Gerimis masih setia mengguyur Ibu Kota Jakarta.
Seorang pria masih enggan untuk beranjak dari zona nyamannya.
Ia tidak suka segalanya tentang hujan.
Bukankah hujan adalah rezeki dari Sang Khalik?
Akan tetapi pria itu masih enggan untuk mengetahui segalanya tentang hujan. Tidak tahu bahwa ada keistimewaan di dalamnya.
Baginya hujan itu menyusahkan, bikin basah, menghambat kegiatan, dan masih banyak lagi.
( Bumi Reyfaiz )
Dengan tawanya, si gadis hujan bergabung dengan organisasinya.
Cloudrain,
Organisasi untuk orang-orang yang menyukai hujan.
Baginya hujan itu menyenangkan
Dinginnya membuat ketenangan,
Menyegarkan.
Entah, tiba-tiba ia menyukai saja.
Ia berpikir, apa yang membuat beberapa orang tidak menyukai hujan?
Tidak suka dengan cara berpikir orang-orang yang tidak menyukai hujan.
(Rinai Maharani)
Bagaimana menurut kalian?
Dua orang yang dipertemukan dengan karakter yang berbeda.
Tanpa mengetahui alasannya, hanya menebak dengan pikiran manusia yang berbeda-beda.
Beranggapan, hanya, hanya, dan hanya.
Bagaimana dengan takdir mereka,
Menuju bahagia?
Atau pergi menyisakan luka?
Pluviophile
mainstream? Aku tahu wkwk. Moga gak kecewa^^
05 Oktober, 2017
KAMU SEDANG MEMBACA
Pluviophile
Teen FictionDear Rinai, Si gadis hujan... Untuk kamu, yang menyukai hujan.. Untuk kamu, yang menyukai dinginnya hujan.Untuk kamu, yang kini tengah berbaur dengan hujan.. Aku bahagia, jika kamu bahagia, Aku suka, jika kamu suka... Walau membuka luka, yang telah...
