Holmes.
***
Siluetta Ann Tvermoes.
Hanya seorang gadis yang diberkati dengan rambut hitam panjang bergelombang dibawahnya, mata yang bulat, alis yang sedikit lebat, pipi yang tirus, serta bibirnya yang pink. Jika dilihat-lihat, gadis itu memang hampir sempurna. Bahkan banyak sekali kaum hawa yang iri dengannya karna banyak digemari oleh kaum adam. Namun, hal itu membuat Letta risih, bukannya ingin tinggi hati. Tapi Letta bukanlah orang yang ingin dikenal banyak orang, dia benci jika harus menjadi pusat perhatian. Mau bagaimana lagi? Letta harus bisa mensyukuri apa yang sudah Tuhan berikan untuknya.
"Letta!"seru seseorang dari arah koridor sebelah kanan. Letta yang merasa dipanggil pun menoleh ke sumber suara, "kenapa?"tanyanya sembari menautkan alisnya melihat Lika--sahabat Letta-- berlari dengan napas yang memburu.
"L-lo.. g-gua ... Hah! Gila gua capek!" Tanpa tahu malu, Lika pun berselonjoran dilantai sambil mengipas dirinya dengan kipas yang dia pegang.
Letta yang melihat sahabatnya itu kelelahan pun terkekeh pelan. Lalu dia mensejajarkan badannya dengan Lika, "ada apa Lika?"tanyanya lagi.
"Bagi minum dong! Haus nih, baru gua cerita deh,"pinta Lika. Letta pun mengambil botol minumnya disamping tas, "nih."
"Thanks," dengan sekali tegukan, Lika bisa menghambiskan hampir setengah botol air minum Letta.
"Sama-sama. Jadi ... ada apa?"tanya Letta lagi. Lika hanya menampilkan cengiran khasnya, "gak ada apa-apa. Hehe."
Letta yang melihat Lika sedang mengerjainya pun menatap Lika datar, lalu meninggalkan Lika seorang diri. "Duh! Let! Mau kemana sih? Gua udah jomblo nih! Masa tega banget ditinggal?!"teriak Lika tanpa peduli kalau dia menjadi sorot perhatian.
Sesampai dikelas, Lika melihat Letta yang sedang menyumpal telinganya dengan sebuah earphone. Dengan tampang yang dibuat-buat marah, Lika pun menghampiri Letta.
"Lo! Tega banget tinggalin gua sendiri diluar sana! Kalo gua diculik sama om-om, gimana?! Lo mau tanggung jawab?!"kesal Lika.
"Eh, Lik! Emang ada om-om yang mau culik lo? Tepos gitu juga!"seru Adif dari tempat duduknya.
"Enak aja! Lo sih belom liat!"balas Lika. "Mau dong liat,"goda Adif.
"Najis!" Letta menoleh ke arah Lika yang masih mendumel karna ucapan Adif. "Udah kerjain pr?"tanya Letta.
Lika menatap Letta horor, "ada pr?!" Dengan tampang polosnya, Letta mengangguk.
"Anjir! Gua lupa! Liat, Let! Please!"pinta Lika dengan tatapan memelasnya. Mau tak mau, Letta memberikan buku latihan Matematikanya.
"Kan harus ditanda tangan juga,"ucapan Letta kali ini sukses membuat Lika berteriak.
"AH ILAH! PAK TARMO RIBET BANGET SIH!"teriak Lika.
"Ya ilah, tinggal tiru tanda tangan emak lo aja sih. Susah amat,"saut Prima yang sedang memainkan ponselnya, apalagi kalau bukan sedang mabar ML dengan teman yang lain?
ESTÁS LEYENDO
East.
Novela JuvenilPerempuan itu tertawa sangat keras. Hingga air matanya perlahan lahan keluar tanpa diminta. Dia pun tersenyum kecut. Hanya karna membayangkan semua kejadian tadi siang. Dia pun menyeka air matanya, "ah, kenapa kamu selalu keluar saat aku tidak ingin...
