Part 1 : History

5.7K 225 30
                                        

Aku kembali dengan versi revisi Found You In Joseon. Sama halnya dengan DFM. Aku bakal memperbaiki alur yang kurang jelas dan menambah dialog untuk menjelaskannya. Serta tambahan plot biar tidak rancu di akhir. Biar makin cakep aja nih cerita ya.

.

Maaf sebelumnya, masih belum bisa ngasih next part dan membuat kalian cukup puas dengan hasi revisi. Bersabarlah ya readernim. Setelah ini masuk kuliah, tapi aku nggak akan ngilang lama-lama dan ngegantungi kalian seperti sebelumnya.

.

Dan lagi, part ini lebih panjang dari versi sebelumnya ya. Dari 5rb kata jadi 7rb kata lebih.

[Jangan jadi siders dan vote sebelum membaca ya. Karena satu vote dari kalian sangat berarti. Terima kasih.]

H A P P Y R E A D I N G !!!

.

.


Lima belas abad yang lalu pada era Joseon, telah terjadi perang besar di Kerajaan

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Lima belas abad yang lalu pada era Joseon, telah terjadi perang besar di Kerajaan. Perang antar saudara yang terjadi karena sebuah kesalahpahaman akibat pihak dalam yang berniat jahat mengadu domba raja dan putra selir. Perang tersebut memakan banyak korban tanpa telak. Sabetan pedang seolah rakus akan kehidupan yang menghadang ayunannya. Dan yang paling menggemparkan dari peristiwa bersejarah itu ialah tewasnya sang permaisuri. Pembuka perang yang sebenarnya. Kebengisan seorang Sejang terkuak setelah insiden mengerikan itu.

Anak panah yang melesat menembus dada kiri permaisuri hingga merenggang nyawa di depan seluruh orang membuat Raja Sejang yang kala itu menduduki takhta seketika kalap. Raungannya menggema di halaman istana, tak segan menebas mereka yang berlari hendak melukainya. Membabi buta penuh amarah tanpa pandang bulu. Kehilangan hati nurani yang sejatinya kian terkikis mengetahui fakta bahwa istananya yang tenang kini ternoda darah. Tak lagi peduli sebatas salah paham atau kenyataan yang diplesetkan, Sejang menyingkirkan semua pembelot yang menghalangi jalannya meraih pusat dari segala kekacauan ini. Dalangnya. Di sana, mengangkat tinggi-tinggi pedangnya yang berlumur darah hendak menghabisi prajurit yang berpihak pada Sejang.

Persetan dengan mereka semua, Sejang semakin geram sebab jalannya terus terhalang. Merasa dongkol luar biasa sebab dendam yang belum tersalurkan ke tempat semestinya, membuat Sejang merampas busur panah beserta anaknya dari salah seorang pemberontak yang menyerangnya. Mencuri salah satu anak panah yang ada untuk dilabuhkan pada perut lawan hingga tumbang. Waktu yang tepat sebab tak ada lagi penghalang, seakan takdir berpihak padanya untuk membidik dalang itu dalam ketenangan. Salah satu matanya menyipit, menandai target ke dalam teritorynya.

Found You In Joseon ✔Stories to obsess over. Discover now