Aku sudah tau, bahwa mencintai nya adalah suatu hal yang salah.
Tapi mengapa aku masih saja beranggapan bahwa ia akan benar benar mencintai ku dengan tulus.
Padahal aku sudah tau dan sudah bisa menebaknya.
ya
Aku pasti akan sakit hati belakangnya.
Bodohnya aku mengapa masih menuruti kata hati.
Mengapa pikiranku tidak bisa lurus sejalan dengan apa yang ada dalam hati.
BINGUNG? tentu itu yang aku rasakan.
Semua berawal dari 5 bulan yang lalu. pertama kali aku mengenalnya secara tidak sengaja.
Entah mengapa saat ku buka profilnya, pusat pikiran dan hatiku langsung tertuju padanya
Sampai suatu hari, ia menghancurkan semuanya.
harapanku.
kepercayaanku.
kesetiaanku.
Aku bodoh, sangat bodoh untuk bisa mencintainya
YOU ARE READING
Sementara.
General FictionAku sudah begitu yakin bahwa dia adalah orang yang tepat bagiku, namun memang benar bahwa realita tidak akan sama dengan apa yang aku harapkan. Hari itu, hari yang aku tidak tau harus berkata dan berbuat apa, dia mengkhianatiku dia menghancurkanku ...
