I like it how you always find something to talk about, even though you know I'm not in the mood.
Lelaki itu melangkah semangat membawa sepucuk bunga mawar merah pekat yang indah. Suasana dingin diikuti langit kelabu, membuat sedikit begidik dengan bulu kuduk yang berdiri. Dengan sebuah kemeja jeans, lelaki itu terus melangkah mengarah pada seseorang.
Ternyata tujuannya adalah seorang gadis. Wajah manis dan rambut terikat rapih, dia rupanya sudah menunggu dengan duduk memunggungi.
I don't care how long it takes for you to come, because everytime-and I mean always we meet, it gives me chill and smile from ear to ear.
"Diba.." , panggil lelaki itu sembari memperlihatkan senyum berserinya. Tidak menunggu lama, gadis itu menoleh dan berdiri. Mereka saling bertatapan dengan dihalangi kursi besi yang panjang.
"Duhh.. Lama ya ternyata" , kata gadis itu sambil tersenyum kecil. Tiada mimik amarah sedikitpun darinya yang sudah menunggu sedari tadi.
"Nih..", lelaki itu memberikan bunga mawar yang dibawanya.
"Nyogok nih ya biar gue ga ngambek?", rayu sang gadis.
Lelaki itu hanya tersenyum manis menunjukkan seluruh giginya sambil menggaruk garuk kecil rambutnya.
Gadis itu berjalan dengan niat menghampiri sang lelaki yang berdiri di belakang kursi panjang yang sedari tadi menghalangi mereka. Dengan tatapan mata ke mata, gadis itu tidak memperhatikan jalanan yang ia pijak, jalan itu berumput dan licin.
Gubrak.
Gadis itu terjatuh tepat di hadapan lelaki yang sedari tadi memperhatikannya.
"Aduuuh"
Ringkih sang gadis dengan mata yang dikerutkan sembari mengelus pantatnya yang tepat mendarat di tanah.
"Sakit ga?", suara itu membuka mata sang gadis. Membuatnya terkesiap dan langsung mendongak ke atas. Uluran tangan yang sudah siap menolongnya tepat di depan wajahnya. Jantungnya yang berdebar cepat membuatnya beberapa saat mematung.
Diambilnya uluran tangan itu. Menjadikan momen setelahnya sangat awkward. Mukanya ditundukkan dengan pipi yang mulai memerah.
"Anjrit, malu banget gue", bisiknya dalam hati.
I know we don't have some special things between us, but you scared me the most.
Dengan wajahnya yang menunduk, dia terkejut ketika lelaki di hadapannya mencium jidatnya yang tertutupi poni yang acak-acakan.
"Biar ga sakit lagi", katanya datar.
Masih dengan malu, gadis itu hanya diam mematung dengan pipi bulat yang bertambah merah lagi. "Gausah merah gitu pipinya, ntar gue gigit" , kata si lelaki sambil mencubit gemas pipi merah si gadis itu.
"Melting parah gue.."
Mereka berdua terdiam. Sampai,
Terlihat silau membuat matanya terbuka.
Tok.. Tok.. Tok..
"Wey bangun!", suara berat itu sudah familiar setiap pagi terdengar.
Gadis itu dengan cepat membuka mata dan bangun terduduk.
"Gila! Cuma mimpi ternyata!"
"Weyyyy... Bangun.. Sahur.. Sahur..", suara itu tiada henti sembari pintu yang diketuk dengan berirama.
"Iiiiihhhhh.. Berisik! Udah bangun gue!" , teriaknya dengan kesal.
Gadis itu berdiri dan berjalan dengan beberapa kali menguap. Ia menggaruk garuk kepalanya sebelum mengikat rambut lurusnya tanpa disisir terlebih dahulu.
Berdirilah ia di depan kaca besar. Ia membayangkan mimpinya yang tak pernah ia pikirkan. Lelaki itu, akhirnya hadir di dalam mimpinya.
"Duh, so sweet amat sih" , katanya sambil tersenyum kegirangan.
"Padahal pantat gue yang sakit, tapi yang dicium jidat", tambah lebar senyumnya membayangkan hal manis dan lucu yang terjadi semalam.
Sambil masih tersenyum, ia mengambil handuk dan berjalan membuka pintu.
" Aaaaaaa! "
Berdirinya seorang lelaki yang memasang muka menyeramkan tepat di depan pintu yang sudah ia buka.
"Anjir kampret lo!", dipukulnya handuk yang ia bawa ke muka si lelaki itu.
Lelaki itu kabur dengan tawa meledek diikuti oleh si gadis yang kesal.
The good nights that could drive you to sleep and the things I said before I fade away with the memories.
🔹🔹🔹
