PROLOG.
"Aku harus bagaimana lagi, Kyungsoo? Bagaimana?" - Jongin
Kyungsoo yang berasa di hadapannya segera merentangkan kedua tangan untuk merengkuh tubuh Jongin yang bergetar.
"Ada aku. Tidak apa-apa. Menangislah."
---
Summer 2017, Seoul.
Hari Minggu yang cerah tanpa awan mendung yang beberapa bulan lagi menggelantung di langit Seoul. Terlihat burung-burung penyambut musim panas berterbangan kesana-kemari. Sungguh hari yang pas untuk sekedar bersantai, meliuk-liukan tubuh di atas tempat tidur.
Tapi itu tak berlaku untuk seorang Kim Jongin.
"Hentikan, brother! Kau akan merusak gendang telingamu sendiri nantinya!", itu Sehun, sepupu Jongin. Jongin pun mendengus atas perlakuan sepupunya sendiri.
Lahir selisih 92 menit, dengan Jongin yang keluar terlebih dahulu, dan dari rahim yang berbeda pula.
"Tanganmu patah? Sehingga tidak bisa mengetuk pintu terlebih dulu?", jawab Jongin.
"Untuk apa diketuk? Kau saja baru menyadari kedatanganku ketika aku sudah ada di dalam kamarmu." ucap Sehun seraya mencabut kabel bass speaker yang memutar musik rock.
"Bersepupu denganmu ternyata memiliki sopan santun yang berbeda", ucap Jongin dingin.
"Aku hanya menolongmu, sebelum ayahmu yang turun tangan", jawab Sehun sekenanya.
"Brengsek", ucap Jongin seraya mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
---
Meskipun Jongin dan Sehun adalah sepupu, orang tua Sehun telah meninggal dunia pada saat Sehun berusia 4 tahun. Membuat Sehun harus tinggal satu atap dengan Jongin. Awalnya Jongin menerima hal tersebut, toh Sehun merupakan adik sekaligus teman yang baik untuk Jongin. Namun perbedaan-perbedaan mereka semakin lama semakin jelas kentara. Dan itu membuat Jongin tidak nyaman dengan keberadaan Sehun
Sehun merupakan anak yang cerdas di sekolahnya. Dia tak pernah mendapatkan 3 peringkat kebawah. Hanya berputar di peringkat 1 dan 2. Memiliki paras tampan juga merupakan nilai tersendiri bagi para siswi pengagum Sehun. Belum lagi Sehun merupakan salah satu kapten tim inti club sepak bola sekolah. Oh Sehun adalah anak kebanggan orang tua meskipun yang ia banggakan adalah paman dan bibinya, yang tak lain adalah orang tua Jongin.
Beda halnya dengan Jongin. Ia memiliki pribadi yang tertutup, dan tidak mengikuti club apapun. Peringkat akademisnya di sekolah tak pernah sebagus Sehun, atau bahkan lebih buruk. Inilah yang membuat Jongin tidak nyaman. Ia sering dibanding-bandingkan dengan seorang Oh Sehun. Baik itu di sekolah ataupun di rumah. Dia selalu diperlakukan berbeda oleh orang-orang terdekatnya. Terkecuali satu orang, Do Kyungsoo.
"Jongin!", itu Luhan. "Tidak bisakah kau membalas pesanku?"
"Untuk apa? Kau sudah bosan dengan Sehun? Sehingga menghubungiku terus menerus?"
"Dengarkan dulu Jong--",
"Hentikan Lu, aku sudah melupakannya", jawab Jongin final seraya meninggalkan Luhan.
Luhan hanya bisa menatap kepergian Jongin dengan menghembuskan nafas kasar.
---
Luhan adalah gadis yang Jongin sukai dari awal masuk ke sekolah menengah atas. Parasnya yang manis membuat Jongin terpesona oleh mata rusanya. Namun lagi-lagi ia harus mengalah pada saudara sepupunya yang ternyata sudah menyatakan perasaannya terlebih dahulu kepada Luhan. Di saat-saat seperti itulah Jongin akan merindukan keberadaan Kyungsoo, gadis kecilnya.
BINABASA MO ANG
Hello Summer
Fanfiction"Aku harus bagaimana lagi, Kyungsoo? Bagaimana?" - Jongin Kyungsoo yang berasa di hadapannya segera merentangkan kedua tangan untuk merengkuh tubuh Jongin yang bergetar. "Ada aku. Tidak apa-apa. Menangislah." --- haiiii ketemu lagiiii. kali ini buka...
