ILYB | Chapter 1

255 9 2
                                        

"Rebela." Panggil cewek berambut panjang yang mengenakan kaos dan celana pendek yang kini tengah berlari memasuki pintu gerbang rumah Rebela.

Mereka memang sangat dekat semenjak satu tahun terakhir ini. Keana pindah dan tinggal di rumah sebelah Rebela mengikuti Daddynya yang dipindahkan tugas.

Rebela yang sedang duduk dikursi taman depan rumah pun menoleh setelah mendengar suara yang begitu ia kenal satu tahun terakhir ini. Ia menyatukan kedua alis. Memandang penuh tanya pada Keana yang sekarang sudah duduk bersamanya dikursi panjang taman, Heran, karena sedari tadi Keana tak henti-hentinya menyunggingkan senyum.

"Gue seneng bnget, Bel." Ungkap Keana memandang Rebela dengan binaran dimata setelah melepaskan pelukan singkatnya pada Rebela yang masih setia menautkan kedua alis, karena tidak tau apa-apa. Ia masih bingung dengan sikap Keana saat ini.

Keana memeluk Rebela kembali. Ia memegang kedua tangan Rebela setelah meregangkan lingkaran tangan dan membebaskan Rebela dari pelukannya. "Brian Bel... Brian..."

"Brian?" Rebela memastikan dan diangguki Keana setelahnya, membuat detak jantungnya terasa memompa lebih cepat. "Emang...kenapa sama dia??" Ia mengangkat satu alisnya semakin penasaran.

"Brian nembak gue..." Kata Keana yang kini fokus membuka salah satu aplikasi pesan. "Lihat deh." Ia lalu menghadapkan layar ponselnya pada Rebela--menunjukkan pesan singkat yang dikirim dari pengguna dengan nama Brian Williams Jr.

Deg.

Rebela terdiam.

Seakan dunianya terhenti saat itu juga.

Seketika tubuhnya terasa lemas seperti jelly melihat pesan singkat itu lengkap dengan nama Brian Williams Jr. yang disertai emotikon senyum disampingnya. Tidak salah lagi. Nama itu, nama yang akhir-akhir ini setia mengisi otak Rebela setiap harinya bahkan setiap detiknya. Rebela kembali meneliti nama tersebut memastikan jika itu bukan Brian yang ia maksud. Namun ia ingat betul nama dan emotikan disampingnya. Dan ya.. benar! itu adalah nama Brian diaplikasi pesan itu.

"Gimana nih, Bel? Terima apa nggak?" Keana melihat Rebela meminta pendapat. "Oh...Ayolah... gue butuh pendapat lo." Rengek Keana sembari mengguncang lengan temannya itu. Masih setia menampakkan raut bahagia dan tidak percaya diwajah karena mendapatkan pesan dari Brian, sambil menggenggam tangan Rebela kembali.

Rebela berusaha mengulas senyum sebaik mungkin agar Keana tidak menyadari apa yang kini ia rasakan setelah tersadar. Ia membalas lemah genggaman Keana "Terserah lo aja. Kalau lo suka ya...nggak ada salahnya kalau lo terima." Hanya kata itu yang bisa ia ucapkan untuk menanggapi pertanyaan itu. Tentu saja mulut dan hatinya berkata berbeda.

"Mm gimana ya? Boleh juga...he is very handsome." Kata Keana mengangguk sembari menerawang seperti memikirkan sesuatu.

Mendengar itu Rebela berusaha memperlebar senyumnya kembali, berusaha tidak menampakkan kesakitan yang tertoreh dihati.

Keana melepas tangan Rebela. Ia menggambil kembali ponsel yang tadi ditaruh disampingnya, menggeser layar benda pipih itu, lalu mengetik ntah apa diponselnya. Sedangkan Rebela membuang muka kesamping. Tersenyum getir memandang kosong tanaman bunga mendapati kenyataan yang tidak ia sangka-sangka. Kenapa harus Keana? Kenapa? Setetes air bening dari pelupuk mata meluncur dengan sempurna dipipi Rebela, ia segera menghapus dengan telapak tangannya agar Keana disampingnya tidak menyadari jika ia meneteskan air mata.

"Bel..." Rebela menoleh saat tangan Keana memegang pundaknya. "Gue balik dulu ya. Daah..." Sambung Keana yang telah berdiri menepuk pundak Rebela dan detik berikutnya Keana melangkahkan kaki keluar melewati gerbang meninggalkan pekarangan rumah Rebela.

I Love You(r) BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang